Artikawati, Mada Shahar (2024) Investigasi ukuran hidrolisat protein ikan dari sisik ikan lemuru (sardinella lemuru) yang diproduksi menggunakan campuran papain-bromelin / Mada Shahar Artikawati</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
p Hidrolisat protein ikan (HPI) merupakan peptida pendek dan asam amino yang terbentuk melalui proses pemutusan ikatan polipeptida kolagen pada jaringan ikan. Sisik ikan digunakan pada penelitian ini dikarenakan sisik merupakan jaringan ikan yang sering luput dari pengolahan kembali padahal memiliki potensi yang sama besarnya dengan jaringan ikan lainnya seperti kepala duri maupun isi perut. HPI memiliki bioaktivitas yang beragam salah satunya sebagai agen anti-inflamasi. Pada mekanismenya peptida pendek dengan ukuran di bawah 1 kDa atau dalam bentuk residu asam amino yang terdiri dari 2-20 residu memiliki aktivitas yang paling tinggi. Hal tersebut terjadi dikarenakan daya serap yang tinggi di dalam sistem pencernaan sehingga penetrasi pada sel terjadi lebih cepat dibandingkan dengan ukuran peptida yang lebih besar. Produksi HPI sisik lemuru yang menggunakan enzim papain menghasilkan peptida sederhana dengan ukuran 25-36 kDa. Dengan mengingat kebutuhan peptida yang lebih kecil dilakukan produksi dengan sistem enzim ganda serentak dengan menggunakan enzim papain dan bromelin yang dioptimasi menggunakan metode statistika respons permukaan pada faktor produksinya. Penelitian ini memiliki peran pada investigasi ukuran HPI yang dihasilkan pada desain produksi tersebut. Pertama-tama dilakukan uji menggunakan SDS-PAGE untuk mengetahui berat molekulnya dilanjutkan dengan uji konfirmasi kandungan produk melalui gugus fungsinya menggunakan FTIR lalu uji kualitatif untuk keberadaan polipeptida dengan metode biuret dan uji kualitatif keberadaan asam amino bebas menggunakan metode ninhidrin. Hasil menunjukkan tidak terlihatnya pita protein bahkan pada poliakrilamid gel dengan konsentrasi tertinggi sekalipun (resolving gel 20% stacking gel 5 7%). Hal ini didukung dengan hasil FTIR yang tidak menunjukkan keberadaan gugus C-N yang merupakan ikatan antara satu peptida dengan peptida lainnya hasil negatif uji biuret dan hasil positif uji ninhidrin. Berdasarkan temuan-temuan tersebut produksi hidrolisat dengan sistem enzim ganda papain-bromelin serentak menghasilkan hidrolisat protein berukuran kecil bahkan kemungkinan berupa asam amino bebas. Penelitian ini menunjukkan keberhasilan produksi HPI berukuran kecil menggunakan sistem enzim ganda dengan menyoroti potensi sisik ikan sebagai sumber protein yang berkelanjutan. /p
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Kimia (KIM) > S1 Kimia |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 14 Jan 2024 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2024 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/395580 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
