Istiqomah, Alim Dhisa (2025) Pengaruh deepfake fraud terhadap niat whistleblowing dengan literasi digital sebagai moderasi / Alim Dhisa Istiqomah</p>. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Pengawasan fraud berbasis teknologi di Indonesia masih lemah karena tidak ada regulasi khusus yang mengatur. Whistleblowing menjadi solusi alternatif dalam mendeteksi fraud karena laporan whistleblower dapat menciptakan kebijakan manajemen risiko. Laporan tersebut membuat organisasi lebih memperhatikan bahwa otomatisasi teknologi pada dunia bisnis rentan mendapatkan serangan siber. Pemanfaatan sistem whistleblowing akan meminimalisasi risiko kerugian finansial maupun non-finansial yang mengganggu stabilitas organisasi. Deepfake fraud merupakan salah satu bentuk kejahatan digital yang menciptakan informasi dengan memanipulasi konten menggunakan persona lain. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh deepfake fraud terhadap niat whistleblowing serta mengkaji fungsi literasi digital memperkuat variabel independen dan dependen. Pendekatan kuantitatif melalui prosedur survei disebarkan kepada pegawai akuntansi keuangan atau pajak pada 350 perusahaan sektor manufaktur jasa serta dagang yang tergolong dalam skala sedang dan besar di Malang sebagai populasi. Tes Hosmer-Lemeshow menentukan sampel minimal sebanyak 96 responden. Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa deepfake fraud memengaruhi whistleblowing secara positif. Selain itu literasi digital juga memperkuat pengaruh variabel independen pada dependen dalam penelitian. Studi ini berkontribusi memberikan pertimbangan pegawai akuntansi keuangan atau pajak untuk menerapkan niat whistleblowing mengenai deepfake fraud. Whistleblower membantu perusahaan mengidentifikasi bentuk ancaman potensial sehingga organisasi dapat merencanakan manajemen risiko yang meminimalisasi kerugian materiel maupun imateriel. Perusahaan lembaga pendidikan dan pemerintah juga disarankan mengembangkan kebijakan terkait tata cara pencegahan deepfake fraud yang efektif melalui optimalisasi program whistleblowing.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Akuntansi (AKU) > S2 Akuntansi |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 13 Feb 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/390662 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
