Perbedaan atara zat pendingan R-12, MC-12, dan hycool terhadap temperatur dan daya motor pada variasi putaran / Sutrisno - Repositori Universitas Negeri Malang

Perbedaan atara zat pendingan R-12, MC-12, dan hycool terhadap temperatur dan daya motor pada variasi putaran / Sutrisno

Sutrisno (2009) Perbedaan atara zat pendingan R-12, MC-12, dan hycool terhadap temperatur dan daya motor pada variasi putaran / Sutrisno. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Sutrisno. 2008. Perbedaan Antara Zat Pendingin R-12 Mc-12 Dan Hycool Terhadap Temperatur Dan Daya Motor Pada Variasi Putaran.Skripsi Jurusan Teknik Mesin Program Studi Pendidikan Teknik Mesin keahlian Produksi FakultasTeknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing. (I) Drs. Imam Muda Nauri S.T. M.T. (II) Drs. Yoto S.T. M.Pd. M.M. Kata kunci Zat pendingin Suhu Daya Putaran Motor AC mobil Semakin menipisnya lapisan ozon adalah salah satu dampak negatif dari penggunaan zat pendingin (refigerant) yang tidak ramah lingkungan. Selain itu juga akan akan mengakibatkan pemanasan global atau GWP (Global Warming Potential). Zat pendingin hidrokarbon telah dipersiapkan sebagai zat pendingin alternatif untuk menggantikan zat pendingin yang tidak ramah lingkungan. Untuk mengetahui perbedaan pemakaian zat pendingin terhadap suhu dan daya yang dihasilkan pada variasi putaran dilakukan penelitian eksperimental dari beberapa zat pendingin tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Antara Zat Pendingin R-12 Mc-12 Dan Hycool Terhadap Temperatur Dan Daya Motor Pada Variasi Putaran Dengan demikian konsumen mengetahui perbandingan dari pemakaian zat pendingin tersebut dan diharapkan para konsumen mau menggunakan zat pendingin yang tepat dan yang tidak ramah terhadap lingkungan berkurang bahkan tidak ada. Zat pendingin yang digunakan dalam penelitian ini adalah R12 MC12 dan HYCOOL. Penelitian ini dilakukan di laboratorium jurusan Teknik Mesin (Otomotif) Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan metode parametrik dan analisis yang dipakai adalah Analisis ANAVA 2 jalur dengan taraf signifikansi 0 01.untuk membandingkan zat pendingin R12 MC12 dan HYCOOL terhadap suhu yang dihasilkan dan daya yag dibutuhkan pada variasi putaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara suhu dan daya yang yang dibutuhkan pada masing-masing zat pendingin pada variasi putaran. Perbedaan suhu yang dihasilkan oleh masing-masing adalah Selisih perbandingan suhu yang dihasilkan oleh R12 dengan MC12 pada putaran 1000-2000 rpm adalah sebesar 3 oC 2 58 oC 1 04 oC -2.2 oC 0 06 oC. Untuk R12 dengan HYCOOL pada putaran 1000-2000 rpm adalah sebesar 2 2 oC 5 46 oC 7 6 oC 11 68 oC 12 2 oC.Untuk MC12 dengan HYCOOL pada putaran 1000-2000 rpm sebesar 0 8 oC 2 88 oC 6 56 oC 13 88 oC 12 14 oC. Selisih perbandingan daya yang dibutuhkan oleh R12 dengan MC12 pada putaran 1000-2000 sebesar 0 0825 HP 0 0536 HP 0 1772 HP 0 2944 HP 0 0704 HP.untuk R12 dengan HYCOOL adalah 0 059 HP 0 4368 HP 0 348 HP 0 2712 HP 0 1766 HP.untuk MC12 dengan HYCOOL adalah 0 1416 HP 0 3832 HP 0 1708 HP 0 0232 HP 0 1062 HP. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar konsumen beralih ke zat pendingin yang ramah terhadap lingkungan yaitu zat pendingin hidrokarbon. Selain itu diharapkan agar dilakukan penelitian lebih lanjut pada topik yang berhubungan dengan penelitian ini.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Departemen Teknik Mesin (TM) > S1 Pendidikan Teknik Mesin
Depositing User: library UM
Date Deposited: 25 Jun 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/42194

Actions (login required)

View Item View Item