Putri, Akira Dwantara Putri (2025) Peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui strategi de-ekranisasi pada siswa kelas xii SMA Negeri 2 Karangan Kabupaten Trenggalek Jawa Timur / Akira Dwantara Putri</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan latar belakang rendahnya kemampuan menulis cerpen oleh siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Karangan Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Kegiatan menulis khususnya pada materi cerpen dianggap sebagai pembelajaran yang memerlukan kemampuan tingkat tinggi untuk menyelesaikannya. Hal ini karena siswa dituntut untuk berimajinasi kreatif dan mampu menyusun cerita dengan runtut. Namun dalam kegiatannya siswa masih merasa kesulitan untuk menuliskan ide menggambarkan tokoh menyusun dialog dan membuat alur cerita yang menarik serta berkesinambungan. Sebagian besar siswa masih menganggap bahwa proses menulis adalah sebuah kegiatan yang sulit dan menyita banyak tenaga untuk pengerjaannya. Beberapa penyebab adanya fenomena tersebut adalah kurangnya pemahaman mendalam dari cerpen yang sudah ada. Hal ini membuat siswa kurang dapat memahami bagaimana menciptakan cerpen yang bagus. Berikutnya adalah penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik dan tidak sesuai dengan zamannya. Siswa sekarang lebih cenderung menggunakan gawai untuk hampir seluruh kegiatan yang dilakukan sehingga media pembelajaran yang masih dan sekarang digunakan kurang mampu untuk meningkatkan motivasi. Yang terakhir adalah efek dari kedua permasalahan sebelumnya karena kurangnya pemahaman dan media pembelajaran yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman siswa menjadi kesulitan untuk menyusun cerpen. Akibatnya adalah kegiatan pembelajaran kurang terlaksana dengan baik dan banyak membuang waktu. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut penelitian ini menerapkan strategi de-ekranisasi dalam kegiatan menulis. De-ekranisasi sendiri adalah pengalihwahanaan media audio visual khususnya film ke dalam bentuk teks. Penggunaan media film sebagai stimulus siswa untuk menganalisis unsur-unsur seperti perkembangan cerita karakter dan penggunaan dialog dapat membantu mereka dalam menginterpretasikan serta memahami lebih dalam terkait cerita yang disampaikan oleh media tersebut. Siswa dapat menciptakan cerpen yang mirip atau sama seperti hasil menonton dengan penyesuaian gaya bahasa mereka. Proses tersebut tentunya tidak hanya menumbuhkan minat dalam menulis tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas serta kemampuan berpikir kritis siswa karena mereka dituntut untuk memahami isi dari media yang dilihatnya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan Kemmis dan McTaggart dan pendekatan kualitatif untuk menganalisis datanya. PTK milik Kemmis dan McTaggart terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan tindakan observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII-1 dan XII-2 dengan jumlah total siswa adalah 60. Proses pembelajaran dilaksanakan dalam dua siklus dengan menggunakan metode pembelajaran Think-Talk-Write. Siswa diajak untuk berpikir kritis setelah menonton film (Think) mendiskusikan hasil pikirannya bersama teman (Talk) dan menuliskan hasil berpikir kritis dan diskusi tersebut dalam bentuk cerpen secara individu (Write). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi de-ekranisasi efektif dalam kegiatan peningkatan kemampuan menulis cerpen siswa dan memberikan dampak signifikan. siswa mampu merancang cerita berdasarkan pola dari film yang telah ditontonnya. Pengembangan karakter siswa menjadi lebih hidup dan realistis baik dalam aspek emosional dan latar belakangnya. Siswa juga telah mampu untuk menyusun dialog yang relevan alami dan mampu membantu dalam mengembangkan cerita. Penyusunan alur cerita yang sebelumnya terkesan tergesa-gesa dan belum memenuhi keseluruhan struktur akhirnya dapat meningkat dengan baik serta lebih jelas. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran terutama dalam menulis cerpen. Penggunaan media audio visual yang dikombinasikan dengan kegiatan diskusi dan menulis menjadi pendekatan baru untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam membaut cerpen. Penerapan strategi ini juga dapat menjadi acuan bagi guru Bahasa Indonesia untuk membuat pembelajaran menulis cerpen yang lebih menarik dan produktif serta melibatkan siswa di dalamnya. Bagi siswa pembelajaran ini dapat memberikan ruang bagi mereka untuk bereksplorasi dalam mengembangkan potensi dan kreativitas mereka dalam berkarya. Bagi penelitian berikutnya yang mengangkat permasalahan serupa penelitian ini dapat menjadi landasan untuk mengembangkan strategi de-ekranisasi lebih lanjut dengan menerapkannya pada sesama teks cerpen naskah drama atau penulisan ilmiah. Dan bagi penulis strategi ini dapat membantu untuk memantik kreativitas untuk menciptakan karya-karya baru. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah penerapan strategi de-ekranisasi dalam peningkatan kemampuan menulis cerpen siswa terbukti efektif. Dengan menerapkan penggunaan media audio visual berupa film dan imajinasi siswa strategi ini dapat membantu untuk pemahaman secara konsep dan kemampuan dalam menginterpretasikannya pada bentuk teks. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan siswa menjadi lebih percaya diri dalam menulis hasil yang diberikan juga menunjukkan peningkatan signifikan terkait alur karakter dan dialog. Strategi de-ekranisasi dalam kegiatan menulis dapat menjadi salah satu alternatif untuk pengajaran menulis kreatif di sekolah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Sastra (FS) > Departemen Sastra Indonesia (IND) > S1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 13 Jun 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/407178 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
