Putri, Saskia Nashwa Suprianto (2025) Studi eksperimental pergeseran panjang gelombang akibat pembebanan pada fiber bragg grating (fbg) dan single-mode fiber (smf) dengan menggunakan media mika akrilik / Saskia Nashwa Suprianto Putri</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Sensor berbasis serat optik menjadi salah satu teknologi yang terus berkembang karena mampu memberikan pengukuran yang akurat tahan terhadap gangguan elektromagnetik serta fleksibel untuk berbagai aplikasi. Fiber Bragg Grating (FBG) dikenal memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan fisik sedangkan Single-Mode Fiber (SMF) yang umumnya digunakan dalam telekomunikasi juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sensor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran panjang gelombang akibat pembebanan pada FBG dan SMF yang ditanamkan dalam media mika akrilik serta membandingkan kinerja keduanya dari aspek sensitivitas stabilitas dan keterbalikan. Metode pengujian dilakukan dengan memberikan variasi beban meliputi beban bermassa 50 gram 100 gram 150 gram dan 200 gram secara bertahap pada spesimen kemudian mencatat respons serat optik berupa intensitas atau pergeseran panjang gelombang yang ditangkap oleh kedua jenis sensor serat optik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa FBG memiliki sensitivitas relatif intensitas sebesar 0 0307 % dan sensitivitas panjang gelombang 1 34 % dengan koefisien linieritas R sup2 0 95 ndash 0 99 sedangkan SMF hanya mencapai sensitivitas relatif 0 00533 % dengan R sup2 0 99. Dari segi stabilitas FBG mencatat fluktuasi 2 1 % pada beban 100 g dan 3 35 % pada 200 g sedangkan SMF sebesar 2 83 %. Uji keterbalikan memperlihatkan bahwa FBG mampu kembali ke kondisi awal secara konsisten setelah siklus pembebanan sementara SMF kurang stabil. Dengan demikian FBG dinyatakan lebih unggul dalam mendeteksi pembebanan dibandingkan SMF sehingga lebih potensial untuk diaplikasikan pada sistem pemantauan struktural yang membutuhkan akurasi tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor FBG memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap perubahan tegangan akibat pembebanan dibandingkan dengan SMF. Perbedaan ini disebabkan oleh struktur reflektif internal pada FBG yang tidak dimiliki oleh SMF. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa sensor FBG lebih unggul dalam aspek performa pengukuran regangan dibandingkan sensor SMF sehingga lebih direkomendasikan untuk digunakan dalam aplikasi pemantauan struktural berbasis material komposit.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Fisika (FIS) > S1 Fisika |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 24 Sep 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/421999 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
