Hubungan multitasking media, regulasi diri dan intensitas penggunaan media sosial dengan perilaku cyberslacking pada mahasiswa BK UM / Muetia Fadilah Safitri</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Hubungan multitasking media, regulasi diri dan intensitas penggunaan media sosial dengan perilaku cyberslacking pada mahasiswa BK UM / Muetia Fadilah Safitri</p>

Safitri, Muetia Fadilah (2025) Hubungan multitasking media, regulasi diri dan intensitas penggunaan media sosial dengan perilaku cyberslacking pada mahasiswa BK UM / Muetia Fadilah Safitri</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penggunaan media sosial yang tidak terkontrol menjadi salah satu pemicu mahasiswa dalam melakukan multitasking media. Mahasiswa dinilai percaya akan kapasitas dirinya dalam menjalankan beberapa aktivitas sekaligus. Atas rasa kepercayaan diri tersebut maka mahasiswa cenderung melakukan tindakan tersebut ketika jam perkuliahan di kelas. Mahasiswa yang melakukan multitasking media saat jam perkuliahan di kelas berpotensi untuk melakukan cyberslacking. Terdapat tiga faktor penyebab cyberslaking yaitu faktor individu faktor kelompok dan faktor organisasi. Regulasi diri merupakan salah satu aspek di dalam faktor individu karena regulasi diri berfungsi sebagai pengontrol impuls untuk mengakses internet secara tepat sesuai dengan situasi yang akan mempengaruhi kecenderungan perilaku cyberslacking. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji hubungan multitasking media regulasi diri dan intensitas penggunaan media sebagai variabel moderator dengan perilaku cyberslacking. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan total empat variabel. Sampel penelitian ini sebanyak 100 mahasiswa BK UM angkatan 2021- 2023. Beberapa analisis dilakukan dalam penelitian ini yang pertama analisis deskriptif untuk mencari mean dan standar deviasi serta menentukan kategorisasi. Kedua Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi sederhana dan uji Moderated Regression Analysis (MRA). Sebelum melakukan uji hipotesis harus memenuhi beberapa syarat terlebih dahulu dan dapat di uji melalui uji prasyarat. Uji prasyarat yang termasuk yaitu uji normalitas linearitas uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. Hasil yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini yaitu bahwa terdapat hubungan signifikan antara multitasking media dengan perilaku cyberlacking ditunjukkan dari nilai sig. sebesar 0 000 ( lt 0 05). Nilai koefisiensi sebesar 0 415 yang mengindikasikan derajat positif yang sedang. Analisis selanjutnya mengenai regulasi diri dengan perilaku cyberslacking mendapatkan hasil terdapat hubungan yang signifikan dari kedua variabel tersebut karena mendapat nilai sig. sebesar 0 001 ( lt 0 05) dan derajat hubungan negatif yang lemah karena mendapat nilai koefisiensi sebesar -0 330. Melalui uji MRA intensitas penggunaan media sosial secara signifikan memoderatori pengaruh regulasi diri terhadap cyberslacking. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai variabel interaksi sebesar 0 001 ( lt 0 05) dan peningkatan nilai R-square dari angka 0 980 menjadi 0 982. Implikasi penelitian ini meliputi pengayaan teori perilaku digital dan penyediaan dasar praktis bagi Departemen BK untuk mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam mendukung lingkungan belajar yang produktif dan mengurangi distraksi online. Berdasarkan hasil dari penelitian ini lembaga Bimbingan dan Konseling di Universitas Negeri Malang diharapkan dapat berperan dalam mendukung perkembangan peserta didik terutama dalam pencapaian tugas perkembangan pada aspek pribadi. Temuan dalam penelitian ini dalam bimbingan dan konseling diharapkan dapat memberikan wawasan berharga untuk merancang alat mendukung regulasi diri dan mengurangi distraksi media sehingga peserta didik mampu terhindar dari mengakses internet secara berlebihan dan juga terhindar dari perilaku cyberslacking. Saran dapat diajukan untuk peneliti selanjutnya yaitu eksplorasi variabel yang berkaitan dengan perilaku cyberslacking lainnya seperti stres akademik motivasi belajar atau aturan lembaga. Selain itu peneliti selanjutnya bisa menggunakan populasi yang lebih luas atau dari jenjang pendidikan yang berbeda untuk mengetahui apakah variabel-variabel dalam penelitian ini bersifat universal atau tergantung pada konteks tertentu. Dengan adanya saran dan rekomendasi ini peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan konteks penelitian yang lebih komprehensif dan menghasilkan temuan yang lebih bermanfaat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Bimbingan dan Konseling (BK) > S1 Bimbingan dan Konseling
Depositing User: library UM
Date Deposited: 23 Jun 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/419872

Actions (login required)

View Item View Item