Studi numerik perbandingan perilaku lentur balok beton gradasi penampang persegi dan penampang t / Novia Maulidina Saputri</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Studi numerik perbandingan perilaku lentur balok beton gradasi penampang persegi dan penampang t / Novia Maulidina Saputri</p>

Saputri, Novia Maulidina Saputri (2024) Studi numerik perbandingan perilaku lentur balok beton gradasi penampang persegi dan penampang t / Novia Maulidina Saputri</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

p Penelitian terhadap beton gradasi masih belum dilakukan secara menyeluruh. Dalam konstruksi bangunan material beton biasa digunakan sebagai penyusun struktur balok kolom dan plat. Pada umumnya balok beton bertulang yang lebih sering digunakan adalah balok beton bertulang penampang persegi. dalam perhitungan kekuatan balok dalam menahan lentur didapati bahwa nilai lebar balok (b) lebih berkontribusi terhadap tegangan tekan (C) di atas garis netral balok. Sedangkan di bawah garis netral tegangan tidak dipengaruhi oleh lebar balok. Hal ini menunjukan bahwa kinerja balok dengan penampang T adalah dengan memindahkan bagian lebar balok di bawah garis netral ke bagian atas garis netral. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perbandingan pengaruh bentuk penampang persegi dengan penampang T pada balok beton gradasi yang memiliki jumlah tulangan luas penampang mutu beton dan mutu baja yang sama terhadap hubungan beban-defleksi regangan beton dan baja tulangan nilai daktilitas dan pola kegagalan pada balok beton gradasi. Sehingga akan diperoleh perbandingan antara balok penampang T dengan balok penampang persegi. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode numeris menggunakan software Abaqus CAE 2020. Tujuan penelitian untuk mengkomparasikan pengaruh bentuk penampang pada balok beton gradasi yaitu dengan balok beton gradasi penampang persegi dan penampang T. Benda uji berupa balok beton yang digunakan tersusun dengan dua mutu yang berbeda yaitu mutu 20 MPa dan 40 MPa. Mutu terbesar diletakkan pada serat tarik dan mutu terendah pada serat tekan. Setiap benda uji didesain dengan luas penampang yang sama dengan perbedaan pada bentuk penampang. Pengujian akan dilakukan dengan metode four-point bending yang menggunakan empat titik pengujian dimana dua titik pada bagian bawah sebagai titik tumpuan dan dua titik pada bagian atas sebagai titik pembebanan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa perbandingan terkait penampang T dan penampang persegi pada balok beton gradasi menunjukkan jika balok T memiliki capaian beban yang lebih baik dibandingkan balok persegi dengan selisih 7 40%. Nilai defleksi pada balok beton gradasi cenderung sama dengan balok beton normal dengan mutu rendah. Sementara itu desain penampang pada balok baik pada balok normal maupun balok gradasi menunjukkan bahwa penggunaan penampang T menghasilkan balok dengan nilai defleksi yang lebih tinggi dibandingkan penampang persegi. Dengan capaian regangan yang dihasilkan oleh balok T cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan balok persegi. Selanjutnya Penggunaan bentuk penampang T pada balok meningkatkan nilai daktilitas yang dapat dicapai oleh balok baik pada balok normal maupun balok gradasi. Pada balok beton gradasi balok penampang T memberikan peningkatan nilai sebesar 19 52%. Dan bentuk kegagalan yang terjadi pada balok normal dan balok gradasi berupa kegagalan lentur-geser. Pada seluruh benda uji retak awal muncuk di area lentur murni lalu diikuti yang kemudian diikuti munculnya retak di area bentang geser. Pola kegagalan yang dihasilkan pada balok penampang T tidak jauh berbeda dengan pola kegagalan pada balok persegi. /p

Item Type: Thesis (Diploma)
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Departemen Teknik Sipil (TS) > S1 Teknik Sipil
Depositing User: library UM
Date Deposited: 28 Aug 2024 04:29
Last Modified: 09 Sep 2024 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/399539

Actions (login required)

View Item View Item