Aulia Krisna Yudi (2009) Alih fungsi Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) (studi kasus di SMA Negeri 11 dan SMA Negeri 12 Malang) / Aulia Krisna Yudi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Sektor Pendidikan di Indonesia dewasa ini mendapat sorotan yang lebih oleh pemerintah dimana wacana yang telah berkembang akhir akhir ini adalah pada tahun 2020 perbandingan SMK-SMA adalah 70-30. Hal ini didasari oleh terjadinya fenomena yang terjadi di Indonesia pada dewasa ini. Setiap tahun lulusan sekolah terutama sekolah menengah atas (SMA) dan sederajatnya bertambah. Masalah baru akan muncul setelah mereka lulus. Tidak semua yang lulus berkesempatan bisa masuk perguruan tinggi (PT) ini karena berbagai alasan termasuk mahalnya biaya sumbangan pembangunan pendidikan (SPP). Mereka yang tidak melanjutkan pendidikan ke PT berusaha mencari pekerjaan Implikasi negatifnya muncul pandangan buram bahwa dunia lembaga pendidikan hanya sebagai lembaga yang melahirkan para penganggur. Fenomena ini sungguh ironis dengan tujuan bangsa Indonesia untuk mencapai pasar bebas. Sehingga perlu adanya langkah antisipatif yang harus dilaksanakan oleh pemerintah seperti halnya tersebut diatas. Pemerintah akan memperbanyak pembangunan sekolah menengah kejuruan (SMK) serta mengurangi pengembangan sekolah menengah atas (SMA) sehingga pada tahun 2009 rasio perbandingan SMK dan SMA menjadi 60 berbanding 40. Penelelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang pelaksanaan kebijakan alih fungsi SMA menjadi SMK yang merupakan salah satu upaya mendapatkan rasio perbandingan SMA-SMK 40 60. Dan berbagai reaksi seluruh elemen sekolah dalam menyikapi kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi fenomenologis. Penelitian ini memaparkan proses pelaksanaan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan dan reaksi seluruh elemen sekolah terhadap kebijakan alih fungsi dari SMA menjadi SMK yang terjadi di SMAN 11 dan SMAN 12 Malangt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses alih fungsi berjalan dalam waktu yang cukup singkat sehingga tahap persiapan kurang maksimal. Kurangnya sarana dan tenaga pengajar menjadi salah satu faktor penghambat dalam proses alih fungsi. Keberadaan kedua sekolah (SMAN 11 dan SMAN 12 Malang) yang berada di pinggiran Kota Malang dan merupakan sekolah baru menjadi salah satu alasan untuk dialih fungsikan. Keberadaan guru yang rencananya akan dilakukan peng-upgrade-an belum berjalan secara maksimal. Dari sisi siswa juga masih terdapat permasalahan yang salah satunya adalah praktek yang sangat minim.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Teknik (FT) > Departemen Teknik Mesin (TM) > S1 Pendidikan Teknik Mesin |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 12 Jan 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/42152 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
