Juniantari, Made (2025) Pengaruh model pembelajaran inquiry-based flipped classroom dan keterlibatan kognitif terhadap hasil belajar konseptual dan prosedural matematika / Made Juniantari. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Perkembangan teknologi abad 21 telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan termasuk pembelajaran matematika. Teknologi membuka peluang menciptakan pengalaman belajar yang lebih luas memungkinkan pembelajaran tidak hanya terbatas di dalam kelas tetapi juga di luar kelas. Salah satu inovasi pembelajaran matematika berbasis teknologi yang relevan adalah model pembelajaran Inquiry-Based Flipped Classroom (IFC). Model ini merespons keterbatasan model pembelajaran tradisional seperti Direct Instruction (DI) dan Traditional Flipped Classroom (TFC) yang sering kali belum mampu memberikan hasil belajar optimal. Berlandaskan teori konstruktivisme IFC berorientasi proses memungkinkan peserta didik membangun pengetahuan melalui aktivitas 5E Engage Explore Explain Elaborate dan Evaluate yang dilaksanakan di luar dan di dalam kelas. Model ini bertujuan untuk memfasilitasi peserta didik memahami konsep-konsep matematika yang abstrak matematika secara lebih mendalam sekaligus mengatasi keterbatasan waktu di kelas dalam mengembangkan pengetahuan prosedural matematika. Pada implementasi model IFC salah satu karakteristik peserta didik yang penting untuk diperhatikan adalah tingkat keterlibatan kognitif (Cognitive Engagement) yaitu upaya investasi psikologis yang dilakukan peserta didik terhadap pembelajaran berkisar dari menghafal hingga penggunaan strategi pengaturan diri untuk memfasilitasi pemahaman yang mendalam. Keterlibatan kognitif diduga turut berinteraksi dengan model pembelajaran IFC dalam mempengaruhi hasil belajar konseptual dan prosedural matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran (IFC TFC dan DI) dan keterlibatan kognitif (tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar konseptual dan prosedural matematika. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial 3 x 2. Subjek penelitian melibatkan 281 peserta didik kelas XI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Singaraja yang dibagi menjadi 1 kelompok eksperimen dan 2 kelompok kontrol. Variabel-variabel dalam penelitian ini berupa variabel bebas utama yang terdiri dari model pembelajaran IFC TFC dan DI variabel bebas kedua yang terdiri dari keterlibatan kognitif tinggi dan rendah dan variabel terikat yang terdiri dari hasil belajar konseptual dan prosedural matematika. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis MANCOVA dua jalur. Pengujian hipotesis nol dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat perbedaan hasil belajar konseptual matematika antara kelompok peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran IFC TFC dan DI 2) terdapat perbedaan hasil belajar konseptual matematika antara kelompok peserta didik yang memiliki keterlibatan kognitif tinggi dan kelompok peserta didik yang memiliki keterlibatan kognitif rendah 3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran (IFC TFC dan DI) dan keterlibatan kognitif (tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar konseptual matematika 4) terdapat perbedaan hasil belajar prosedural matematika antara kelompok peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran IFC TFC dan DI 5) terdapat perbedaan hasil belajar prosedural matematika antara kelompok peserta didik yang memiliki keterlibatan kognitif tinggi dan kelompok peserta didik yang memiliki keterlibatan kognitif rendah 6) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran (IFC TFC dan DI) dan keterlibatan kognitif (tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar prosedural matematika.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran (IFC TFC dan DI) berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar konseptual dan prosedural matematika peserta didik namun tidak terdapat pengaruh interaksi terhadap keterlibatan kognitif peserta didik (tinggi dan rendah). Hal ini mengindikasikan bahwa efektivitas model pembelajaran tidak selalu bergantung pada tingkat keterlibatan kognitif peserta didik. Peneliti pendidik dan perancang pembelajaran perlu mempertimbangkan bagaimana model pembelajaran dapat dirancang agar lebih adaptif bagi peserta didik dengan berbagai tingkat keterlibatan kognitif. Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam bagaimana faktor lain seperti regulasi diri atau gaya belajar berinteraksi dengan model pembelajaran untuk memaksimalkan hasil belajar konseptual dan prosedural peserta didik.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Teknologi Pendidikan (TEP) > S3 Teknologi Pembelajaran |
| Depositing User: | arisanan da |
| Date Deposited: | 21 Apr 2025 04:29 |
| Last Modified: | 29 Apr 2026 01:39 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/391582 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
