Karuniasari, Dhinda (2025) Pengaruh pola pemberian makan balita terhadap kasus stunting di wilayah Puskesmas Dinoyo Kota Malang / Dhinda Karuniasari</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Kekurangan gizi dalam jangka panjang dapat menyebabkan stunting yaitu gangguan pertumbuhan ditandai dengan tinggi badan balita dibawah standar usia seharusnya. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif anak. Praktik pemberian makan yang tidak mengikuti prinsip gizi seimbang dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola pemberian makan balita terhadap kejadian stunting. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi 331 ibu yang memiliki balita stunting di wilayah puskesmas Dinoyo Kota Malang. Jumlah sampel penelitian ditentukan menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi serta eksklusi kemudian diperoleh 181 balita stunting usia 12-59 bulan yang telah memenuhi syarat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengetahui karakteristik responden gambaran pola pemberian makan balita dan hasil pengukuran TB/U yang akan dihitung nilai z-score nya. Analisis data dilakukan memakai uji korelasi Spearman Rho dengan nilai signifikansi alpha 0 05. Hasil penelitian mengindikasikan sebagian besar ibu balita stunting memiliki pendidikan terakhir SMA/sederjat dengan pendapatan di bawah Upah Minimum Kota Malang. Selanjutnya sebagian besar balita stunting kurang tepat dalam mengonsumsi sayuran hijau kaya antioksidan konsumsi camilan protein nabati konsumsi ikan tinggi omega-3 konsumsi protein hewani tinggi zat besi konsumsi buah kaya vitamin D dan konsumsi suplemen tambahan. Berikutnya mayoritas jenis kelamin balita stunting perempuan memiliki rentang usia 12-23 bulan dengan karakteristik stunting pendek sebagai frekuensi tertinggi selain itu hanya terdapat 13 balita yang memiliki berat badan dibawah 2.500 gr. Kemudian sebagian besar ibu balita stunting memilih beras medium sebagai komoditas yang paling banyak mendapatkan respons terkait kenaikan harga bahan pangan. Selanjutnya hasil analisis bivariat menunjukkan pengaruh signifikan antara pola pemberian makan balita terhadap kejadian stunting dengan nilai p value 0 001. Balita yang tidak mendapatkan pola makan seimbang dan bervariasi seperti kurangnya asupan protein hewani dan mikronutrien memiliki risiko lebih tinggi mengalami kejadian stunting. Selain itu faktor ekonomi yaitu pendapatan keluarga yang rendah membuat pemilihan makanan kurang bervariasi dan lebih banyak mengandung karbohidrat tetapi rendah protein. Oleh karena itu diperlukan edukasi kepada ibu balita mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang serta kebijakan untuk mendukung ketersediaan pangan bergizi bagi keluarga berpenghasilan rendah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Teknik (FT) > Departemen Teknologi Industri (TI) > S1 Pendidikan Tata Boga |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 21 May 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/415718 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
