Korelasi kompetensi guru dan resiliensi guru pendidikan khusus non PLB di sekolah inklusi di Daerah Istimewa Yogyakarta / Asma Hanifah</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Korelasi kompetensi guru dan resiliensi guru pendidikan khusus non PLB di sekolah inklusi di Daerah Istimewa Yogyakarta / Asma Hanifah</p>

Hanifah, Asma (2025) Korelasi kompetensi guru dan resiliensi guru pendidikan khusus non PLB di sekolah inklusi di Daerah Istimewa Yogyakarta / Asma Hanifah</p>. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori yang bertujuan mengkaji hubungan antara kompetensi guru dan resiliensi Guru Pendidikan Khusus (GPK) Non-PLB di Yogyakarta. Latar belakang penelitian ini adalah fenomena Guru Pendidikan Khusus yang tidak berasal dari sarjana Pendidikan Luar Biasa namun mampu bekerja dalam waktu yang lama di sekolah inklusi. Komitmen mereka bekerja dalam durasi yang lama mengindikasikan bahwa mereka memiliki resiliensi bekerja yang kuat. Hal ini tentunya menarik karena GPK dengan latar belakang pendidikan Non-PLB tentunya menghadapi berbagai kesulitan karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang anak berkebutuhan khusus. Namun mereka tetap mampu bertahan di dalam profesinya dan menjalankan perannya di sekolah inklusi. Penelitian ini menganalisis pengaruh setiap aspek kompetensi guru (Kompetensi Pedagogik Kompetensi Kepribadian Kompetensi Sosial dan Kompetensi Profesional) terhadap setiap aspek resiliensi (Theme Acceptance Support for Self-Awareness Conversion dan Connectedness). Selain itu penelitian ini juga ingin menganalisis apakah terdapat perbedaan resiliensi antara GPK dengan latar belakang pendidikan PLB dan Non-PLB. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model dan Uji Mann-Whitney U. Data dikumpulkan melalui kuesioner kompetensi dan resiliensi yang disebarkan pada GPK di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi Sosial dan Kompetensi Profesional terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap resiliensi (Theme Acceptance Support for Self-Awareness Conversion) ditunjukkan dengan nilai T-statistic gt 1.96 dan p-value lt 0.05. Selanjutnya analisis Mann-Whitney U menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara resiliensi GPK dari latar belakang pendidikan PLB dan Non-PLB ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0.802 (lebih besar dari 0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah Kompetensi Sosial dan Kompetensi Profesional memiliki pengaruh terhadap resiliensi guru. Selain itu resiliensi GPK dengan latar belakang pendidikan PLB dan Non-PLB memiliki perbedaan yang signifikan. Data penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kompetensi GPK di Yogyakarta termasuk dalam kategori tinggi namun resiliensi GPK termasuk dalam kategori sedang. Hal ini terjadi karena skor tertinggi untuk kompetensi adalah pada Kompetensi Kepribadian dan bukan pada Kompetensi Sosial dan Kompetensi Profesional. Untuk meningkatkan resiliensi GPK terutama GPK dengan latar belakang pendidikan Non-PLB maka Kompetensi Sosial dan Kompetensi Profesional perlu dikuatkan. Hal ini dapat dicapai melalui program pengembangan professional yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan para GPK.

Item Type: Thesis (Masters)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Pendidikan Luar Biasa(PLB) > S2 Pendidikan Khusus
Depositing User: library UM
Date Deposited: 03 Jul 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/390775

Actions (login required)

View Item View Item