Parahita, Senja Putri (2025) Efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk mengembangkan kesadaran gender / Senja Putri Parahita</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Kesadaran gender merupakan kecenderungan sikap persepsi yang dimiliki berasal dari pengetahuan dan keyakinan untuk menilai peran serta harapan pada laki-laki dan perempuan dalam interaksi sosial. Di lingkungan sekitar masih tertanam kuatnya stereotip gender yang berkembang terutama di lingkungan sekolah seperti pembagian peran berdasarkan jenis kelamin serta pengaruhnya terhadap minat belajar dan perencanaan karir siswa menunjukkan kesadaran gender masih rendah di kalangan siswa. Terdapat berbagai cara yang dapat diterapkan guna mengembangkan kesadaran gender siswa salah satunya melalui bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Teknik sosiodrama membuat siswa mampu memerankan dan merasakan secara langsung terkait permasalahan yang akan dibahas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dalam mengembangkan kesadaran gender pada peserta didik SMK PGRI 2 Malang. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif metode pre-eksperimen desain one group pretest posttest design. Subjek penelitian ini adalah 10 siswa kelas X SMK PGRI 2 Malang. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini mengacu pada teori kesadaran gender dari Salgado dan diadaptasi dari penelitian Mahatmanti. Instrumen tersebut telah diuji validitasnya dengan melihat koefisien korelasi dibawah 0 3 ( lt 0 3) sehingga menghasilkan 20 butir pernyataan valid dari 24 butir pernyataan. Selain itu instrumen yang telah valid diujikan reliabilitasnya memiliki nilai sebesar 0 905. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan untuk uji hipotesis menggunakan statistik parametrik berupa uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif untuk mengembangkan kesadaran gender pada siswa SMK PGRI 2 Malang. Hal tersebut dapat dilihat dari Uji Paired Sample T-test diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0 000 lt 0 05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara variabel awal dengan variabel akhir. Hal tersebut menunjukkan terdapat pengaruh bermakna terhadap perbedaan perlakuan yang diberikan pada masing-masing variabel. Hal tersebut menandakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang dapat diinterpretasikan kesadaran gender dapat dikembangkan menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama pada peserta didik SMK. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengembangan kesadaran gender pada siswa SMK PGRI 2 Malang kelas X dari sebelum diberikan treatment dengan setelah diberikannya treatment. Treatment yang diberikan adalah penerapan layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama dengan berdasarkan pada pedoman eksperimen yang sebelumnya telah disusun dan melewati uji ahli. Dari hasil pemberian treatment terdapat perubahan yang signifikan mengenai kesadaran gender siswa SMK sehingga mengindikasikan bahwa pemberian layanan bimbingan kelompok sosiodrama efektif untuk mengembangkan kesadaran gender siswa. Selain itu juga diperkuat dengan hasil uji paired sample t-test yang menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0 000 lt 0 05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara variabel awal dengan variabel akhir. Saran dari hasil penelitian ini adalah (1) bagi guru BK mampu mengimplementasikan layanan bimbingan kelompok sosiodrama untuk mengembangkan kesadaran gender siswa di sekolah. Terdapat rekomendasi praktis kepada guru BK dapat menggunakan panduan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk mengembangkan kesadaran gender dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik terhadap antusiasme bermain peran dan diberikan kebebasan untuk mengimprovisasi dialog skenario (2) bagi peneliti selanjutnya dapat mengganti subjek yang lebih luas jangkauannya seperti menggunakan layanan bimbingan klasikal dan mencoba menggunakan desain penelitian berbeda dengan menerapkan adanya kelompok pembanding atau kelompok control dan kelompok eksperimen. Selain itu peneliti dapat melakukan teknik bimbingan lainnya untuk mengembangkan kesadaran gender.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Bimbingan dan Konseling (BK) > S1 Bimbingan dan Konseling |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 25 Jun 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/419868 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
