Alkhusen, Jovanda Daniswara (2025) Kontribusi demandingness, catastrophizing, low frustration tolerance dan self depreciation terhadap prokrastinasi akademik siswa SMAN 1 Tumpang / Jovanda Daniswara Alkhusen</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Dalam perspektif Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) keyakinan irasional menjadi akar dari prokrastinasi akademik. Dalam hal ini demandingness adalah keyakinan irasional primer yang secara tidak langsung memengaruhi prokrastinasi akademik melalui keyakinan irasional sekunder yaitu catastrophizing low frustration tolerance dan self depreciation. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh empat keyakinan irasional yakni demandingness catastrophizing low frustration tolerance dan self depreciation terhadap prokrastinasi akademik. Penelitian ini menggunakan desain korelasional. Subjek penelitian adalah 162 siswa SMA Negeri 1 Tumpang yang dipilih melalui stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Attitude Belief Scale-II Abbreviated Version (ABS-II AV) yang diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan Skala Prokrastinasi Akademik. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis jalur (path analysis) menggunakan software SPSS versi 25. Hasil uji analisis jalur menunjukkan bahwa nilai signifikansi jalur demandingness terhadap catastrophizing sebesar 0.027 nilai signifikansi jalur demandingness terhadap low frustration tolerance sebesar 0.025 nilai signifikansi jalur demandingness terhadap self depreciation sebesar 0.579 nilai signifikansi jalur catastrophizing terhadap prokrastinasi akademik sebesar 0.346 nilai signifikansi jalur low frustration tolerance terhadap prokrastinasi akademik sebesar 0.685 dan nilai signifikansi self depreciation terhadap prokrastinasi akademik sebesar 0.977. Berdasarkan hasil nilai signifikansi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa jalur yang signifikan adalah demandingness ke catastrophising (0.027) dan jalur demandingness ke low frustration tolerance (0.025). Sedangkan jalur yang tidak signifikan yaitu demandingness ke self depreciation demandingness ke prokrastinasi akademik melalui catastrophizing demandingness ke prokrastinasi akademik melalui low frustration tolerance dan demandingness ke prokrastinasi akademik melalui self depreciation. Bagi guru BK hasil penelitian ini memberikan arah penting dalam merancang layanan konseling yang lebih efektif. Mengingat bahwa demandingness (DEM) terbukti memicu catastrophizing (CAT) dan low frustration tolerance (LFT) maka intervensi konseling berbasis Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dapat difokuskan untuk menurunkan tuntutan absolut siswa dan membekali mereka dengan cara berpikir yang lebih rasional. Guru BK dapat menggunakan teknik seperti disputing irrational beliefs Socratic questioning dan rational-emotive imagery untuk membantu siswa mengganti pikiran absolut seperti ldquo saya tidak boleh gagal rdquo menjadi pikiran yang lebih rasional misalnya ldquo saya ingin berhasil tetapi kegagalan tidak membuat saya tidak berharga rdquo (Dryden 2003 Bernard 2006). Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji model REBT pada populasi yang lebih beragam dan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti efikasi diri strategi belajar dan tekanan sosial sebagai mediator.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Bimbingan dan Konseling (BK) > S1 Bimbingan dan Konseling |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 24 Jun 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/419847 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
