Wijaya, Muhammad Arief (2010) Studi komparasi tentang minat peserta didik dalam berwirausaha antara SMAN 1 Talun dan SMAN 1 Sutojayan Kab. Blitar (sekolah yang memiliki misi pengembangan kewirausahaan dan tidak) / Muhammad Arief Wijaya. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Wijaya Muhammad Arief. 2010. Studi Komparasi Tentang Minat Peserta Didik Dalam Berwirausaha Antara SMAN 1 Talun dan SMAN 1 Sutojayan Kab. Blitar (sekolah yang memiliki misi pengembangan kewirausahaan dan tidak). Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan FE Universitas Negeri malang. Pembimbing (1) Dr. Sri Umi Mintarti SE. AK MP (II) Drs. Mardono M.Si. Kata kunci wirausaha SMA peserta didik misi sekolah Minat berwirausaha harus ditumbuhkan sejak dini karena keberadaan wirausaha akan menguatkan perekonomian suatu negara. Penumbuhan minat tersebut dapat dikakukan melalui keluarga masyarakat maupun lembaga pendidikan. Di negara maju telah lama mengembangkan SMK yang dapat menumbuhkan minat berwirausaha dan terfokus pada lapangan kerja. Sedangkan di Indonesia sekarang lembaga pendidikan setingkat masih didominasi oleh SMA walaupun akan digalakan pengembangan SMK tapi keberadaan SMA perlu tetap diperhatikan pemerintah. Oleh karena pentingnya menumbuhkan minat berwirausaha dan meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berwirausaha maka ada SMA yang memasukan aspek kewirausahaan kedalam misi sekolah seperti SMAN 1 Talun. Namun upaya menumbuhkan minat berwirausaha pada peserta didik di SMA belum dibuktikan hasilnya. Melalui penelitian ini akan dibandingkan minat peserta didik untuk berwirausaha antara SMA 1 Talun yang memiliki misi pengembangan kewirausahaan peserta didik dengan SMA 1 Sutojayan yang tidak memilikinya dan kedua sekolah tersebut berada di Kabupaten Blitar dengan kualitas sekolah serta kondisi masyarakat yang tidak jauh berbeda. Sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu melihat ada atau tidaknya perbedaan minat peserta didik dalam berwirausaha antara SMAN 1 Talun yang memiliki misi mengembangkan kewirausahaan dan SMAN 1 Sutojayan yang tidak memilikinya serta kegiatan belajar yang terjadi maka model penelitian ini adalah study komparatif non eksperimental dengan tipe expose facto approach yaitu penelitian yang dilakukan dengan pengumpulan data atau fakta yang telah terjadi secara alami kemudian menganalisis dan mendeskripsikanya. Data dalam penelitian ini diperoleh dari angket wawancara dan observasi lapangan. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII di SMAN 1 Talun dan SMAN 1 Sutojayan tahun ajaran 2009/2010 semua program. Hasil penelitian yang telah diperoleh melalui angket minat berwirausaha menunjukan bahwa jumlah terbanyak untuk semua sub variabel di kedua sekolah tempat penelitian terdapat pada kriteria jawaban yang sama. Untuk sub variabel konsep wirausaha pada kriteria paham dengan konsep wirausaha sub variabel kegemaran dengan profesi wirausaha pada kriteria gemar pada profesi wirausaha dan sub variabel arah masa depan pada kriteria memprioritaskan untuk menjadi seorang wirausaha atau melakukan pekerjaan yang memiliki ciri atau sifat seperti wirausaha. Setelah dilakukan uji t terhadap skor jawaban responden maka diperoleh hasil bahwa - ttabel (1 - 1/2 945 dk) thitung ttabel (1 - 1/2 945 dk) atau -2 00 0 457 2 00. Dari hasil tersebut maka kesimpulan yang diambil adalah menerima H0 pada taraf signifikansi 5% atau bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan mengenai minat berwirausaha peserta didik antara SMAN 1 Talun dan SMAN 1 Sutojayan. Hal ini membuktikan bahwa peserta didik SMA telah memiliki minat minat untuk berwirausaha sedangkan peran sekolah khususnya SMA adalah memberikan bekal yang bisa membantu peserta didik yang berminat menjadi wirausaha seperti memasukan aspek kewirausahaan pada misi sekolah yang menjiwai semua kegiatan disekolah itu. Dari hasil penelitian yang dilakukan tersebut maka saran diajukan kepada SMA yang berupaya membekali peserta didik dengan kemampuan berwirausaha adalah menambah lagi ketrampilan untuk berwirausaha yang selama ini telah diberikan baik di melalui kegiatan intrakurikuler seperti muatan lokal kewirausahaan maupun ekstrakurikuler berbagai ketrampilan agar peserta didik tidak berkecil hati untuk menjadi wirausaha dan bersaing dengan wirausaha lain. Sedangkan bagi pemerintah diharapkan mewajibkan lembaga pendidikan unutuk memasukan aspek kewirausahaan dalam setiap kegiatan sekolah yang berpeluang digunakan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berwirausaha.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Ekonomi Pembangunan (EKP) > S1 Pendidikan Ekonomi |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 16 Feb 2010 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2010 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/38730 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
