Pengaruh strategi design thinking dan epistemological beliefs terhadap kemampuan pemecahan ill-structured problem dan metakognitif / Suryanling</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Pengaruh strategi design thinking dan epistemological beliefs terhadap kemampuan pemecahan ill-structured problem dan metakognitif / Suryanling</p>

Suryanling (2025) Pengaruh strategi design thinking dan epistemological beliefs terhadap kemampuan pemecahan ill-structured problem dan metakognitif / Suryanling</p>. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Suryanling 2025 Pengaruh Strategi Design thinking dan Epistemological beliefs Terhadap Kemampuan Pemecahan Ill-Structured Problem dan Metakognitif. Disertasi Program Studi Teknologi Pembelajaran Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng M.Pd. (II) Prof. Dr. Punaji Setyosari M.Pd. M.Ed. (III) Saida Ulfa S.T. M.Edu. Ph.D. Kata kunci Design thinking epistemological beliefs metakognisi pembelajaran abad ke-2 pemecahan ill-structured problem. Transformasi digital telah mengubah paradigma pembelajaran abad ke-21 menuntut kemampuan pemecahan masalah kompleks dan adaptif. Pendekatan pedagogis di Indonesia yang masih preskriptif dan berbasis hafalan dinilai kurang optimal dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa untuk bersaing di tingkat global. Strategi design thinking menawarkan solusi alternatif yang potensial untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan metakognitif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji perbedaan kemampuan pemecahan ill-structured problem pada siswa yang dibelajarkan dengan strategi design thinking dibandingkan dengan strategi design cycle (2) menguji perbedaan kemampuan metakognisi pada kedua kelompok strategi pembelajaran (3) menguji perbedaan kemampuan pemecahan ill-structured problem antara siswa dengan tingkat epistemological beliefs kompleks dan sederhana (4) menguji perbedaan kemampuan metakognisi berdasarkan tingkat epistemological beliefs (5) menganalisis interaksi antara strategi pembelajaran dan tingkat epistemological beliefs terhadap kemampuan pemecahan ill-structured problem dan (6) menganalisis interaksi serupa terhadap kemampuan metakognisi siswa. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental faktorial 2x2 dengan sampel 120 siswa Kelas 8 terbagi dalam kelompok eksperimen design thinking (n 58) dan kelompok kontrol design cycle (n 62). Analisis data dilakukan dengan MANOVA dua jalur ( alpha 0 05). Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan signifikan pada kemampuan pemecahan ill-structured problem antara kelompok strategi design thinking dan design cycle (2) kemampuan metakognisi berbeda secara signifikan antara kedua kelompok strategi pembelajaran (3) siswa dengan epistemological beliefs kompleks menunjukkan kemampuan pemecahan ill-structued problem yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa epistemological beliefs sederhana (4) kemampuan metakognisi berbeda secara signifikan berdasarkan tingkat epistemological beliefs (5) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan epistemological beliefs terhadap kemampuan pemecahan ill-structured problem dan (6) interaksi serupa juga ditemukan terhadap kemampuan metakognisi. Implikasi temuan ini menegaskan institusi pendidikan perlu mengadopsi strategi pembelajaran berbasis design thinking yang disesuaikan dengan epistemological beliefs siswa untuk memaksimalkan pengembangan kemampuan pemecahan masalah tidak terstruktur dan metakognisi sehingga lebih efektif menyiapkan siswa menghadapi kompleksitas tantangan dunia nyata.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Teknologi Pendidikan (TEP) > S3 Teknologi Pembelajaran
Depositing User: library UM
Date Deposited: 18 Mar 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/391557

Actions (login required)

View Item View Item