Hambatan kognitif siswa sekolah menengah pertama (SMP) dalam pembelajaran bentuk aljabar / Analisa Fitria</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Hambatan kognitif siswa sekolah menengah pertama (SMP) dalam pembelajaran bentuk aljabar / Analisa Fitria</p>

Fitria, Analisa (2025) Hambatan kognitif siswa sekolah menengah pertama (SMP) dalam pembelajaran bentuk aljabar / Analisa Fitria</p>. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Aljabar merupakan bagian penting dalam matematika yang membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir abstrak dan pemecahan masalah. Dalam kurikulum Indonesia aljabar mulai diajarkan di kelas 7 dan mencakup berbagai konsep seperti bentuk aljabar persamaan dan pertidaksamaan. Namun penelitian menunjukkan bahwa banyak siswa di Indonesia mengalami kesulitan dalam memahami bentuk aljabar. Hal ini juga sesuai dengan hasil PISA 2022 yang mencatat bahwa kurang dari 18% siswa Indonesia mampu mencapai Level 2 dalam matematika sedangkan rata-rata OECD mencapai 69%. Pada Level 2 siswa dapat memahami hubungan antar bilangan dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah sederhana termasuk yang melibatkan variabel . Artinya dalam konteks bentuk aljabar ini menunjukkan bahwa banyak siswa Indonesia kesulitan memahami variabel dan gagal menghubungkannya dengan bentuk aljabar secara formal. Tall (2004) menjelaskan bahwa pengalaman belajar sebelumnya yang disebut met-before dapat membantu atau justru menghambat siswa dalam mengkonstruksi konsep baru. Mengingat pembelajaran bentuk aljabar adalah materi awal siswa dalam matematika abstrak disekolah menengah maka besar kemungkinan bahwa hambatan ini dapat terjadi karena ketidaksesuaian antara pemahaman awal siswa dan konsep baru yang diperkenalkan dalam pembelajaran formal. Penelitian ini berfokus pada hambatan kognitif yang dialami siswa kelas VII dalam memahami bentuk aljabar yang mencakup konsep variabel unsur-unsur bentuk aljabar operasi bentuk aljabar dan pemodelan bentuk aljabar. Hambatan kognitif dalam penelitian ini merujuk pada kerangka Beyene (2023) yaitu ketidaksesuaian antara pengetahuan awal siswa berdasarkan pengalaman sebelumnya (Met-Before the Lesson/MBL) dan konsep baru yang diajarkan di kelas (Met-During the Lesson/MDL). Hambatan kognitif ini dianalisis berdasarkan hasil observasi di kelas yang mencakup interaksi selama pembelajaran serta kesalahan yang ditemukan dalam penyelesaian tugas yang diberikan oleh guru. Selain itu penelitian ini juga mempertimbangkan situasi didaktis dalam pembelajaran dengan menelaah peran milieu (sumber belajar seperti buku teks dan LKPD) serta didaktik (cara guru mengajar dan interaksi dalam pembelajaran) dalam kontribusinya terhadap munculnya hambatan kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode fenomenologi deskriptif Giorgi yang berfokus pada menggali pengalaman siswa ketika mengalami hambatan kognitif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran analisis jawaban siswa dalam tugas serta wawancara berbasis kesalahan. Selain itu dilakukan analisis situasi didaktik mencakup pengamatan terhadap sumber belajar dan didaktik guru. Analisis data dilakukan berdasarkan kerangka konseptual penelitian yaitu ketidaksesuaian antara MBL dan MDL sebagai indikator utama hambatan kognitif. Analisis ini melibatkan identifikasi kesalahan siswa dalam memahami bentuk aljabar sebagai indikasi hambatan kognitif kemudian mengaitkannya dengan situasi didaktik selama pembelajaran. Data yang dikumpulkan dikategorikan berdasarkan materi pembelajaran bentuk aljabar yaitu hambatan dalam konsep variabel bentuk aljabar dan unsur-unsurnya hambatan ketika mengoperasikan bentuk aljabar atau hambatan kognitif pada pemodelan bentuk aljabar. Kemudian situasi didaktik pembelajaran diobservasi untuk melihat kontribusinya terhadap hambatan kognitif tersebut. Jadi penelitian ini tidak hanya mengeksplorasi hambatan yang dialami siswa tetapi juga mendiskripsikan faktor-faktor dari situasi pembelajaran yang memicu atau mendorong terjadinya hambatan kognitif pada siswa. Hasil penelitian memaparkan temuan hambatan kognitif yang dialami siswa kelas VII dalam pembelajaran bentuk aljabar khususnya terkait ketidaksesuaian antara Met-before Lesson (MBL) dan Met-during Lesson (MDL). Hambatan-hambatan tersebut meliputi disconnect-kognitif deceptive compatibility penebalan kesalahan cognitive disruption transisi yang terputus konstruksi tanpa makna pengawetan lubang konstruksi over-generalisasi gap kognitif dan kegagalan transisi kognitif. Hambatan ini terjadi karena siswa kesulitan mengintegrasikan pengetahuan awal yang mereka miliki sebelumnya ke dalam konsep baru dalam pembelajaran bentuk aljabar. Temuan penelitian juga menegaskan bahwa situasi didaktik berperan dalam memperkuat terjadinya hambatan kognitif siswa. Sumber belajar seperti buku teks dan buku pelengkap modul ajar atau LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) memiliki pendekatan yang tidak konsisten dalam mengenalkan konsep sehingga siswa menerima representasi konsep yang berbeda tanpa adanya integrasi yang jelas. Pengajaran didaktik guru dalam kelas yang lebih berorientasi pada penyelesaian soal prosedural daripada pemahaman konsep juga menyebabkan miskonsepsi siswa semakin sulit untuk diperbaiki. Kurangnya eksplorasi dan kegiatan yang menghubungkan antara pengetahuan awal siswa (MBL) dan konsep baru (MDL) dalam pembelajaran semakin memperkuat kesulitan mereka dalam mengkonstruksi konsep bentuk aljabar secara konseptual . Penelitian ini menegaskan bahwa hambatan kognitif dalam pembelajaran bentuk aljabar bukan hanya berasal dari keterbatasan kognitif individu siswa tetapi juga dipengaruhi oleh situasi didaktik yang kurang mendukung konstruksi konseptual antara MBL dan MDL. Oleh karena itu diperlukan strategi pembelajaran yang lebih eksplisit dalam memperhatikan pengetahuan awal siswa dengan konsep baru dalam bentuk aljabar serta penguatan dalam desain bahan ajar dan pendekatan pengajaran yang lebih menekankan pada eksplorasi konsep daripada sekadar latihan prosedural. Selain itu diperlukan refleksi dalam proses pembelajaran untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa yang tidak terdeteksi sehingga kesalahan konseptual dapat diperbaiki sebelum semakin mengakar dalam pemahaman mereka.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Matematika (MAT) > S3 Pendidikan Matematika
Depositing User: library UM
Date Deposited: 01 Jul 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/391755

Actions (login required)

View Item View Item