Vardani, Eka Nova Ali (2025) Konstruksi disinformasi dan misinformasi pandemi soiv-26 dan virus d dalam novel disorder karya Akmal Nasery Basral dan novel Dear Brother A Mysterious Virus karya Zain Isika / Eka Nova Ali Vardani</p>. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
RINGKASAN Vardani E. N. A. 2024. Konstruksi Disinformasi dan Misinformasi Pandemi Soiv-26 dan Virus D dalam Novel Disorder Karya Akmal Nasery Basral dan Novel Dear Brother A Mysterious Virus Karya Zain Isika. Disertasi Program Stusi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Yuni Pratiwi M.Pd. (II) Dr. Karkono S.S. M.A. Kata Kunci konstruksi disinformasi dan misinformasi pandemi novel Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi disinformasi dan misinformasi terkait pandemi SOIV-26 dan Virus D dalam dua novel Disorder karya Akmal Nasery Basral dan Dear Brother A Mysterious Virus karya Zain Isika. Fenomena penyebaran disinformasi dan misinformasi yang semakin berkembang dalam masyarakat terutama di tengah-tengah krisis global seperti pandemi. Dalam konteks pandemi informasi yang salah atau tidak akurat dapat berdampak signifikan terhadap persepsi publik dan tindakan kolektif. Novel sebagai salah satu bentuk fiksi sering kali menjadi medium yang mencerminkan atau bahkan membentuk pemahaman masyarakat terhadap isu-isu sosial yang tengah berlangsung termasuk pandemi. Dua novel yang menjadi fokus dalam penelitian ini Disorder karya Akmal Nasery Basral dan Dear Brother A Mysterious Virus karya Zain Isika menggambarkan narasi terkait pandemi fiktif SOIV-26 dan Virus D yang menggugah kesadaran akan bagaimana informasi yang keliru dapat terbentuk dan disebarkan melalui karakter dan plot cerita. Oleh karena itu penting untuk mengkaji konstruksi disinformasi dan misinformasi dalam kedua novel tersebut untuk memahami bagaimana proses ini terjadi dalam ranah fiksi dan dampaknya terhadap pembaca serta bagaimana bentuk dan mekanisme penyebaran informasi yang keliru ini dapat mempengaruhi pemahaman terhadap pandemi dalam konteks yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami konstruksi disinformasi dan misinformasi terkait pandemi SOIV-26 dan Virus D dalam dua novel Disorder karya Akmal Nasery Basral dan Dear Brother A Mysterious Virus karya Zain Isika. Data penelitian berupa dialog dan narasi dalam kedua novel yang terkait dengan disinformasi dan misinformasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi di mana peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam memilah dan mengevaluasi data. Langkah pertama adalah membaca intensif kedua novel untuk mengidentifikasi konstruksi disinformasi dan misinformasi. Fokus penelitian meliputi analisis mekanisme bentuk isi dan faktor penyebab disinformasi serta aspek seperti setting peserta bias konfirmasi propaganda dan maksim komunikasi. Data yang diperoleh kemudian dikategorikan dan dianalisis melalui tiga tahap perekdusian data paparan data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui pembacaan berulang konsultasi dengan dosen pembimbing serta triangulasi antar-peneliti dengan ahli untuk memvalidasi temuan. Penelitian ini meliputi tiga tahapan utama perencanaan pelaksanaan dan penyelesaian. Berdasarkan hasil temuan dapat disimpulkan bahwa konstruksi tersebut berperan signifikan dalam membentuk persepsi dan interpretasi pembaca terhadap pandemi yang digambarkan dalam novel. Mekanisme disinformasi dan misinformasi dalam kedua novel ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara informasi yang disampaikan dan kenyataan medis atau ilmiah yang menimbulkan kebingungan di kalangan pembaca. Penggunaan elemen sensasional dalam genre novel semakin memperburuk akurasi informasi yang disampaikan memperkuat konstruksi yang menyesatkan tentang penyebaran virus. Selain itu bentuk disinformasi yang paling dominan ditemukan dalam bias konfirmasi dan pasca kebenaran yang menyebabkan informasi yang tidak akurat diterima sebagai kebenaran oleh tokoh-tokoh dalam novel serta upaya propaganda untuk membentuk persepsi publik yang salah. Misinformasi muncul dalam pengaburan informasi mengenai penyebaran virus asal-usul virus dan penemuan antivirus yang tidak konsisten dan sering kali hilang dari pemberitaan. Isi disinformasi dan misinformasi tersebut mencakup informasi yang tidak sesuai dengan fakta medis seperti penyebaran virus yang tidak realistis asal-usul virus yang kabur dan protokol penanganan yang tidak akurat. Faktor utama yang menyebabkan disinformasi dan misinformasi dalam komunikasi tokoh adalah pelanggaran terhadap maksim pragmatik terutama maksim kualitas maksim kuantitas dan maksim hubungan. Pelanggaran ini mengakibatkan penyampaian informasi yang kabur dan menyesatkan yang berpotensi berbahaya dalam membentuk pandangan masyarakat. Dengan demikian disinformasi dan misinformasi dalam kedua novel ini berfungsi sebagai refleksi kritik terhadap bagaimana informasi tentang pandemi dapat disebarluaskan secara salah mengaburkan kebenaran dan mempengaruhi respons sosial masyarakat. Penelitian ini menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi serta perlunya kesadaran untuk membedakan antara informasi yang akurat dan yang menyesatkan terutama di tengah situasi krisis global seperti pandemi.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Sastra (FS) > Departemen Sastra Indonesia (IND) > S3 Pendidikan Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 18 Feb 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/391636 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
