Pengaruh tingkat pendidikan, pelatihan, dan pengalaman mengajar terhadap profesionalisme guru ekonomi di SMA sekota Probolinggo / Rina Wahyuningtyas - Repositori Universitas Negeri Malang

Pengaruh tingkat pendidikan, pelatihan, dan pengalaman mengajar terhadap profesionalisme guru ekonomi di SMA sekota Probolinggo / Rina Wahyuningtyas

Rina (2010) Pengaruh tingkat pendidikan, pelatihan, dan pengalaman mengajar terhadap profesionalisme guru ekonomi di SMA sekota Probolinggo / Rina Wahyuningtyas. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata kunci tingkat pendidikan pelatihan pengalaman mengajar profesionalisme guru Pengembangan SDM merupakan hal yang penting bagi bangsa Indonesia memasuki era globalisasi. Tanpa mutu SDM yang unggul berarti tidak mempunyai daya saing yang tinggi maka bangsa Indonesia akan terpuruk di dalam persaingan kehidupan abad XXI. Oleh karena itu satu-satunya wadah yang berfungsi sebagai pengembangan SDM yang bermutu tinggi adalah pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk menciptakan kehidupan bangsa yang cerdas damai dan demokratis. Dalam hal ini Pendidikan Nasional memegang peranan penting dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan bangsa untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata baik material maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam sebuah proses pendidikan guru merupakan salah satu komponen yang sangat penting selain komponen lainnya seperti tujuan kurikulum metode sarana dan prasarana lingkungan dan evaluasi. Guru sebagai komponen yang paling penting karena dianggap mampu memahami mendalami melaksanakan dan akhirnya mencapai tujuan pendidikan (Ainurrofiq dalam M.Nurdin 2004). Mengingat guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan maka perlu dikembangkan sebagai tenaga profesi yang bermartabat dan profesional. Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen untuk menjadi guru yang profesional seseorang harus mempunyai empat kompetensi yakni kompetensi pedagogik kompetensi kepribadian kompetensi sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi Diyakini Robotham (1996 27) kompetensi yang diperlukan oleh seseorang tersebut dapat diperoleh melalui jalur pendidikan formal maupun pengalaman. Menurut Dedi Supriadi (1999 180) bahwa profesionalisme guru merupakan hasil dari profesionalisasi yang dijalaninya secara terus menerus. Artinya semakin lama seseorang menekuni profesi sebagai seorang guru akan semakin tinggi juga tingkat profesionalismenya begitu juga sebaliknya. Secara rinci diungkap Suyanto (2001) bahwa selama kemampuan profesional guru belum bisa mencapai tataran ideal guru bersangkutan harus mendapatkan pelatihan yang terus menerus. Dalam era globalisasi seperti sekarang semua ilmu pengetahuan cepat usang. Apalagi kalau guru tidak di-training dan tidak bisa memperoleh akses informasi yang baru dan jika itu terjadi maka guru akan ketinggalan. Maka tidak ragu lagi bahwa untuk mencapai kualitas pendidikan yang baik maka guru harus selalu ditingkatkan kemampuannya agar guru selalu segar informasinya kuat etos kerjanya dan cerdas akalnya. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah ii Tingkat Pendidikan (X1) Pelatihan (X2) Pengalaman Mengajar (X3) dan Profesionalisme Guru (Y). Penelitian ini dilakukan kepada para guru ekonomi di SMA se-Kota Probolinggo. Respondennya adalah guru ekonomi kepala sekolah dan para siswa dari guru yang diteliti. Dalam penelitian ini guru yang diteliti sebanyak 30 orang yang tersebar dalam 10 SMA baik Negeri maupun Swasta se-Kota Probolinggo. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kuesioner/angket tertutup yang sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan uji t dan uji F pada taraf signifikansi 0 05. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Variabel bebas yang meliputi pendidikan pelatihan dan pengalaman mengajar mempunyai pengaruh yang signifikan dengan profesionalisme guru ekonomi di SMA se-Kota Probolinggo. Hal ini ditunjukkan dari besarnya sebesar 0 440 artinya besarnya kontribusi pendidikan pelatihan dan pengalaman mengajar terhadap profesionalisme guru ekonomi di SMA se-Kota Probolinggo sebesar 44% dan sisanya 56% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini. (2) Secara parsial variabel tingkat pendidikan memiliki pengaruh yang paling dominan dengan hasil uji t hitung 2 080 dan koefisien regresi parsial sebesar 6 379 artinya bahwa apabila kondisi X1 (tingkat pendidikan) meningkat 1 satuan maka Y (profesionalisme guru) akan meningkat sebesar 6 379 satuan. Untuk variabel pelatihan t hitung 2 982 dan koefisien regresi parsial sebesar 2 276 artinya bahwa apabila kondisi X2 (pelatihan) meningkat 1 satuan maka Y (profesionalisme guru) akan meningkat sebesar 2 276 satuan. Dan untuk variabel pengalaman mengajar t hitung 3 248 dan koefisien regresi parsial sebesar -3 519 artinya bahwa apabila kondisi X3 (pengalaman mengajar) meningkat 1 satuan maka Y (profesionalisme guru) akan meningkat sebesar-3 519 satuan hal ini dapat terjadi karena nilai koefisien korelasinya yang bertanda negatif. Berdasarkan hasil penelitian di atas saran yang dapat diberikan pemerintah sebaiknya menerapkan quality control yang baik terhadap kinerja guru dengan cara menciptakan sistem pengawasan yang ideal untuk mengevaluasi dan mengawasi kinerja guru baik pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas tidak hanya dalam bentuk penilaian portofolio saja. Quality control yang dapat dilakukan oleh Kepala Sekolah maupun Pemerintah (Diknas Pendidikan) dalam hal ini dapat melalui (1) Penerapan sanksi yang tegas bagi guru yang telah terbukti melanggar aturan sehingga seorang guru dari waktu ke waktu akan semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensinya dan menunjukkan bentuk kinerja yang jauh lebih baik lagi. (2) Pelaksanaan Kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) pada guru ekonomi secara berkala dan periodik. Melalui MGMP tersebut semua guru ekonomi dapat bertukar informasi merumuskan permasalahan yang dihadapi sewaktu mengajar serta mencari pemecahannya secara bersama-sama. (3) Peningkatan kreativitas guru ekonomi dalam menciptakan metode-metode pembelajaran sehingga pembelajaran yang berlangsung tidak monoton dan lebih menyenangkan. Apabila kondisi seperti yang telah diuraikan di atas telah tercapai maka bukan hal yang tidak mungkin bahwa ini akan memberikan pengaruh yang sangat positif terhadap tingkat profesionalisme seorang guru dan hal ini dapat berdampak pada kualitas pendidikan di Indonesia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Ekonomi Pembangunan (EKP) > S1 Pendidikan Ekonomi
Depositing User: library UM
Date Deposited: 26 Nov 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/40511

Actions (login required)

View Item View Item