Wulandari, Rahma Cahya (2025) Resiliensi bertahan hidup nelayan tradisional bendungan Selorejo / Rahma Cahya Wulandari</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
RINGKASAN Nelayan tradisional bendungan adalah individu yang melakukan aktivitas penangkapan ikan dan hasil bendungan dengan menggunakan teknologi yang masih sederhana. Nelayan tradisional di wilayah ini mengandalkan pengetahuan lokal dan alat tangkap sederhana untuk mempertahankan mata pencaharian mereka. Dalam proses menjalani mata pencaharian ini nelayan sering dihadapkan dengan ketidakpastian atau kondisi rentan (vulnerability) baik dari perubahan iklim paceklik ikan kebijakan pemerintah krisis moneter anjloknya harga pasar dll. Kemampuan bertahan dan beradaptasi pada setiap tantangan menunjukkan adanya resiliensi yaitu kapasitas individu atau kelompok untuk pulih dari kesulitan menghadapi tantangan dan bahkan tumbuh dari situasi krisis. Strategi bertahan hidup nelayan akan diteliti dengan mengetahui kondisi sosial ekonomi para nelayan hubungan nelayan dengan pemerintah dan pihak lain serta bagaimana resiliensi nelayan dalam bertahan hidup. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di salah satu kawasan lingkar Bendungan Selorejo yaitu di Dusun Rejosari Desa Sumberagung Kec. Ngantang Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yakni kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan nelayan terbentuk melalui strategi bertahan hidup yang aktif pasif dan berbasis jaringan sosial. Untuk bertahan mereka menerapkan strategi hemat diversifikasi pekerjaan serta mulai memanfaatkan media sosial dalam penjualan. Komunitas lokal seperti kelompok Suji Makmur menjadi penopang solidaritas sosial menggantikan peran kelembagaan formal yang lemah. Selain itu pendidikan yang berakar pada pengalaman atau indigenous learning memiliki kontribusi signifikan dalam mengembangkan ketahanan mereka saat menghadapi tantangan seperti musim kekeringan penurunan kualitas air ketergantungan terhadap tengkulak serta kurangnya dukungan kelembagaan. Elemen-elemen yang mendukung resiliensi nelayan mencakup solidaritas antar anggota komunitas keyakinan spiritual dan kemampuan beradaptasi yang baik terhadap perubahan. ix
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) > S1 Pendidikan Luar Sekolah |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 25 Aug 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/404097 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
