Suyati (2010) Studi perbandingan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah didasarkan pada model pembelajaran inquiry dan peta konsep pada mata pelajaran ekonomi (studi kasus pada kelas VII SMP Negeri 1 Binangun) / Suyati. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Suyati 2010. Studi Perbandingan Kreativitas Dan Kemampuan Memecahkan Masalah Didasarkan Pada Model Pembelajaran Inquiry Dan Peta Konsep Pada Mata Pelajaran Ekonomi (Studi kasus pada kelas VII SMP Negeri 1 Binangun). Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hari Wahyono M. Pd. (2) Dr. Imam Mukhlis S.E. M.Si. Kata kunci kreativitas kemampuan memecahkan masalah Inquiry peta konsep Upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara terus-menerus dilaksanakan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya penyempurnaan dalam sistem pendidikan salah satunya yaitu penyempurnaan kurikulum. Pada saat ini pemerintah sedang memberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dalam pelaksanaannya pembelajaran dalam KTSP guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang mampu mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran. Beberapa tahun terakhir ini banyak sekali model pembelajaran yang terus dikembangkan. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Diperlukan strategi pembelajaran yang lebih memberdayakan siswa dan memberi kesempatan pada siswa untuk menyampaikan ide atau pendapatnya serta guru harus memilih model pembelajaran yang tepat agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Pembelajaran yang diinginkan saat ini adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya. Salah satu pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum saat ini adalah pembelajaran dengan Inquiry dan peta konsep. Dengan diterapkannya pembelajaran ini diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih kreatif dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi siswa secara rasional dan tuntas. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Binangun yang bertujuan (1) untuk membandingkan peningkatan kreativitas siswa yang menggunakan model pembelajaran inquiry dengan peta konsep pada siswa kelas VII khususnya mata pelajaran ekonomi (2) untuk membandingkan peningkatan kemampuan memecahkan masalah siswa yang menggunakan model pembelajaran inquiry dengan peta konsep pada siswa kelas VII khususnya mata pelajaran ekonomi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasy Eksperimental Design). Subjek dalam penelitian ini ada dua kelas yaitu VII-A sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran peta konsep sebanyak 40 siswa dan kelas VII-B sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran inquiry sebanyak 38 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t (t-test) Independent Sample Test dengan taraf signifikansi 5%. Sebelum data dianalisis dilakukan uji prasyarat analisis homogenitas dan normalitas. Uji-t digunakan untuk menguji beda rata-rata dan hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kreatifitas dan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Binangun yang mengalami proses pembelajaran Inquiry dengan yang mengalami proses pembelajaran peta konsep. Dimana kreativitas pada kelas eksperimen yang mengalami proses pembelajaran inquiry memiliki peningkatan yang lebih tinggi (X 28 89) dari pada kelas kontrol yang mengalami proses pembelajaran peta konsep (X 16 00). Dan tingkat kemampuan memecahkan masalah pada kelas eksperimen yang mengalami proses pembelajaran inquiry juga memiliki peningkatan yang lebih tinggi (X 28 89) dari pada kelas kontrol yang mengalami proses pembelajaran peta konsep (X 16 00). Berdasarkan pada penelitian yang telah dilaksanakan maka terdapat beberapa saran untuk lebih mengoptimalkan penerapan pembelajaran inquiry pada mata pelajaran ekonomi antara lain 1) guru mata pelajaran ekonomi disarankan untuk menerapkan model pembelajaran inquiry dimana siswa dilibatkan secara langsung dan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga siswa dapat menemukan dan menyusun sendiri pengetahuannya melalui pengalaman-pengalaman yang dimilinya sendiri sebagai alternatife pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah. 2) pelaksanaan pembelajaran inquiry hendaknya didukung oleh pihak sekolah dengan menyediakan sarana prasarana seperti buku-buku materi yang relevan OHP LCD agar pelaksanaannya lebih optimal. 3) penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya untuk diterapkan pada kelas dan sekolah lain dengan materi yang berbeda.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Ekonomi Pembangunan (EKP) > S1 Pendidikan Ekonomi |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 15 Feb 2010 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2010 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/38722 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
