Pemodelan banjir di sub daerah aliran sungai madiun dengan metode hidrograf satuan sintetik dan penerapan aplikasi hec-ras / Andhika Cesar Koesdwidharma</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Pemodelan banjir di sub daerah aliran sungai madiun dengan metode hidrograf satuan sintetik dan penerapan aplikasi hec-ras / Andhika Cesar Koesdwidharma</p>

Koesdwidharma, Andhika Cesar (2025) Pemodelan banjir di sub daerah aliran sungai madiun dengan metode hidrograf satuan sintetik dan penerapan aplikasi hec-ras / Andhika Cesar Koesdwidharma</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

p Analisis debit banjir merupakan suatu kajian yang esensial dalam pemahaman dan pengelolaan risiko bencana banjir. Pada tahun 2019 sebanyak 14 Desa yang ada di pinggiran sungai bengawan Madiun terendam banjir hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan curah hujan. Intensitas curah hujan yang tinggi dan sistem drainase yang belum optimal menjadi penyebab terjadinya genangan air. Penelitian ini bertujuan untuk (1) membandingkan hasil analisis debit banjir menggunakan metode hidrograf (2) pemodelan banjir pada sub daerah aliran sungai Madiun menggunakan hec-ras (3) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi debit banjir di sub daerah aliran sungai Madiun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif riset dengan data hujan maksimum Polygon Thiesen. Selanjutnya data hujan akan dilakukan perhitungan nilai debit hujan maksimum menggunakan metode distribusi Log Pearson III dan hujan jam-jaman Mononobe. Hasil distribusi jam-jaman Mononobe tersebut kemudian diinputkan pada perhitungan hidrograf satuan sintetik Nakayasu Limantara dan Gamma 1. Hasil ketiga hidrograf satuan sintetik tersebut kemudian dibandingkan dan menggunakan nilai debit puncak banjir terbesar untuk pemodelan menggunakan aplikasi HEC-RAS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Perbandingan hasil hidrograf satuan sintetik Nakayasu memberikan nilai debit banjir maksimum diantara metode hidrograf satuan sintetik Gamma 1 dan Limantara. Debit banjir maksimum hidrograf Nakayasu sebesar 2711 25 m sup3 /detik dan hidrograf Gama 1 sebesar 2691 18 m sup3 /detik serta hidrograf Limantara sebesar 1591 62 m sup3 /detik. (2) Hasil pemodelan banjir pada sub-DAS Sungai Madiun menggunakan HECRAS 6.5 dan debit hasil analisis hidrograf Nakayasu kala ulang 50 tahun sebesar 2711 25 m sup3 /detik menunjukkan bahwa terdapat 75% dari panjang wilayah titik penampang Sungai Madiun memiliki elevasi profil muka air melebihi tinggi elevasi tanggul Sungai Madiun. Rata-rata ketinggian banjir hasil pemodelan HEC-RAS 6.5 berkisar antara 0 7 meter hingga 0 8 meter. (3) Faktor utama yang mempengaruhi debit banjir di sub daerah aliran Sungai Madiun yaitu curah hujan yang tinggi dan kondisi berkelok/meander sungai Madiun. Faktor lainnya yang mempengaruhi debit banjir meliputi tingginya topografi pada bagian hulu banjir kiriman dari bagian hulu karakteristik sungai yang berkelok-kelok perubahan tata guna lahan yang terjadi bentuk DAS memanjang dengan pola aliran dendritik dan jenis tanah pada sungai tersebut. /p

Item Type: Thesis (Diploma)
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Departemen Teknik Sipil (TS) > S1 Teknik Sipil
Depositing User: library UM
Date Deposited: 05 Mar 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/399599

Actions (login required)

View Item View Item