Yuli, Tamara (2025) Peran tokoh agama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Dusun bendilputih Desa Tumpang Kecamatan talun Kabupaten Blitar / Yuli Tamara</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Indonesia merupakan negara yang sangat majemuk dalam hal keberagaman agama suku dan budaya. Di tengah pluralitas tersebut kehidupan yang harmonis dan rukun menjadi tantangan tersendiri khususnya dalam ranah kehidupan beragama. Konflik horizontal yang berlatar belakang agama kerap kali muncul terutama ketika toleransi antar umat beragama tidak dijaga dengan baik. Oleh karena itu penting untuk menggali lebih dalam mengenai bagaimana kerukunan dapat terpelihara di masyarakat yang beragam terutama melalui peran tokoh agama yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk sikap dan perilaku umatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan secara mendalam bagaimana peran tokoh agama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Dusun Bendilputih Desa Tumpang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Wilayah ini menjadi objek menarik karena di dalamnya terdapat pemeluk agama Islam Hindu dan Kristen yang hidup berdampingan secara damai. Bahkan dalam beberapa keluarga pun ditemukan perbedaan agama yang tidak menimbulkan perpecahan melainkan tetap menjaga keharmonisan rumah tangga. Fenomena ini menunjukkan bahwa toleransi dan kerukunan tidak hanya mungkin diwujudkan tetapi juga dapat dijadikan contoh nyata dalam kehidupan beragama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh agama (Islam Hindu dan Kristen) tokoh masyarakat serta observasi langsung terhadap aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu peneliti juga menggunakan dokumentasi sebagai data pelengkap. Teknik triangulasi digunakan untuk menjamin keabsahan data baik triangulasi sumber teknik maupun waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kerukunan yang terjadi di Dusun Bendilputih sangat beragam dan konkret. Masyarakat aktif dalam berbagai kegiatan bersama tanpa membedakan latar belakang agama. Misalnya kegiatan takiran malam 1 Suro kerja bakti membersihkan lingkungan menjelang peringatan hari besar nasional kegiatan sosial masyarakat hingga saling mengunjungi pada hari raya keagamaan. Masyarakat menunjukkan sikap gotong royong saling menghargai dan toleransi yang tinggi. Anak-anak juga telah dikenalkan dengan nilai-nilai toleransi sejak dini sehingga terbentuk pola pikir yang terbuka dan inklusif dalam kehidupan sosial. Tokoh agama memainkan peran penting dalam mewujudkan dan menjaga kerukunan ini. Pertama sebagai pemimpin spiritual tokoh agama menjadi panutan dalam memberikan teladan hidup damai dan saling menghargai. Mereka mengajarkan pentingnya menghormati perbedaan dan mendorong umatnya untuk aktif dalam kegiatan lintas agama. Kedua sebagai mediator tokoh agama berperan dalam menyelesaikan potensi konflik yang muncul di masyarakat dengan cara musyawarah dan pendekatan persuasif. Ketiga sebagai agen edukasi sosial mereka menyampaikan ajaran agama yang menekankan pentingnya persaudaraan dan persatuan baik melalui khutbah ceramah maupun diskusi informal. Tokoh agama di Dusun Bendilputih juga aktif membangun komunikasi antar sesama tokoh lintas agama guna menciptakan kesepahaman dalam membina masyarakat yang harmonis. Faktor-faktor yang mendukung kerukunan di Dusun Bendilputih antara lain adalah kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya hidup damai adanya komunikasi yang baik antar tokoh agama dan warga serta kuatnya nilai gotong royong dan kekeluargaan yang telah mengakar sejak lama. Sementara itu faktor penghambat kerukunan muncul dalam bentuk perbedaan persepsi keterbatasan pemahaman terhadap ajaran agama lain dan adanya pendatang baru yang belum sepenuhnya beradaptasi dengan nilai-nilai lokal. Namun demikian hambatan-hambatan tersebut dapat diminimalisasi melalui pendekatan kekeluargaan pembiasaan hidup bersama serta kegiatan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran tokoh agama sangat krusial dalam menciptakan kehidupan yang rukun dan damai di tengah masyarakat yang beragam. Tokoh agama bukan hanya menyampaikan ajaran agama kepada umatnya tetapi juga berperan sebagai penjaga harmoni sosial. Mereka menjadi penghubung yang menjembatani perbedaan dengan sikap toleran dan terbuka. Studi ini juga membuktikan bahwa kerukunan tidak hanya dapat diciptakan melalui kebijakan pemerintah atau lembaga formal tetapi juga melalui pendekatan budaya lokal keteladanan tokoh dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan demikian penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu sosial dan pendidikan kewarganegaraan serta menjadi rujukan bagi program studi PPKn dalam mengembangkan nilai-nilai toleransi pluralisme dan harmoni sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk penguatan kebijakan lokal dalam mendorong peran tokoh agama sebagai agen perdamaian di tengah masyarakat multikultural.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Departemen Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 26 Jun 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/417257 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
