Ketepatan dan ketidaktepatan bentukan kata berdasarkan proses morfofonemik pada karangan pemelejar bipa UM 2024 / Defara Safina Hayani</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Ketepatan dan ketidaktepatan bentukan kata berdasarkan proses morfofonemik pada karangan pemelejar bipa UM 2024 / Defara Safina Hayani</p>

Hayani, Defara Safina (2025) Ketepatan dan ketidaktepatan bentukan kata berdasarkan proses morfofonemik pada karangan pemelejar bipa UM 2024 / Defara Safina Hayani</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) menjadi penting seiring meningkatnya minat internasional terhadap Indonesia di bidang bisnis pariwisata dan pendidikan. Pemerintah Indonesia telah menetapkan standar program BIPA melalui Permendikbud Nomor 27 Tahun 2017 yang mendorong berbagai perguruan tinggi menyelenggarakan program ini. Dalam proses pembelajarannya keterampilan menulis menjadi aspek penting untuk mengukur penguasaan bahasa terutama dalam hal morfologi. Salah satu tantangan utama dalam keterampilan menulis adalah penerapan bentukan kata berdasarkan proses morfofonemik yakni perubahan bunyi dalam proses morfologis yang dapat menimbulkan kesalahan pada pemelajar BIPA. Faktor seperti kompleksitas struktur bahasa Indonesia dan perbedaan latar belakang bahasa ibu pemelajar turut memengaruhi terjadinya kesalahan dalam penulisan. Oleh karena itu penting untuk meneliti sejauh mana pemelajar BIPA memahami bentukan kata berdasarkan proses morfofonemik dalam tulisan mereka mengidentifikasi pola kesalahan yang terjadi serta mencari strategi pembelajaran yang efektif guna meningkatkan keterampilan menulis mereka. Berdasarkan paparan tersebut penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) mendeskripsikan ketepatan bentukan kata berdasarkan proses morfofonemik pada karangan pemelajar BIPA UM 2024 dan (2) mendeskripsikan kesalahan bentukan kata berdasarkan proses morfofonemik serta faktor terjadinya kesalahan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian yang digunakan berupa kata yang mengalami proses morfofonemik dan bentukan kata yang salah berdasarkan proses morfofonemik. Data diperoleh dari sumber data berupa karangan deskriptif dan argumentatif yang masing-masing berjumlah 26. Peneliti menggunakan instrumen berupa tabel analisis data. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik studi dokumentasi dengan cara menganalisis tulisan atau isi dari suatu dokumen yang sudah ada yaitu karangan pemelajar pada program BIPA UM 2024. Analisis yang dilakukan terhadap temuan data dilakukan menggunakan tahapan analisis yang merujuk teori Miles and Huberman (1994) yaitu (1) reduksi data peneliti menarik keluar data yang terjadi pengekalan fonem karena tidak terjadi perubahan bunyi dalam pembentukannya (2) display data tahapan ini dimulai dengan mengklasifikasikan data berdasarkan indikator tertentu dalam bentuk tabel dan dijelaskan secara naratif dan (3) penarikan kesimpulan dalam penelitian yang ini simpulan disusun dengan memaparkan temuan yang menjawab fokus penelitian yaitu ketepatan dan kesalahan dalam bentukan kata berdasarkan proses morfofonemik oleh pemelajar BIPA UM 2024. Berdasarkan temuan data yang terdapat dalam karangan pemelajar BIPA UM tahun 2024 diperoleh hasil berupa 520 ketepatan bentukan kata berdasarkan 4 jenis proses morfofonemik. Empat jenis proses morfofonemik tersebut (1) proses morfofonemik jenis penambahan fonem (2) proses morfofonemik jenis penghilangan fonem (3) proses morfofonemik jenis pergeseran fonem dan (4) proses morfofonemik jenis perubahan fonem. Peneliti juga menemukan 33 ketidaktepatan bentukan kata berdasarkan 3 jenis proses morfofonemik yaitu (1) jenis penambahan fonem (2) jenis penghilangan fonem dan (3) pergeseran fonem. Peneliti tidak menemukan kesalahan pada bentukan kata jenis perubahan fonem. Ketidaktepatan bentukan kata tersebut dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu (1) kesalahan akibat faktor interlingual (2) kesalahan akibat faktor interlingual dengan kategori overgeneralisasi mengabaikan batas aturan penerapan aturan yang tidak lengkap dan hipotesis konsep yang keliru dan (3) strategi komunikasi. Pemelajar BIPA mampu menghasilkan bentukan kata berdasarkan proses morfofonemik dalam karangan tulisannya dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi sesuai jenjang kemahiran. Ketepatan paling tinggi ditemukan pada proses penambahan fonem khususnya pada tingkat madya dengan ketepatan bentukan awalan me- dan pe- yang tepat. Pemelajar asal Tiongkok dan Vietnam menunjukkan variasi penggunaan yang akurat sementara penurunan ketepatan terjadi pada tingkat lanjut akibat kompleksitas struktur kalimat. Kesalahan paling banyak ditemukan pada penghilangan fonem diikuti penambahan dan pergeseran fonem dengan bentuk keliru seperti berkunjungi memperitahu dan mengunjui. Kesalahan ini rata terjadi di semua jenjang terutama pada tingkat pemula dan madya. Kesalahan tersebut disebabkan oleh dua faktor utama yaitu faktor interlingual (pengaruh bahasa ibu yang tidak mengenal afiksasi aglutinatif) dan intralingual (seperti overgeneralization dan incomplete application of rules). Sejalan dengan simpulan hasil penelitian peneliti memberi saran pada pemelajar BIPA untuk memperkuat pemahaman materi bentukan kata afiksasi. Pemelajar juga dapat memperkaya kosa kata bahasa Indonesia melalui latihan-latihan agar pemelajar dapat terbiasa dengan proses morfofonemik dan memahami bentuk-bentuk perubahan bunyi serta fungsinya dalam bahasa Indonesia. Bagi pengajar BIPA peneliti menyarankan agar dapat lebih menyiasati pembelajaran materi proses morfofonemik yang dirasa sulit dan memiliki banyak temuan kesalahan. Pengajar dapat menambah latihan-latihan dan mengoreksinya bersama-sama di kelas agar pemelajar memahami letak kesalahan mereka dan dapat segera memperbaikinya. Bagi peneliti lain khususnya yang hendak meneliti mengenai bentukan kata bahasa Indonesia dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai pembanding pelengkap atau penelitian lanjutan yang sejenis. Sebagai contoh penelitian ini dapat dijadikan sebagai perbandingan ketepatan dan ketidaktepatan bentukan kata berdasarkan proses morfofonemik pemelajar BIPA pada program lain dengan tingkatan serta latar belakang pelajar yang berbeda pula.

Item Type: Thesis (Diploma)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Departemen Sastra Indonesia (IND) > S1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: library UM
Date Deposited: 09 Jul 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/407159

Actions (login required)

View Item View Item