Studi tentang hambatan-hambatan pelaksanaan pendidikan sistem ganda (PSG) model block release (studi kasus pada Program Studi Mekanik Otomotif SMK negeri 1 Udanawu Blitar) / Bambang Miswanto - Repositori Universitas Negeri Malang

Studi tentang hambatan-hambatan pelaksanaan pendidikan sistem ganda (PSG) model block release (studi kasus pada Program Studi Mekanik Otomotif SMK negeri 1 Udanawu Blitar) / Bambang Miswanto

Bambang Miswanto (2009) Studi tentang hambatan-hambatan pelaksanaan pendidikan sistem ganda (PSG) model block release (studi kasus pada Program Studi Mekanik Otomotif SMK negeri 1 Udanawu Blitar) / Bambang Miswanto. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Pendidikan Sistem Ganda (PSG) merupakan suatu bentuk penyelenggaraan keahliaan profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkron program pendidikan di sekolah dan di industri melalui kegiatan bekerja langsung di industri untuk pengusaan keahlian suatu tingkat profesi tertentu. Program ini sudah dilaksanakan oleh SMK sejak dikeluarkannya Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud) Nomor 323 Tahun 1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) tetapi masih banyak menghadapi hambatan-hambatan. Upaya pencarian secara rinci mengenai hambatan-hambatan tersebut sangat perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan pelaksanaan PSG di SMK N I Udanawu Blitar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak terkait baik pihak SMK industri yang menjadi mitra maupun pemerintah dalam upaya memperbaiki program pelaksanaan PSG. Penelitian ini dilakukan di SMK N I Udanawu Blitar dengan objek penelitian program studi mekanik otomotif dan industri yang mejadi pasangannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara observasi dan dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa hambatan utama pelaksanaan PSG baik oleh SMK maupun industri adalah masalah kerjasama. Sebab sampai saat ini SMK N I Udanawu Blitar belum pernah melakukan MoU kerjasama yang berkesinambungan dengan industri dalam pelaksanaan PSG. Hambatan lain bagi pihak sekolah adalah (1) kurangnya penyikapan mengenai PSG baik oleh siswa maupun gurunya (2) terbatasnya dana operasional pelaksanaan PSG (3) belum adanya standart penilaian yang ada di sekolah (4) penempatan siswa PSG yang belum optimal. Hambatan lain yang dihadapi oleh pihak industri adalah (1) kurangnya penyikapan PSG oleh industri (2) belum adanya manfaat yang dapat dirasakan oleh pihak industri dari pelaksanaan PSG (3) belum adanya standart penilaian yang berlaku (4) frekwensi kunjungan guru pembimbung yang dirasa masih kurang. Berdasarkan temuan penelitian tentang hambatan-hambatan pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda yang dialami oleh pihak-pihak terkait baik pihak sekolah pihak industri maupun pemerintah dalam hal ini Diknas atau Dikmenjur. Untuk mengantisipasi agar pelaksanaan PSG tahun berikutnya bias berjalan secara optimal adapun saran yang diberikan adalah sebagai berikut a. Pihak SMKN I Udanawu Blitar dalam hal ini kepala sekolah perlu melakukan perbaikan atau pembenahan sistem pelaksanaan PSG terutama perencanaan penempatan serta evaluasinya dalam arti membentuk lembaga khusus yang menangani masalah pelaksanaan PSG membuat format penilaian yang yang memenuhi standart secepatnya mengupayakan MoU kerjasama yang berkesinambungan dengan pihak DU/DI yang menjadi pasangannya dalam hal pelaksanaan PSG menambah minimal tiga guru khususnya guru otomotif agar bimbingan serta monitoring bisa berjalan secara optimal mengupayakan penambahan sarana dan prasarana praktik khususnya pembangunan dua gedung untuk laboratorium praktik mesin otomotif menambah minimal lima engine stand sepeda motor dan mobil. b. Pihak industri dalam hal ini yang menjadi mitra SMKN I Udanawu Blitar perlu meningkatkan kepedulian terhadap pelaksanaan PSG dengan jalan memberikan kemudahan terhadap pihak sekolah dalam menjalin kerjasama yang saling menguntungkan secara beerkesinambungan dalam hal pelaksanaan PSG serta lebih positif dalam menyikapi PSG agar supaya dapat mengambil manfaat dari pelaksanaan PSG tersebut. c. Pemerintah dalam hal ini Diknas atau Dikmenjur harus terjun ke lapangan guna melihat berbagai hambatan pelaksanaan PSG sehingga pembenahan atau kebijaksanaan yang berkaitan dengan PSG bisa lebih tepat. Membantu SMK dalam hal menjalin kerjasama dengan industri supaya bersedia menjadi mitra dalam pelaksanaan PSG.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Departemen Teknik Mesin (TM) > S1 Pendidikan Teknik Mesin
Depositing User: library UM
Date Deposited: 10 Jun 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/42132

Actions (login required)

View Item View Item