Jayapada, Gegana (2025) Argumen dan berpikir kritis mahasiswa dalam esai argumentatif / Gegana Jayapada</p>. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Kemampuan berpikir kritis dan argumentatif merupakan kompetensi esensial yang sangat dibutuhkan mahasiswa dalam penulisan esai akademik khususnya di era digital yang sarat informasi. Pergeseran sumber belajar dari cetak ke digital menuntut kecakapan literasi informasi dan strategi membaca yang lebih reflektif dan kritis. Penyusunan anotasi bibliografi dipandang potensial sebagai jembatan kognitif antara aktivitas membaca dan menulis namun peranannya dalam membangun kualitas argumen mahasiswa belum banyak diteliti secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan argumen dan berpikir kritis yang ditulis mahasiswa pada esai argumentatif menggunakan Model Toulmin Argumentation Pattern (TAP) dan Critical Thinking Framework Facione. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) untuk mengeksplorasi secara mendalam fenomena argumen dan berpikir kritis yang terkandung dalam esai argumentatif. Partisipan penelitian berasal dari mahasiswa pada dua kampus yakni (1) universitas negeri dan (2) universitas swasta. Adapun mahasiswa yang terlibat meliputi mahasiswa semester II dan IV. Data penelitian ini berupa kata kalimat dan paragraf. Sumber data penelitian ini berupa karya tulis mahasiswa berbentuk esai argumentatif. Esai argumentatif yang menjadi sumber data ialah tulisan argumentatif yang dihasilkan melalui proses membaca bahan bacaan digital berupa artikel e-book surat kabar. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan sumber data penelitian. Setelah sumber data didapatkan maka sumber data diseleksi. Analisis data penelitian ini dilakukan melalui enam tahapan meliputi (1) identifikasi dan klasifikasi data (2) kodifikasi data (3) penyajian data (4) interpretasi data dan (5) penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam menulis argumen dan proses berpikir kritis mahasiswa pada dua kampus belum sepenuhnya maksimal karena terbatasnya waktu pengerjaan di kelas. Selain itu mahasiswa cenderung mahir menulis dengan Laptop atau HP daripada menulis dengan tangan. Hal ini didasarkan atas temuan argumen invalid karena falasi yang terjadi dan kesesatan berpikir kritis yang terjadi yang tercermin dalam argumen invalid. Pertama temuan argumen mahasiswa dalam esai argumentatif. Temuan menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar mahasiswa mengikuti struktur valid argumen dengan pola Toulmin Argumentation Pattern (TAP) khususnya elemen claim ground dan warrant namun validitas struktural tersebut belum diikuti dengan kedalaman argumentasi yang memadai karena lemahnya elaborasi backing dan rebuttal sehingga tidak ada justifikasi epistemik atas klaim. Selain ditemukan argumen valid dengan pola yang bervariasi juga teridentifikasi argumen invalid yang ditandai oleh missing ground irrelevant ground unwarranted assumptions serta kelemahan dalam mengelola bukti dan logika yang pada umumnya bersumber dari keterbatasan metakognitif mahasiswa dalam memilih serta mengontekstualisasikan data empiris. Kedua hasil dan temuan berpikir kritis mahasiswa pada argumen dalam esai argumentatif. Temuan menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa membangun argumen valid yang mengikuti unsur claim ground dan warrant namun kerap tidak konsisten terhadap urutan klasik TAP serta minim menggunakan elemen backing dan rebuttal. Banyak argumen valid secara struktur namun masih bersifat mekanis dan kurang mendalam dari segi analisis kritis sementara sejumlah argumen invalid menunjukkan kesalahan logika seperti missing ground irrelevant ground dan unwarranted assumptions akibat keterbatasan pengelolaan bukti dan refleksi kritis. Minimnya integrasi backing rebuttal serta konvensi diskursus keilmuan menyebabkan kelemahan dalam membangun argumen yang dialogis dan kontekstual. Secara umum validitas formal argumen mahasiswa belum diikuti pemanfaatan data empiris yang terintegrasi dan analisis reflektif yang mendalam sehingga dibutuhkan penguatan aspek epistemik dan praktis agar argumentasi yang dihasilkan tidak hanya logis tetapi juga relevan secara akademik dan praktis. Berdasarkan paparan sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa kualitas argumen dan berpikir kritis mahasiswa dalam esai argumentatif masih beragam meski telah difasilitasi dengan bahan bacaan digital dan penyusunan anotasi bibliografi. Argumen valid dan invalid ditemukan dalam jumlah yang hampir seimbang mencerminkan bahwa dalam waktu terbatas mahasiswa belum dapat menghasilkan argumen yang kuat dan kritis secara konsisten. Berpikir kritis mahasiswa teridentifikasi melalui komponen interpretasi analisis evaluasi dan inferensi namun masih terdapat kesesatan berpikir kritis sehingga menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman serta praktik berpikir kritis untuk meminimalisasi argumen yang lemah. Mahasiswa disarankan untuk terus mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan argumentatif melalui pembelajaran mandiri refleksi dan keikutsertaan dalam diskusi atau pelatihan. Dosen disarankan dapat menyediakan bahan ajar interaktif yang memuat contoh argumen valid dan invalid guna mendorong berpikir kritis. Kampus perlu memperkuat program dan kebijakan yang mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis secara institusional melalui pelatihan seminar atau penguatan kurikulum. Peneliti lanjutan disarankan memperluas studi dengan mengeksplorasi variabel baru serta mengembangkan intervensi dan instrumen penilaian yang lebih spesifik untuk meningkatkan kualitas argumen dan berpikir kritis mahasiswa.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Sastra (FS) > Departemen Sastra Indonesia (IND) > S3 Pendidikan Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 13 Aug 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/391637 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
