Rahadiyan Firmanto (2009) Pengembangan produk baru berbahan baku tempe / Rahadiyan Firmanto. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Berdasrkan survei awal pada dua unit industri pengolahan tempe. Subyek yang dijadikan penelitian awal yaitu mbak Deny dan P. Ismail. Masalah yang diperoleh tentang produksi (penambahan alat-alat) dan pemasaran. Tetapi bila keduanya diatasi belum tentu produk yang dihasilkan terserap oleh konsumen. Hal ini memunculkan gagasan pengembangan produk baru berbahan baku tempe. Pengembangan produk baru berbahan baku tempe diusahakan memiliki nilai ekonomi setara dengan kripik tempe. Pencarian produk olahan dari tempe dilakukan mulai dari internet sampai anjuran dosen pembimbing. Produk yang memungkinkan adalah krupuk tempe bakso tempe mie tempe. Setelah dilakukan pengujian pembuatan prototipe yang bisa dikembangkan sampai tahap pengujian di lapangan adalah krupuk tempe dan bakso tempe sedangkan mie tempe terkendala waktu. Untuk pengujian dilakukan untuk mengetahui potensi pasar sehingga tidak sampai tahap komersialisasi. Pengujian produk dilakukan pada 3 tempat berbeda (Asrama UM KOPMA UM dan Fakultas Ekonomi) jumlah responden 120 orang. Cara pengujian dilakukan dengan mencobakan produk yang telah dibuat kemudian responden diminta memberikan penilaian (uji petik). Hasil tabulasi respon responden dianalisis dengan menggunakan rumus chi square. Rinciannya untuk krupuk tempe Rasa gurih (non signifikan) rasa pedas (non signifikan) rasa tempenya (signifikan) warna (non signifikan) tekstur (non signifikan) irisan (non signifikan) ketebalan (non signifikan) besar/kecil (non signifikan) renyah (non signifikan) variasi rasa (non signifikan) bentuk irisan (non signifikan) ketebalan (signifikan) bentuk kemasan (non signifikan) harga eceran (signifikan) cara disribusi (non signifikan) tempat penjualan (signifikan) sedangkan untuk bakso tempe Rasa gurih (non signifikan) rasa tempenya (non signifikan) warna (non signifikan) tekstur (non signifikan) cetakan (non signifikan) ketebalan (non signifikan) besar/kecil (signifikan) kenyal (non signifikan) variasi rasa (non signifikan) bentuk cetakan (non signifikan) bahan kemasan (non signifikan) harga eceran (non signifikan) cara disribusi (non signifikan) tempat penjualan (signifikan) Hasil pengembangan produk yang dilakukan untuk tahap komersialisasinya bisa dilakukan kalangan pengusaha di sentra industri keripik tempe sanan dan para pedagang bakso. Karena produk krupuk tempe dan bakso tempe cara produksi dan peralatan yang dibutuhkan cukup sederhana. Sedangkan untuk pemasarannya dapat dilakukan bersamaan dengan produk asli mereka. Diharapkan para pengusaha di sentra industri keripik tempe sanan dan para pedagang bakso bisa menerima manfaat dari hasil pengembangan produk baru yang telah dilakukan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Ekonomi Pembangunan (EKP) > S1 Pendidikan Ekonomi |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 16 Jan 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/38496 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
