Hibrizii, Hibbatullah (2025) Konflik keluarga dalam film dua hati biru karya Gina S. Noer / Hibbatullah Hibrizii</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
p Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa konflik dalam keluarga sering dipandang sebagai sesuatu yang harus dihindari dan dianggap destruktif. Padahal menurut pandangan sosiolog Lewis A. Coser konflik memiliki fungsi sosial yang penting jika dikelola dengan baik. Film Dua Hati Biru karya Gina S. Noer menjadi objek kajian karena secara naratif dan visual merepresentasikan dinamika konflik dalam keluarga muda yang menikah di usia dini lengkap dengan segala problematika yang menyertainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk faktor penyebab dan fungsi konflik dalam film Dua Hati Biru karya Gina S. Noer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan landasan teori konflik Lewis A. Coser serta dibantu teori penyebab konflik Nurgiyantoro dan teori struktur keluarga. Data diambil dari adegan-adegan dalam film yang memuat bentuk penyebab dan fungsi konflik keluarga. Penelitian ini menggunakan analisis data model Miles dan Huberman yang terdiri atas pengumpulan data reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa konflik yang ditampilkan dalam film terbagi menjadi dua bentuk yaitu konflik realistis dan nonrealistis. Konflik realistis muncul akibat perbedaan kepentingan atau tujuan yang objektif seperti soal pola asuh anak perbedaan nilai dalam keluarga hingga kondisi finansial rumah tangga. Sementara itu konflik nonrealistis ditandai dengan luapan emosi atau pelampiasan frustrasi yang meskipun tidak berakar pada perbedaan kepentingan yang jelas tetap memberi gambaran tentang ketegangan dalam relasi interpersonal. Faktor penyebab konflik dalam film ini dikelompokkan menjadi tiga komunikasi yang tidak efektif struktur sosial keluarga yang timpang atau tidak seimbang dan variabel-variabel pribadi seperti nilai individu dan karakter masing-masing tokoh. Dari hasil temuan konflik yang dialami Bima dan Dara tidak hanya muncul dari ketidaksiapan mereka sebagai pasangan muda tetapi juga dari intervensi orang tua yang belum mampu memberi ruang bagi anak-anaknya untuk mandiri secara emosional dan struktural. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa konflik bukan sekadar keretakan melainkan juga ruang untuk bertumbuh. Harapannya hasil penelitian ini dapat memperluas pemahaman masyarakat terhadap konflik sekaligus memberi edukasi bahwa pernikahan mdash terutama yang terjadi di usia muda mdash menuntut kedewasaan keterbukaan komunikasi dan kesadaran akan pentingnya memahami batas serta peran dalam keluarga. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi lanjutan bagi kajian film konflik sosial dan sosiologi keluarga. /p
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Sastra (FS) > Departemen Sastra Indonesia (IND) > S1 Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 08 Jul 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/420323 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
