Peran multi-stakeholders dan teknologi dalam implementasi komunitas belajar untuk peningkatan pembelajaran bermutu berbasis literasi di sekolah dasar di Kota Ternate (studi multi situs pada SDN 16 Kota Ternate dan SD IT Nurul Hasan Kota Ternate) / Rida Rimadani</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Peran multi-stakeholders dan teknologi dalam implementasi komunitas belajar untuk peningkatan pembelajaran bermutu berbasis literasi di sekolah dasar di Kota Ternate (studi multi situs pada SDN 16 Kota Ternate dan SD IT Nurul Hasan Kota Ternate) / Rida Rimadani</p>

Rimadani, Rida (2025) Peran multi-stakeholders dan teknologi dalam implementasi komunitas belajar untuk peningkatan pembelajaran bermutu berbasis literasi di sekolah dasar di Kota Ternate (studi multi situs pada SDN 16 Kota Ternate dan SD IT Nurul Hasan Kota Ternate) / Rida Rimadani</p>. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kemampuan literasi dan numerasi merupakan salah satu aspek utama dalam pembelajaran yang bermutu. Berdasarkan fakta dan fenomena di Indonesia saat ini mutu pembelajaran di satuan pendidikan belum dilihat adanya peningkatan secara signifikan hal tersebut diperkuat dengan data hasil Asesmen Nasional tahun 2021 yang menyatakan bahwa capaian kompetensi minimum tes literasi dan numerasi yang didapatkan hanya sepertiga dari seluruh satuan pendidikan di seluruh jenjang. Artinya satuan pendidikan lainnya dinilai belum mencapai standar minimum capaian literasi numerasi. Upaya yang diambil dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan capaian literasi yaitu melalui kebijakan kebijakan Hari Belajar Guru sebagai sarana dalam meningkatkan mutu pembelajaran siswa melalui peningkatan kompetensi guru oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidkan. Kebijakan tersebut selaras dengan konsep komunitas belajar. Untuk itu perlu adanya penguatan pelaksanaan dukungan maupun pemanfaatan teknologi yang memadai untuk melaksanakan komunitas belajar di sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan literasi. Penelitian ini menganalisis upaya peningkatan mutu pembelajaran dan literasi di satuan pendidikan melalui kegiatan komunitas belajar dalam sekolah di dua sekolah dasar di Kota Ternate. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi (1) peran kolaboratif guru kepala sekolah Dinas Pendidikan Balai Guru Penggerak dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan dalam komunitas belajar di SDN 16 Kota Ternate dan SD IT Nurul Hasan Kota Ternate (2) mengidentifikasi pemanfaatan teknologi yang digunakan dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan literasi yang diaplikasikan dalam kegiatan di komunitas belajar SDN 16 Kota Ternate dan SD IT Nurul Hasan Kota Ternate (3) mengidentifikasi pendekatan berkelanjutan untuk melaksanakan komunitas belajar di kedua situs penelitian agar mendapatkan pendekatan yang berkelanjutan dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran dan literasi (4) serta mengidentifikasi dukungan dari para stakeholder pendidikan untuk memperkuat komunitas belajar seagai upaya peningkatan mutu pembelajaran dan literasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan studi multi situs. Pendekatan tersebut bertujuan untuk memaknai dan mendalami fenomena pada situs penelitian dan mengumpulkan sebanyak mungkin fakta dan data di situs penelitian. Studi multi situs digunakan untuk membantu menganalisis secara mendalam dan diharapkan dapat mengembangkan teori atas upaya peningkatan mutu pembelajaran dan literasi melalui aktifitas komunitas belajar. Peneliti menggali data dari situs penelitian dengan menggunakan teknik oservasi wawancara dan dokumentasi. Penggalian data primer dilakukan dengan teknik snowball sampling untuk dapat mengeksplorasi