Kusmudiasri, Elita Dwi (2025) Hambatan berbicara bahasa Indonesia siswa down syndrome trisomi 21 dengan keterbelakangan menengah (moderately retarded) di SLB YPAC Kota Malang / Elita Dwi Kusmudiasri</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Berbicara berperan sebagai sarana komunikasi dalam interaksi sosial manusia. Namun anak dengan Down syndrome Trisomi 21 mengalami hambatan dalam kemampuan berbicara. Down syndrome Trisomi 21 dengan keterbelakangan mental menengah memiliki kondisi fisik dan kognitif yang berbeda khususnya dalam mekanisme berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hambatan berbicara pada siswa Down syndrome Trisomi 21 dengan keterbelakangan menengah di SLB YPAC Kota Malang. Fokus penelitian ini meliputi tiga aspek utama yaitu hambatan fonologis hambatan sintaksis dan hambatan interaksi bahasa verbal yang ditemukan pada siswa Down syndrome Trisomi 21 dengan keterbelakangan mental menengah di SLB YPAC Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Data penelitian ini berupa transkripsi dari ujaran siswa Down Syndrome Trisomi 21 yang mengindikasikan wujud hambatan berbicara.Sumber data utama penelitian ini yaitu empat siswa Down syndrome Trisomi 21 dengan keterbelakangan menengah (moderately retarded) di SLB YPAC Kota Malang. Selain itu penelitian ini juga menggunakan data sekunder berupa dokumen sekolah berupa laporan perkembangan siswa dan catatan kesehatan terkait kondisi mental empat siswa Down syndrome Trisomi 21 dengan keterbelakangan mental menengah(moderately retarded) di SLB YPAC Kota Malang. Penelitian ini menghasilkan temuan hambatan berbicara Bahasa Indonesia siswa Down SyndromeTrisomi-21 dengan keterbelakangan mental menengah (moderately retarded) di SLB YPAC Kota Malang dalam tiga fokus yaitu hambatan fonologis hambatan sintaksis dan hambatan interaksi bahasa verbal pada ujaran siswa tersebut. Berdasarkan temuan dan hasil penelitian hambatan fonologis memiliki presentase temuan data sebesar 34% hambatan sintaksis dengan presentase temuan data sebesar 20% dan hambatan interaksi bahasa verbal memiliki presentase temuan data sebanyak 46%. Pertama hambatan fonologis ditemukan dalamdua kategori berupa hambatan fonetis dan hambatan fonemis. Hambatan fonetis ditemukan dalam bentuk gangguan pada mekanisme artikulatoris pada produksi bunyi yang menyimpang berupa penyimpangan bunyi vokal konsonan dan diftong. Hambatan fonemis ditemukan dalam bentuk penyimpangan jumlah dan susunan fonem dalam kata yang meliputi wujud penambahan fonem wujud penghilangan fonem dan wujud perubahan fonem. Kedua hambatan sintaksis ditemukan dalam dua kategori berupa hambatan dalam menyusun frasa dan hambatan dalam menyusun kalimat. Hambatan dalam menyusun frasa terdiri dari kesalahan susunan frasa dan penyederhanaan struktur pada frasa verba dan frasa nomina. Hambatan dalam menyusun kalimat terdiri dari penghilangan predikat kesalahan urutan kata ketidaktepatan subjek dan objek dan kalimat tidak efisien pada kalimat aktif dan kalimat pasif. Ketiga hambatan interaksi bahasa verbal terbagi menjadi dua hambatan yaitu hambatan dalam interaksi bahasa reseptif dan hambatan dalam interaksi bahasa ekspresif. Hambatan reseptif berupa kesulitan memahami perintah serta kesulitan dalam menjawab pertanyaan. Hambatan ekspresif meliputi kesulitan dalam menyampaikan tanggapan dan kesulitan menyampaikan emosi melalui ujaran. . Kedua hambatan tersebut berupa kesulitan dalam memproses informasi verbal yang lebih kompleks dan bergantung pada petunjuk visual untuk memahami perintah memberikan jawaban yang relevan koheren dan sesuai dengan konteks percakapan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa Down syndrome Trisomi 21 dengan keterbelakangan menengah di SLB YPAC Kota Malang mengalami hambatan berbicara Bahasa Indonesia yang mencakup tiga aspek utama berupa hambatan fonologis hambatan sintaksis dan hambatan interaksi bahasa verbal. Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan berbicara pada siswa Down syndrome tidak hanya bersifat artikulatoris namun juga terdapat pada struktur dan fungsi bahasa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensidalam pengembangan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia bagi kebutuhan siswa Down syndrome.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Sastra (FS) > Departemen Sastra Indonesia (IND) > S1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 11 Jun 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/407179 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
