Iryas, Nabilla Endmal Putri Iryas (2025) Studi dampak literasi media sosial terhadap perilaku cyberbullying pada siswa SMK / Nabilla Endmal Putri Iryas</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Studi Dampak Literasi Media Sosial terhadap Perilaku Cyberbullying pada Siswa SMK RINGKASANNabilla Endmal Putri Iryas. 2025. Studi Dampak Literasi Media Sosial terhadap Perilaku Cyberbullying pada Siswa SMK. Skripsi. Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati S.Pd. M. Pd. Prof. Dr. Henny Indreswari M.Pd. Kata kunci literasi media sosial cyberbullying perilaku online. Pada era digital seperti sekarang media sosial digunakan dalam segala sendi kehidupan siswa SMK. Di balik semua kemudahan yang ditawarkan oleh fitur-fitur sosial media. Salah satu dampak yang dapat ditimbulkan yaitu cyberbullying. Cyberbullying merupakan tindakan menyimpang merugikan korban dan dilakukan di media sosial. Diduga rendahnya literasi sosial media menjadi faktor penyebab siswa sulit membedakan antara perilaku yang baik dan perilaku tidak baik dalam berinteraksi online. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemahaman siswa SMK mengenai literasi media sosial dan dampaknya terhadap perilaku cyberbullying mengetahui dampak apa saja yang mempengaruhi antara literasi media sosial dengan cyberbullying. Penelitain kualitatif studi digunakan peneliti untuk memahami kasus cyberbullying secara mendalam. Peneliti memiliki peran sebagai instrumen utama (human instrument) penelitian. Data dikumpulkan menggunakan wawancara observasi dan studi dokumentasi. Subjeknya adalah siswa SMK di kota Malang yang pernah melakukan cyberbullying subjek dipilih dengan purposive sampling sebuah kriteria tertentu yang telah ditetapkan peneliti. Informanyang dilibatkan meliputi teman dekat dari subjek dan guru Bimbingan dan Konseling. Untuk uji validitas data menggunakan triangulasi metode. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan seluruh subjek sudah mengenal cyberbullying namunbelum memahami secara mendalam jenis-jenis atau dampaknya. Subjekmenganggap perilaku menyindir mencaci menyebarkan konten penggunaan kata kasar rasis merupakan hal yang biasa dilakukan untuk bersenang-senang menghibur diri atau menyesuaikan dan mudah berbaur dengan lingkungan pertemanan. Bentuk cyberbullying yang ditemukan yaitu flaming (provokasi) harassment (pelecehan) denigration (pencemaran nama baik) outing (penyebaran rahasia) trickery (penipuan atau manipulasi) serta penggunaan kata-kata kasar dan rasis dalam grup percakapan. Penyebab perilaku ini berasal dari dua sisi yaitu faktorinternal seperti ingin menunjukkan eksistensi pelampiasan emosi negatif dan kurangnya empati. Faktor eksternal seperti pengaruh teman sebaya lingkungan sosial yang permisif dan minimnya kontrol dari guru maupun orang tua. Meskipun sekolah telah melakukan sosialisasi dan penyuluhan materi yang disampaikan belum spesifik dan mendalam terkait praktik nyata siswa di media sosial. Untuk penanganan masalah cyberbullying juga masih berusaha menyelesaiakan masalah yang sedang terjadi bukan menyelesaikan masalah mulai dari akar permasalahannya.Berdasarkan penelitian mengenai Studi Dampak Literasi Media Sosialterhadap Perilaku Cyberbullying pada Siswa SMK yang telah dilakukan menghasilkan beberapa kesimpulan. 1) siswa dalam memahami cyberbullying masih kurang 2) meskipun memahami bahwa perilaku ini merupakan perilaku negatif di media sosial siswa belum mampu menyebutkan dan menjelaskan bentuk spesifik perilaku tersebut dalam kehidupan mereka 3) banyak dari informan masih menganggap bahwa perilaku mengejek menyindir mencaci maki dan menyebarkan konten pribadi sebagai bahan bercanda. 4) tingkat literasi media sosial siswa tergolong rendah terutama dalam aspek etika dan moral 5) merekalebih memahami penggunaan media sosial secara teknis tetapi kurang mampu mem-filter bersikap dan berpikir kritis serta memahami batasan dalam berkomunikasi digital 6) sekolah dalam mengedukasi literasi media sosial belum terlalu sistematis. Berdasarkan simpulan tersebut rekomendasi untuk guru Bimbingan dan Konseling menjadikan penelitian ini sebagai bahan evaluasi pengembangan layanan bimbingan terkhusus untuk pencegahan cyberbullying dan menyusun modul layanan yang membahas secara spesifik karakteristik perilaku cyberbullying serta upaya menghadapinya sesuai dengan usia (15-17 tahun) dan kondisi siswa SMK. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya hendaknya melanjutkan penelitian dengan jumlah partisipan yang lebih luas supaya hasil penelitian lebih general. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi keterlibatan orang tua dalam upaya mencegah perilaku bullying di kalangan siswa. Nabilla Endmal Putri Iryas S1 Bimbingan dan Konseling
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Bimbingan dan Konseling (BK) > S1 Bimbingan dan Konseling |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 17 Jul 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/392260 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
