Analisis potensi risiko cedera dengan menggunakan skor pada atlet pencak silat perisai diri / Nahdya Khosiba Wafa\' Kamilia</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Analisis potensi risiko cedera dengan menggunakan skor pada atlet pencak silat perisai diri / Nahdya Khosiba Wafa\' Kamilia</p>

Kamilia, Nahdya Khosiba Wafa' (2024) Analisis potensi risiko cedera dengan menggunakan skor pada atlet pencak silat perisai diri / Nahdya Khosiba Wafa\' Kamilia</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

p RINGKASAN Kamilia Wafa rsquo K.N. 2024 Analisis Potensi Resiko Cedera dengan Menggunakan skor FMS pada Atlet Pencak Silat Perisai Diri. Skripsi Departemen Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing Ahmad Abdullah M.Kes. Kata Kunci pencak silat skor FMS Risiko cedera. Pencak silat merupakan bagian dari seni bela diri yang semakin dikenal luas karena berbagai manfaatnya seperti untuk pertahanan diri pengembangan disiplin mental kebugaran fisik dan sebagai cabang olahraga (Ediyono amp Widodo 2019). Dalam pencak silat terdapat gerakan dasar seperti pukulan tendangan dan bantingan yang memerlukan unsur kekuatan kecepatan dan presisi dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu kebugaran jasmani dan rohani menjadi faktor penting untuk mendukung performa atlet. Namun salah satu hal yang harus dihindari oleh atlet adalah cedera. Sama seperti olahraga lainnya pencak silat memiliki risiko cedera yang cukup tinggi terutama karena karakteristiknya yang melibatkan kontak fisik langsung dengan lawan. Untuk mendukung karier atlet diperlukan upaya untuk meminimalkan risiko cedera. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan alat yang dapat mengidentifikasi tingkat risiko cedera yaitu Functional Movement Screening(FMS). Functional Movement Screening (FMS) adalah alat skrining yang dirancang untuk mengevaluasi berbagai aspek fungsional secara bersamaan seperti keseimbangan kekuatan dan rentang gerak. Alat ini membantu meningkatkan ketepatan dalam mengidentifikasi risiko cedera pada atlet (Guler Atalay dan Emre Atalay 2021). Dengan menggunakan FMS pola gerak dasar seseorang dapat dinilai untuk mengidentifikasi kelemahan dan disfungsi dalam sistem muskuloskeletal. Penelitian ini dilakukan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Perisai Diri Universitas Brawijaya dengan menggunakan metode total sampling yaitu mengukur seluruh sampel dari satu populasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Menurut Sugiyono (2019) metode kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan filsafat positivisme digunakan untuk mengkaji populasi atau sampel tertentu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen penelitian dengan analisis data bersifat kuantitatif atau statistik bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dimana pengumpulan data dilakukan pada satu waktu tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengukur langsung kinerja atlet dalam setiap gerakan FMS menggunakan alat bantu seperti tongkat pita pengukur dan rintangan. Proses pengumpulan data dimulai dengan mempersiapkan alat pendukung untuk gerakan FMS memperkenalkan alat kepada atlet dan memperagakan gerakan yang harus dilakukan. Sebelum atlet melaksanakan gerakan mereka diminta memberikan informasi terkait nama usia dan riwayat cedera. Selanjutnya atlet melakukan gerakan yang dinilai dan peneliti mencatat hasil gerakan berdasarkan skor FMS yang diperoleh. Penelitian ini menunjukkan hasil analisis gerakan pada atlet Pencak Silat Perisai Diri Universitas Brawijaya. Dari 37 atlet yang diteliti ditemukan bahwa mayoritas atlet memiliki pola gerakan yang cukup baik dengan risiko cedera yang rendah. Namun terdapat tiga atlet yang mendapatkan skor rendah mengindikasikan tingginya risiko cedera yang perlu mendapat perhatian khusus. Putra memiliki rata rata yang lebih tinggi dibanding atlet putri pada atlet laki laki memiliki rata-rata skor 17 plusmn sedangkan pada atlet putri memiliki skor rata-rata 16 plusmn . Perbedaan ini disebabkan oleh beberapa faktor tertentu. Dari tujuh gerakan dalam FMS ditemukan bahwa gerakan dengan skor tertinggi adalah Trunk Stability Push Up Deep Squat dan In-Line Lunge. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa atlet Pencak Silat Perisai Diri Universitas Brawijaya memiliki risiko cedera yang rendah meskipun terdapat beberapa atlet yang memerlukan perhatian khusus. Terdapat berbagai faktor yang mendukung tingginya skor pada beberapa atlet. Melalui penggunaan FMS ketidakseimbangan atau kekurangan keterampilan motorik yang dapat memicu cedera dapat diidentifikasi (Jiani et al. 2021). Dengan kata lain keterampilan kompleks mempengaruhi kompetensi gerak tubuh manusia yang berkaitan dengan kesehatan fisik aktivitas olahraga dan perilaku sehat. Menurut Morgan et al. (2023) individu yang tidak memiliki riwayat cedera serius cenderung mencatat skor FMS yang lebih tinggi karena tidak adanya gangguan biomekanik yang signifikan. Sebaliknya faktor yang menyebabkan skor FMS rendah pada beberapa atlet adalah riwayat cedera yang pernah dialami baik sebelum maupun selama menjalani latihan. /p

Item Type: Thesis (Diploma)
Divisions: Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) > Departemen Ilmu Keolahragaan (IK) > S1 Ilmu Keolahragaan
Depositing User: library UM
Date Deposited: 16 Jan 2024 04:29
Last Modified: 09 Sep 2024 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/400567

Actions (login required)

View Item View Item