Identifikasi struktur bawah permukaan cekungan sedimen Jawa Timur Selatan pada formasi Turen, Kabupaten Malang berdasarkan data gravitasi / Amanu Setiawan</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Identifikasi struktur bawah permukaan cekungan sedimen Jawa Timur Selatan pada formasi Turen, Kabupaten Malang berdasarkan data gravitasi / Amanu Setiawan</p>

Setiawan, Amanu (2025) Identifikasi struktur bawah permukaan cekungan sedimen Jawa Timur Selatan pada formasi Turen, Kabupaten Malang berdasarkan data gravitasi / Amanu Setiawan</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Tatanan geologi Indonesia yang kompleks akibat interaksi lempeng tektonik aktif telah menghasilkan beragam struktur geologi termasuk banyak cekungan sedimen yang tersebar di seluruh wilayahnya. Cekungan Sedimen Turen merupakan cekungan yang terletak di Jawa Timur Selatan yang potensial namun struktur bawah permukaannya belum banyak dieksplorasi. Pemahaman mendalam mengenai arsitektur bawah permukaan seperti kedalaman batuan dasar ketebalan sedimen dan struktur patahan pengontrolnya masih sangat terbatas padahal informasi ini krusial untuk evaluasi potensi sumber daya geologi dan mitigasi bencana. Identifikasi terhadap struktur bawah permukaan dalam studi ini dilaksanakan dengan membangun sebuah model menggunakan data gravitasi. Metode gravitasi dipilih karena kemampuannya yang efektif dan non-invasif untuk memetakan struktur geologi berdasarkan kontras densitas batuan. Identifikasi struktur patahan dilakukan dengan menganalisis data sekunder dari Pusat Survei Geologi. Data tersebut diolah untuk mendapatkan anomali Bouguer lengkap (CBA) dipisahkan menjadi anomali regional dan residual lewat analisis spektrum dan terakhir diinterpretasikan menggunakan metode turunan seperti First Horizontal Derivative dan Second Vertical Derivative. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai Complete Bouguer Anomaly (CBA) pada rentang 37 82 hingga 143 38 mGal. Anomali ini berhasil dipisahkan menjadi anomali regional (kedalaman 6 74 km) dengan rentang 44 82 hingga 141 40 mGal dan anomali residual (kedalaman 2 76 km) dengan rentang -9 25 hingga 9 63 mGal. Analisis derivatif pada lintasan A-A rsquo berhasil mengidentifikasi 3 struktur patahan yang terdiri dari satu patahan naik dan dua patahan turun. Hasil pemodelan 2D menunjukkan adanya 5 lapisan batuan dengan densitas masing-masing Formasi Wonosari (2 48 g/cm 3) Formasi Nampol (2 53 g/cm 3) Formasi Wuni (2 64 g/cm 3) anggota Tuf Formasi Mandalika (2 78 g/cm 3) dan Formasi Mandalika (3 0 g/cm 3) serta kedalaman batuan dasar 3 5 km. Kondisi geologi Formasi Turen berpotensi untuk dilakukan eksplorasi hidrokarbon dan air tanah. Informasi patahan yang didapat pada penelitian ini membantu dalam penyusunan peta mikrozonasi dalam upaya mitigasi bencana gempa bumi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Fisika (FIS) > S1 Fisika
Depositing User: library UM
Date Deposited: 27 Aug 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/395043

Actions (login required)

View Item View Item