Metafora dalam naskah gending seblang bakungan sebagai refleksi sikap hidup masyarakat using / Rayhan Rizki Fadhillah</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Metafora dalam naskah gending seblang bakungan sebagai refleksi sikap hidup masyarakat using / Rayhan Rizki Fadhillah</p>

Fadhillah, Rayhan Rizki (2025) Metafora dalam naskah gending seblang bakungan sebagai refleksi sikap hidup masyarakat using / Rayhan Rizki Fadhillah</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

p Dalam kehidupan masyarakat Using di Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur terdapat satu ritual yang menduduki kedudukan vital dalam kehidupan mereka. Ritual tersebut dikenal dengan tari seblang Bakungan. Posisi vital ritual seblang diketahui dari bagaimana masyarakat sekitar memandangnya. Masyarakat Kelurahan Bakungan berpandangan dan bahkan berkeyakinan akan terjadi malapetaka jika mereka tidak melaksanakan ritual tahunan ini. Saat pelaksanaan ritual seblang Bakungan masyarakat banyak menggunakan artefak budaya. Dari sekian banyak artefak budaya yang ada salah satu artefak budaya yang penting adalah gending. Artefak budaya satu ini sangat penting dikarenakan berfungsi untuk mengiringi danyang yang sedang menari. Dalam seblang Bakungan era saat ini dikenal 13 gending dengan konteks cerita yang berbeda-beda pada tiap gendingnya. Gending ritual yang digunakan menyimpan banyak data bahasa yang menjadikannya potensial untuk dikaji dalam penelitian bahasa. Bahasa yang digunakan dalam gending tentunya tidak serta merta dipilih tanpa alasan dan maksud tertentu. Hal tersebut disebabkan bahasa adalah media penyampaian ide yang berarti dalam setiap gugusan kata terdapat gagasan di baliknya. Untuk menyampaikan gagasan masyarakat kerap melakukan sejumlah cara. Salah satu cara dalam berbahasa yang kerap digunakan oleh penutur adalah metafora. Metafora tak hanya mencerminkan kemampuan kognitif tetapi juga kemampuan puitika penutur. Dalam naskah gending seblang Bakungan peneliti menemukan sejumlah bentuk metafora yang digunakan oleh masyarakat. Oleh karena itu peneliti bertujuan untuk menggali salah satu gagasan yang terdapat di balik penggunaan metafora dalam naskah gending seblang Bakungan yaitu gagasan perihal sikap hidup masyarakat Using. Dalam pelaksanaan penelitian digunakan serangkaian langkah metodologis yang dapat diklasifikasi menjadi tiga langkah yaitu prapenelitian penelitian dan pascapenelitian. Pada tahap prapenelitian dilakukan langkah berikut (1) persiapan administrasi penelitian (2) kunjungan kepada ketua adat Kelurahan Bakungan (3) pendalaman teoretis dan metodologi (4) pengumpulan sumber data dan (5) transkripsi sumber data ke bentuk digital (dokumen Ms.Word). Selanjutnya pada tahap penelitian dilakukan pula sejumlah langkah yaitu (1) pengumpulan data (2) analisis data (3) validasi dan (4) penarikan simpulan. Terakhir pada tahap pascapenelitian peneliti melakukan dua langkah penutup yaitu (1) penyajian hasil penelitian dan (2) revisi hasil penelitian. Sebagai payung umum peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk menjawab rumusan masalah yaitu (1) bagaimana karakteristik bentuk metafora dalam naskah gending seblang Bakungan dan (2) sikap hidup apa saja yang terefleksikan dalam naskah gending seblang Bakungan . Sementara itu data yang digunakan adalah metafora yang terkandung dalam sumber data yaitu naskah gending seblang Bakungan. Sebagai upaya mengumpulkan data peneliti menggunakan studi atau analisis dokumen. Kendatipun menggunakan analisis dokumen peneliti tetap harus turun lapangan untuk mengumpulkan informasi perihal seblang Bakungan terutama mendapatkan naskah gending. Pengumpulan informasi pendukung penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara tidak terstruktur kepada sejumlah praktisi budaya yaitu kepala adat Kelurahan Bakungan sinden seblang Bakungan hingga warga Kelurahan Bakungan lainnya. Selain itu untuk mengetahui dengan lebih mendalam terkait ritual seblang Bakungan peneliti melakukan observasi partisipatif dengan secara langsung mengikuti rangkaian ritual. Setelah berhasil mendapatkan data langkah berikutnya adalah analisis data. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah analisis data spiral Creswell (2013). Sebagai pisau bedah peneliti menggunakan dua teori yaitu teori citra metafora dan struktur metafora Parera (2004). Selanjutnya setelah dianalisis dari segi internal metafora peneliti menghubungkan temuan penelitian dengan teori hubungan bahasa dan sikap hidup yang dikutip berdasarkan pendapat Wardhaugh (2006). Sejumlah pisau bedah digunakan untuk menemukan citra metafora hingga menguak sikap hidup masyarakat Using yang ada di dalam metafora. Setelah melakukan analisis data didapati sejumlah hasil penelitian. Pertama dalam naskah gending seblang Bakungan masyarakat Using menggunakan metafora yang dapat diklasifikasi ke dalam tiga kelompok yaitu citra hewan citra abstrak ke konkret dan citra lainnya. Kedua dari metafora yang ditemukan dalam naskah gending seblang Bakungan dapat diketahui sebanyak tiga sikap hidup masyarakat Using yaitu kegigihan percaya terhadap hal gaib dan penghormatan terhadap perempuan. Berdasarkan temuan penelitian dapat ditarik dua simpulan. Pertama untuk mengungkapkan dan menggambarkan sesuatu masyarakat Using kerap menggunakan metafora sebagai media penyampaian. Dalam menggunakan metafora masyarakat Using menggunakan referen-referen bercitra tertentu sebagai unsur penyusun metafora. Citra yang digunakan dalam metafora yang ditemukan sangat beragam yaitu citra hewan citra abstrak ke konkret citra tumbuhan citra fenomena alam citra status diri citra benda citra perilaku citra sifat sakral dan citra bentuk. Apabila diamati citra-citra yang digunakan mencerminkan keadaan geografis tempat tinggal sosial dan budaya masyarakat Using. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan bahasa tidak lepas dari lingkungan tempat masyarakat tinggal. Kedua dari data-data metafora yang berhasil ditemukan diketahui sikap hidup masyarakat Using di dalamnya. Berdasarkan temuan yang ada diketahui bahwa kepercayaan masyarakat akan sesuatu atau bagaimana masyarakat memandang sesuatu dapat diketahui dari pilihan kata yang mereka pilih untuk menggambarkan sesuatu. Sikap hidup masyarakat Using yang terepresentasikan dalam naskah gending seblang Bakungan adalah kegigihan percaya terhadap hal gaib dan penghormatan terhadap perempuan. /p

Item Type: Thesis (Diploma)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Departemen Sastra Indonesia (IND) > S1 Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: library UM
Date Deposited: 07 May 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/420341

Actions (login required)

View Item View Item