Maulana, Ivan (2024) Pemetaan potensi daerah rawan kekeringan di Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang / Ivan Maulana</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
p Analisis pemetaan kekeringan membutuhkan pengolahan data yang cukup kompleks. Secara garis besar data yang perlukan adalah data curah hujan yang tersedia pada pos hujan pengukuran yang tersedia pada daerah masung-masing. Pada kenyataanya data yang tersedia masih memiliki kelemahan yakni tidak tersedia pada seluruh wilayah cakupan termasuk wilayah yang akan diteliti pada penelitian ini yakni Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Keterbatasan lokasi stasiun hujan tersebut yakni Pos Karangkates dan Pos Karangploso tidak menjadi halangan untuk dapat mengolah potensi curah hujan daerah yang akan di teliti data satelit CHIRPS dapat membantu sebagai data pendukung dalam mengolah data curah hujan pada wilayah tersebut. Proses menganalisis pemetaan kekeringan tersebut perlu adanya metode perhitungan yang digunakan yakni SPI atau Standaridize Precipitation Index. Perhitungan metode SPI perlu adanuya pendekatan nilai curah hujan pada data pos pengukuran curah hujan dan satelit CHIRPS dengan melalui proses uji konsistensi menggunakan RAPS uji validasi NSE dan RMSE serta uji kalibrasi menggunakan persamaan regresi. Uji RAPS pada kedua pos curah hujan mendapatkan nilai hasil dengan kriteria Konsisten. Selanjutnya uji validasi nilai NSE dengan interpretasi Memenuhi yakni sebasar 0 67 pada stasiun Karangkates 0 65 dan RMSE mendapatkan nilai sebesar 84 56 dan 88 77. Langkah selanjutnya yakni uji kalibrasi yang menemukan persamaan regresi yang memiliki nilai RMSE terkecil yakni 88 0 dan nilai NSE yang terbaik adalah persamaan regresi Linier Intercept pada kedua stasiun hujan yakni 0 65 dengan kriteria Memenuhi atau 0 36 lt NSE. Setelah mengolah data curah hujan CHIRPS yang telah dikoreksi maka perhitungan SPI dapat dilakukan. Metode SPI yang digunakan yakni terdapat periode defisit SPI 1 SPI 3 SPI 6 dan SPI 12. Data SPI tersebut direkapitulasi menjadi data yang akan diinterpolasi utnuk pemeetaan kekeringan dengan menggunakan aplikasi ArcGIS 10.7. Tujuan interpolasi tersebut untuk mengetahui nilai durasi dan defisit indeks kekeringan melalui tingkat curah hujan di wilayah Sumbermanjing Wetan. Hasil analisis tersebut menunjukan bahwa pada tahun 2019 nilai kekeringan terendah pada SPI 1 mencapai -2.05845332 pada periode Bulan November 2019 dengan kriteria Amat Sangat Kering (ASK). Adapun penilaian dengan metode SPI 3 mencapai nilai -2 004 pada defisit 3 bulanan di bulan Februari - April 2018 dengan kriteria Amat Sangat Kering (ASK) serta pada defisit 3 bulan dengan durasi 3 bulan dari November 2019 hingga Januari 2020 dengan kriteria SPI Sangat Kering (SK). /p
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Teknik (FT) > Departemen Teknik Sipil (TS) > S1 Teknik Sipil |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 11 Sep 2024 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2024 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/399547 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
