Tyas, Estuning (2025) Produksi nanopartikel selenium biogenik dari isolat bakteri msf10 dan msf11 serta aktivitasnya sebagai antioksidan dan antimikroba / Estuning Tyas</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Selenium adalah trace element yang berperan penting dalam sistem biologis termasuk mengurangi risiko penyakit. Namun selenium anorganik seperti Na2SeO3 yang sering ditambahkan pada makanan untuk mencukupi kebutuhan harian memiliki bioavailabilitas yang rendah. Selenium nanopartikel (Se-NP) menawarkan solusi dengan aktivitas biologis tinggi seperti antioksidan dan antibakteri serta bioavailabilitas yang lebih baik. Metode biogenik untuk sintesis Se-NP kini banyak dikembangkan karena lebih ramah lingkungan dibandingkan metode kimia atau fisik. Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa isolat bakteri MSF10 dan MSF11 memiliki kemampuan dalam mereduksi SeO3 sup2 menjadi selenium (Se0) menunjukkan potensi efisien dalam produksi Se-NP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) morfologi sifat Gram dan spesies isolat MSF10 dan MSF11 (2) kemampuan isolat MSF10 dan MSF11 dalam mereduksi selenit (3) pengaruh waktu suhu dan pH inkubasi terhadap kondisi optimum SSRE (sodium selenite reduction efficiency) (4) karakteristik Se-NP biogenik (5) aktivitas antioksidan dan (6) aktivitas antimikroba Se-NP. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan (1) pemurnian isolat MSF10 dan MSF11 (2) identifikasi molekuler isolat MSF10 dan MSF11 dengan gen 16S rRNA (3) pembuatan kurva pertumbuhan isolat MSF10 dan MSF11 (4) skrining isolat bakteri pereduksi selenit (5) optimasi SSRE (6) pemurnian Se-NP (7) karakterisasi Se-NP untuk mengetahui sifat kristalinitas keberadaan gugus fungsi morfologi permukaan partikel ukuran partikel dan spektrum serapan elektromagnetik Se-NP (8) uji antioksidan Se-NP serta (9) uji aktivitas antimikroba Se-NP. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa isolat MSF10 dan MSF11 yang telah murni memiliki koloni berwarna putih pada media SMA (skimmed milk agar) sel nya berbentuk basil dan bersifat Gram negatif. Kedua isolat mampu mereduksi selenit menjadi selenium nanopartikel yang ditandai dengan perubahan warna pada media fermentasi menjadi merah bata. Kondisi SSRE optimum kedua isolat dicapai pada pH yang cenderung basa. Pola difraksi XRD Se-NP menunjukkan bahwa partikel memiliki sifat kristalin. Spektrum FTIR menunjukkan keberadaan gugus fungsional yang mengindikasikan peran biomolekul yang mungkin berperan dalam proses stabilisasi partikel namun hal ini perlu diverifikasi lebih lanjut. Morfologi partikel yang diamati melalui SEM menunjukkan bentuk partikel bulat dengan distribusi ukuran yang relatif seragam. Analisis ukuran partikel dalam pelarut air menggunakan PSA menunjukkan bahwa partikel yang dihasilkan kemungkinan terjadi aglomerasi. Spektrum UV-Vis menunjukkan puncak serapan pada daerah UV. Adapun Se-NP tidak menunjukkan aktivitas antioksidan terhadap DPPH dan antijamur terhadap M. furfur. Namun Se-NP menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus. Dengan demikian MSF10 dan MSF11 mampu mereduksi selenit menjadi selenium nanopartikel (Se-NP) secara optimum pada pH basa. Se-NP yang dihasilkan bersifat kristalin dan berbentuk bulat. Partikel menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus namun tidak aktif sebagai antioksidan maupun antijamur.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Biologi (BIO) > S1 Bioteknologi |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 22 Aug 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/396036 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
