Konflik agraria dalam novel lemah tanjung karya Ratna Indraswari Ibrahim / Delta Nishfu Aditama</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Konflik agraria dalam novel lemah tanjung karya Ratna Indraswari Ibrahim / Delta Nishfu Aditama</p>

Aditama, Delta Nishfu (2025) Konflik agraria dalam novel lemah tanjung karya Ratna Indraswari Ibrahim / Delta Nishfu Aditama</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

p Sebagai negara agraris yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah Indonesia tak terlepaskan dari berbagai konflik akibat perebutan akses kelola sumber daya alamnya. Hal ini melibatkan perebutan antara masyarakat dengan pemilik modal maupun pemerintah. Konflik perebutan akses sumber daya alam terutama pertanahan dikenal dengan konflik agraria. Sastra sebagai produk kebudayaan kerap mengabadikan berbagai fenomena di masyarakat. Seperti halnya novel berjudul Lemah Tanjung karya Ratna Indraswari Ibrahim. Secara umum novel Lemah Tanjung menceritakan perjuangan warga Akademi Penyuluh Pertanian (APP) yang berusaha membatalkan rencana ruilslag atau tukar guling. Tukar guling tersebut dilakukan oleh pihak Deptan sebagai instansi di atas APP dengan pihak pengembang perumahan PT Bangun Kerta. Alasan warga menolak rencana tersebut karena areal lahan APP yang memiliki hutan Lemah Tanjung terancam mengalami alih fungsi lahan menjadi perumahan. Kisah dalam novel ini terinspirasi dari peristiwa nyata yang pernah terjadi di Kota Malang pasca reformasi 1998. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manusia dengan lingkungan alam dalam dinamika konflik agraria pada novel Lemah Tanjung. Hal ini ditinjau melalui pendekatan ekokritik yang meneliti hubungan manusia dengan lingkungan alam dalam konteks teks sastra. Ekokritik berusaha menggali lebih dalam tentang hubungan manusia dengan lingkungan dan sastra.Pendekatan ekokritik yang memerlukan interdisipliner lain sangat memungkinkan pendekatan ini akan bersinggungan dengan keilmuan lain di luar sastra dan ekologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologi sosial untuk mengiris permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh interaksi sosial manusia. Dalam konteks penelitian ini aktivitas interaksi manusia difokuskan pada dinamika konflik agraria.Terdapat tiga fokus penelitian yang dikaji dalam penelitian ini. Fokus penelitian tersebut di antaranya (1) gambaran konflik agraria (2) gambaran dampak ekologis konflik agraria dan (3) hubungan manusia dengan lingkungan dalam dinamika konflik agraria. Hasil penelitian inimenunjukkan kesimpulan bahwa adanya kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Gambaran konflik agraria ditemukan dalam bentuk alih fungsi hutan kota yang kemudian menimbulkan konflik antara masyarakat bersama aktivis lingkungan dengan pihak pengembang dan pemerintah. Kemudian gambaran dampak ekologis dari konflik agraria diwujudkan dalam bentuk kerusakan lingkungan yang terkait dengan permasalahan air hilangnya fauna polusi dan rusaknya hutan.Kemudian untuk fokus penelitian yang ketiga peneliti menemukan dua sifat hubungan manusia terhadap lingkungannya dalam dinamika konflik agraria. Dua sifat tersebut di antaranya (1) hubungan destruktif dan (2) hubungan konstruktif. Hubungan destruktif pada novel Lemah Tanjung diwujudkan dengan adanya dominasi manusia terhadap lingkungan dominasi manusia terhadap manusia dan pemisahan manusia dengan alam. Sedangkan hubungan konstruktif pada novel Lemah Tanjung ditemukan adanya manusia yang memiliki etika saling melengkapi terhadap lingkungan. Hal itu diwujudkan dengan adanya kebergantungan manusia dengan alam upaya mencegah kerusakan lingkungan dan melestarikan lingkungan. /p

Item Type: Thesis (Diploma)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Departemen Sastra Indonesia (IND) > S1 Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: library UM
Date Deposited: 10 Jun 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/420325

Actions (login required)

View Item View Item