Maharani, Annisa Nastiti (2025) Maskulinitas tokoh perempuan dalam film Barbie karya Greta Gerwig / Annisa Nastiti Maharani</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
p Maskulinitas dianggap sebagai sebuah perilaku yang dimiliki oleh para lelaki sekaligus menjadi karakteristik yang wajib dimiliki. Namun karakteristik maskulin juga dapat dimiliki oleh para perempuan yang dimana biasa digambarkan sebagai sosok yang feminim. Gambaran tersebut juga tergambarkan pada karya sastra dan film atau sinema. Salah satu film yang menunjukkan nilai maskulin pada perempuan dapat ditemukan pada film Barbie yang disutradarai oleh Greta Gerwig. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan terbentuknya maskulinitas yang terjadi pada film Barbie. Hal tersebut diperhatikan berdasarkan dari gender patriarki maskulinitas dan juga maskulinitas yang ada. Penelitian ini juga bertujuan untuk (1) menjelaskan unsur yang membentuk maskulinitas pada tokoh perempuan dalam film Barbie (2) mendeskripsikan motivasi terbentuknya maskulinitas pada tokoh perempuan dalam film Barbie (3) menjelaskan dampak maskulinitas pada tokoh perempuan dalam film Barbie. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara menganalisa menggunakan teori semiotika Roland Barthes dan maskulinitas hegemonik oleh R.W. Connell. Pengumpulan data dengan cara menonton film Barbie hingga memperoleh dua tipe data dari sumber data yakni data verbal dan juga data visual. Data verbal dapat diperoleh dengan cara men-transkrip dialog yang terdapat dalam film Barbie sedangkan data visual merupakan data yang dapat diperoleh dengan melakukan tangkap layar yang relevan dengan topik penelitian untuk memberikan visualisasi pada data verbal. Teknik pengumpulan data juga dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut (1) menonton film (2) menyeleksi data (3) identifikasi tanda (4) menyiapkan korpus yang akan dianalisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maskulinitas pada tokoh perempuan dapat terjadi pada karakter perempuan yang ada pada film Barbie. Unsur pembentuk maskulinitas pada tokoh perempuan yaitu berkembangnya konsep maskulin yang biasa dianut oleh laki-laki kini dianut oleh para perempuan hingga menjadi sebuah karakter yang dominan dan mengakar di kalangan perempuan di Dunia Barbie. Motivasi terbentuknya maskulinitas pada tokoh perempuan didasarkan dari perlawanan tokoh yang menentang pandangan masyarakat patriarki terhadap perempuan. Karakter Barbie melakukan perubahan terhadap mental mereka dengan berpikiran teguh sekaligus menjadi sebuah cerminan sosok perempuan yang kuat. Keinginan untuk menjadi representasi positif bagi kehidupan perempuan yang mampu menentang stereotipe mengenai gender juga mendorong kemunculan aspek maskulinitas dalam menampilkan kekuatan keberanian dan juga kemandirian yang dimiliki. Dalam penelitian juga dapat ditemukan dampak maskulinitas pada tokoh perempuan yang dialami oleh tokoh. Setiap karakter Barbie memiliki kewajiban untuk menjadi sosok perempuan yang sempurna sekaligus menjadi sebuah pedoman yang baik dari karakter yang dimilikinya sehingga dapat memberikan beban yang cukup berat bagi karakter Barbie yang memiliki krisis identitas. Selain itu dampak maskulinitas pada tokoh perempuan juga dapat dilihat pada perempuan lebih mendominasi pada peran sosial apabila dibandingkan dengan para lelaki yang ada. /p
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Sastra (FS) > Departemen Sastra Indonesia (IND) > S1 Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 17 Apr 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/420487 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