perilaku dan perspektif informan. Kemudian peneliti melakukan analisis data melalui analisis data situs tunggal dan analisis data lintas situs. Analisis data menggunakan alat bantu Nvivo 12 untuk dapat menginterpretasikan data temuan secara presisi dari kedua situs penelitian. Hasil penelitian menunjukkan (1) adanya peran kolaboratif antara guru kepala sekolah Dinas Pendidikan Kota Ternate Balai Guru Penggerak Provinsi Maluku Utara dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Maluku Utara dalam komunitas belajar di SDN 16 Kota Ternate dan SD IT Nurul Hasan Kota Ternate. Peran kolaboratif menjadi faktor penting dalam keberlangsungan komunitas belajar. Guru memiliki peran sebagai anggota pembelajaran dan pelaksana komunitas belajar yang dibentuk dalam tim Komunitas Belajar kepala sekolah mempunyai peran sebagai pemimpin pembelajaran dan juga sebagai manajer dan fungsi kepengawasan. Pemerintah Daerah mempunyai peran sebagai pembuat kebijakan fasilitator kegiatan komunitas belajar dan sebagai advokasi terhadap mutu pembelajaran. (2) Peran teknologi di dalam komunitas belajar yaitu untuk menunjang kegiatan berbagi praktik baik dan dinilai membantu peningkatan kompetensi dan kemampuan guru dalam menyajikan pembelajaran berbasis teknologi dan menunjang peningkatan mutu pembelajaran dan meningkatkan literasi. Teknologi yang dimanfaatkan dalam komunitas belajar di yaitu video pembelajaran untuk kegiatan literasi-numerasi dan QR Code pada ID Card yang sebagai website berbagi praktik baik pembelajaran di SDN 16 Kota Ternate. Pemanfaatan teknologi di SD IT Nurul Hasan yaitu antara lain Canva Belajar.ID Bandicam serta video pembelajaran. (3) Komunitas belajar di SDN 16 Kota Ternate dan SD IT Nurul Hasan Kota Ternate menggunakan pendekatan berkelanjutan melalui siklus inkuiri yang diinternalisasikan dengan budaya Kololi Kie dan dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan meningkatkan literasi. Siklus inkuiri dalam komunitas belajar menghasilkan dua kegiatan yang menunjang keberlanjutan dan peningkatan mutu pembelajaran yaitu Rencana Tindak Lanjut dan coaching. Terakhir (4) para stakeholder memberikan dukungan pada pelaksanaan komunitas belajar belajar di SDN 16 Kota Ternate dan SD IT Nurul Hasan Kota Ternate. Dukunga tersebut digunakan dalam memperkuat program-program yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru pembelajaran dan capaian literasi siswa melalui aktifitas komunitas belajar di sekolah. Dukungan multi-stakeholder bermanfaat untuk mengembangkan potensi dari seluruh sumber daya dan potensi yang ada dalam kegiatan komunitas belajar di sekolah. Saran yang dapat peneliti berikan yaitu (1) kepada kepala sekolah di satuan pendidikan perlu memperkuat dorongan dan intrusksi secara profesional terhadap guru untuk menggerakkan komunitas belajar dan mengelaboasikan dengan inovasi-inovasi yang aplikatif. (2) Kepada guru disarankan dapat memanfaatkan komunitas belajar secara optimal untuk mengembangkan kreativitas inovasi dan problem solved dalam permasalahan pembelajaran. (3) Dinas Pendidikan serta UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (BGP dan BPMP) disarankan untuk memperkuat dukungan perihal infrastruktur teknologi dan pembelajaran digital lebih layak kepada satuan pendidikan. (4) Masyarakat serta dunia usaha dan industri disarankan dapat berkolaborasi dan berpartisipasi secara aktif dalam peningkatan mutu pembelajaran dan peningkatan literasi baik dalam satuan pendidikan maupun dalam pendidikan masyarakat lainnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Administrasi Pendidikan (AP) > S2 Manajemen Pendidikan
Depositing User: library UM
Date Deposited: 09 Jul 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/390750

Actions (login required)

View Item View Item