Ramadhani, Dea Berliana (2025) Peningkatan performa agen antibakteri ferofluida coxfe3-xo4-ekstrak moringa oleifera/ac/dmso dengan pendispersi minyak kelapa / Dea Berliana Ramadhani</p>. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Ancaman global yang terus menerus ditimbulkan oleh patogen bakteri masih menjadi masalah utama bagi masyarakat luas. Ancaman ini berupa penyakit infeksi menular bahkan bisa menyebabkan kematian bagi penderita akibat bakteri. Oleh sebab itu penelitian ini mengembangkan sebuah pendekatan nanoteknologi berupa agen antibakteri berbasis ferofluida CoxFe3-xO4-ekstrak Moringa oleifera/AC/DMSO dengan pendispersi minyak kelapa. Penelitian ini telah berhasil melakukan sintesis ferofluida CoxFe3-xO4-ekstrak Moringa oleifera/AC/DMSO menggunakan pendispersi minyak kelapa dengan variasi x 0 0 25 0 50 0 75 1 00 sebagai agen antibakteri. Nanokomposit CoxFe3-xO4-ekstrak Moringa oleifera/AC/DMSO ini disintesis menggunakan metode kopresipitasi. Keberhasilan ini dikonfirmasi dengan hasil analisis X-Ray Diffractometry (XRD) yang menunjukkan keberadaan puncak fase spinel CoxFe3-xO4 yang bergeser menuju sudut 2 theta yang lebih kecil seiring peningkatan nilai x. Selain itu nilai parameter kisi juga mengalami peningkatan 8 361 Aring hingga 8 377 Aring seiring dengan peningkatan fraksi molar kobalt. Hal tersebut menandakan bahwa kobalt telah berhasil menggantikan sebagian ion Fe2 pada CoxFe3-xO4. Hasil XRD juga mengkonfirmasi keberadaan puncak amorphous AC yang rendah pada sudut 2 theta 26 6 deg . Hasil karakterisasi Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan morfologi CoxFe3-xO4-ekstrak Moringa oleifera/AC berbentuk spherical yang cenderung teraglomerasi dengan distribusi ukuran partikel berkisar 23 71 ndash 28 37 nm dimana ukuran terkecil diketahui pada sampel CMA3 sehingga memengaruhi performa antibakteri. Selain itu pembentukan nanokomposit tersebut juga dikonfirmasi menggunakan karakterisasi Energy Dispersive X-ray (EDX) dengan menampilkan elemen Co yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya fraksi molar kobalt. Lebih lanjut spektrum Fourier Transform Infra-Red (FTIR) mengidentifikasi ikatan gugus fungsi yaitu meliputi ikatan M ndash O yang mewakili adanya CoxFe3-xO4 ikatan C ndash O C O dan O ndash H yang menunjukkan karakteristik dari ekstrak Moringa oleifera serta AC dikonfirmasi dengan ikatan C O dan C ndash O. Kemudian adanya DMSO dan minyak kelapa ditandai dengan munculnya ikatan S O dan C ndash O C O. Sifat kemagnetan sampel ditunjukkan oleh hasil karakterisasi VSM dengan kurva histeresis yang berbentuk menyerupai huruf S serta menghasilkan nilai Hc dan Mr yang sangat kecil sehingga mengidentifikasi sifat superparamagnetik. Nilai magnetisasi saturasi pada penelitian ini sebesar 21 33 ndash 26 61 emu/g. Performa ferofluida sebagai agen antibakteri telah diuji menggunakan metode difusi sumuran untuk mengetahui diameter zona hambat bakteri. Menariknya ferofluida CoxFe3-xO4-ekstrak Moringa oleifera/AC/DMSO mampu menghasilkan diameter zona hambat bakteri Escherichia coli (gram negatif) sebesar 9 48 plusmn 1 10 mm hingga 13 22 plusmn 1 00 mm dan bakteri Staphylococcus aureus (gram positif) sebesar 9 35 plusmn 0 80 mm hingga 12 85 plusmn 0 10 mm yang tergolong pada kategori sedang hingga cukup kuat. Kedua bakteri tersebut menunjukkan nilai diameter zona hambat yang paling optimum pada sampel CMA3 dengan ukuran partikel terkecil dimana semakin kecil ukuran partikel mampu menembus dinding sel dan merusak sel-sel di dalam bakteri sehingga dapat meningkatkan performa aktivitas antibakterinya.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Fisika (FIS) > S2 Fisika |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 05 Feb 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/368986 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
