Konversi mineral bondowoso menjadi desikan dan bleaching earth dalam pemurnian minyak kelapa sawit mentah / Sevy Sintya Maharani</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Konversi mineral bondowoso menjadi desikan dan bleaching earth dalam pemurnian minyak kelapa sawit mentah / Sevy Sintya Maharani</p>

Maharani, Sevy Sintya (2025) Konversi mineral bondowoso menjadi desikan dan bleaching earth dalam pemurnian minyak kelapa sawit mentah / Sevy Sintya Maharani</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

p Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam kekayaan mineral alam terutama jenis mineral lempung yang mengandung silika (SiO ) dan alumina (Al O ). Akan tetapi pemanfaatan mineral ini masih terbatas pada sektor konvensional seperti bahan keramik dan pasir kucing sehingga belum memberikan nilai tambah yang optimal. Dengan pengolahan yang tepat mineral tersebut berpotensi dikembangkan menjadi material fungsional seperti desikan dan bleaching earth. Desikan berfungsi menyerap kelembapan sedangkan bleaching earth digunakan dalam proses pemurnian minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) untuk menyerap pigmen dan senyawa pengotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengonversi mineral alam Bondowoso menjadi desikan dan bleaching earth melalui proses aktivasi fisika dan kimia serta mengkaji efektivitasnya sebagai desikan dan bleaching earth dibandingkan produk komersial. Proses aktivasi kimia dilakukan menggunakan larutan HCl HNO NaOH dan NH OH dengan konsentrasi masing-masing 5 M melalui metode pengadukan 360 rpm selama 24 jam. Proses aktivasi fisika meliputi pemanasan pada suhu 300 oC selama 3 jam. Selain itu kombinasi aktivasi kimia dan fisika juga dilakukan. Sampel hasil aktivasi diuji sebagai desikan dengan metode gravimetri setelah penyimpanan selama 1 hingga 24 jam pada suhu dan kelembaban ruang. Uji sebagai bleaching earth [U1] dilakukan dengan mencampurkan sampel ke dalam larutan CPO yang telah melalui tahap degumming lalu dilakukan proses adsorpsi pada suhu 95 deg C selama 30 menit. Penurunan intensitas warna diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 446 nm. Karakterisasi struktur dilakukan menggunakan XRD dan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivasi dengan HCl dan pemanasan pada suhu 300 oC memiliki daya serap uap air udara tertinggi sebagai desikan sebesar 7 93%. Sementara itu aktivasi dengan HNO menunjukkan performa bleaching earth tertinggi dengan penurunan intensitas warna CPO hingga 97 6% melebihi bleaching earth komersial. Karakterisasi XRD dan FTIR menunjukkan perubahan bahwa aktivasi tersebut memberikan perubahan komposisi mineral yang terdapat dalam sampel mineral alam Bondowoso. [U1]Semua yang bahas ainggris harus dicetak italic cek semua /p

Item Type: Thesis (Diploma)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: library UM
Date Deposited: 30 Sep 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/422475

Actions (login required)

View Item View Item