Anjali, I Gusti Agung Shomia (2025) Proses semiotik siswa sekolah dasar dalam mengonstruksi konsep bilangan pecahan ditinjau berdasarkan perspektif peirce / I Gusti Agung Shomia Anjali</p>. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Pembelajaran matematika di sekolah dasar menuntut pemahaman konseptual yang kuat terutama dalam topik bilangan pecahan yang kompleks dan abstrak. Representasi seperti gambar simbol dan kata menjadi kunci dalam membangun makna matematika yang dapat dianalisis melalui pendekatan semiotika khususnya teori triadik Peirce representamen object dan interpretant. Namun penelitian mengenai proses semiotik siswa SD dalam memahami pecahan masih terbatas padahal data menunjukkan bahwa 61 9% siswa mengalami kesulitan dalam konsep pecahan terutama dalam membandingkan dan mengurutkan pecahan (Amir amp Andong 2022). Oleh karena itu penting untuk melakukan analisis lebih lanjut mengenai proses semiotik siswa dalam mengonstruksi konsep bilangan pecahan ditinjau dari perspektif Peirce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses semiotik siswa dengan tingkat kemampuan berbeda dalam mengonstruksi konsep bilangan pecahan ditinjau dari perspektif Peirce. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif eksploratif. Subjek penelitian adalah sebanyak enam siswa terdiri atas dua siswa dengan kategori kemampuan tinggi dua siswa kategori kemampuan sedang dan dua siswa kategori kemampuan rendah. Lokasi dan waktu penelitian dilaksanakan di SD Katolik Marsudisiwi pada semester genap tahun ajaran 2024-2025. Instrumen utama adalah peneliti sendiri dibantu dengan soal dan pedoman wawancara tidak terstruktur. Data diperoleh melalui tes tertulis kemudian dianalisis dengan teknik coding (open axial selective) dan wawancara lalu triangulasi data untuk memastikan keabsahan. Prosedur penelitian mencakup tahap persiapan pelaksanaan tes dan wawancara serta analisis hasil untuk memetakan proses semiotik siswa dalam membangun pemahaman tentang pecahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses semiotik siswa dalam mengonstruksi konsep bilangan pecahan berjalan secara berbeda sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Siswa kategori tinggi mampu menunjukkan proses semiotik yang utuh mulai dari representasi visual yang proporsional penyusunan langkah matematis yang lengkap hingga interpretasi hasil yang sesuai konteks. Siswa kategori sedang sudah mulai menghubungkan tanda simbol dan makna meskipun belum selalu konsisten atau reflektif. Sementara itu siswa kategori rendah belum menunjukkan pemahaman yang utuh dalam ketiga tahap semiotik tersebut dan cenderung hanya meniru tanpa benar-benar membangun makna. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar guru memberikan scaffolding bertahap dalam pembuatan representasi visual pecahan dimulai dari media konkret menuju abstrak serta melatih siswa memberi label yang konsisten. Pada tahap object perlu diterapkan pembelajaran berbasis pemodelan dan lembar kerja terstruktur untuk memperjelas prosedur khususnya bagi siswa kategori sedang dan rendah serta menggunakan pembelajaran kooperatif dan latihan bertahap. Untuk tahap interpretant strategi pembelajaran perlu menekankan refleksi verbalisasi konteks nyata dan penilaian formatif agar siswa dapat memaknai hasil secara logis. Penelitian lanjutan disarankan memperluas cakupan soal atau jenjang pendidikan serta menerapkan pendekatan semiotik pada materi matematika lainnya guna mendukung pemahaman yang lebih mendalam dan aplikatif.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana(PS) > S2 Pendidikan Dasar |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 22 Aug 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/391461 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
