Randy, Mohammad Yusuf (2025) Analisis kesalahan newman (NEA) dalam menyelesaikan soal numerasi domain bilangan pada siswa sekolah dasar ditinjau dari math anxiety / Mohammad Yusuf Randy</p>. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Kemampuan numerasi adalah keterampilan penting yang harus dikuasai siswa abad ke-21 karena membantu mereka memahami peran matematika dan membuat keputusan yang rasional dalam kehidupan sehari-hari serta banyak pekerjaan yang memerlukan kemampuan numerasi terutama di bidang STEM keuangan analisis data dan bisnis. Namun di Indonesia kemampuan numerasi siswa masih rendah terbukti dari skor PISA 2022 yang hanya 366 jauh di bawah rata-rata OECD 472 dan penurunan dari skor PISA 2018 yang 379. Rendahnya kemampuan numerasi terutama pada domain bilangan terjadi karena siswa cenderung melakukan kesalahan saat memecahkan soal numerasi. Oleh karena itu penting untuk melakukan analisis lebih lanjut mengenai kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal numerasi khususnya pada materi bilangan pecahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal numerasi domain bilangan berdasarkan Newman Error Analysis ditinjau dari tingkat kecemasan matematis di sekolah dasar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan kesalahan pada masing-masing tingkatan kecemasan matematis. Subjek penelitian adalah enam siswa dua siswa kecemasan matematis rendah dua siswa kecemasan matematis sedang dan dua siswa kecemasan matematis tinggi. Lokasi dan waktu penelitian dilaksanakan di SDN 3 Kasembon Kabupaten Malang pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk menentukan subjek berdasarkan tingkatan kecemasan matematis tes numerasi untuk menggali kesalahan yang dilakukan siswa dan wawancara kesalahan siswa untuk menggali lebih lanjut kesalahan yang dilakukan siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar angket kecemasan matematis lembar tes numerasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data dilakukan menggunakan tahapan Miles amp Huberman yaitu mengumpulkan data mengondensasi data menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa pada tingkat kecemasan matematis rendah (KMR) mengalami kesalahan penulisan jawaban akhir. Pada tingkat kecemasan matematis sedang (KMS) mengalami kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Pada tingkat kecemasan matematis tinggi (KMT) mengalami kesalahan transformasi kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan matematis siswa maka semakin banyak kesalahan yang dialami oleh siswa terutama dalam menyelesaikan soal numerasi pada materi pecahan. Pada tahap membaca semua subjek pada setiap tingkatan kecemasan matematis tidak mengalami kesalahan dalam tahap membaca. Akan tetapi setiap subjek masih belum mengetahui cara pengucapan bilangan desimal dengan tepat meskipun kesalahan pengucapan ini tidak termasuk kriteria newman karena siswa sebenarnya memahami nilai bilangan desimal dan tidak berpengaruh pada tahap berikutnya. Di tahap memahami semua subjek tidak mengalami kesalahan meskipun mereka tidak menuliskan informasi dari soal mereka sudah memahami informasi tersebut. Pada tahap transformasi subjek di tingkat KMR dan KMS tidak mengalami kesalahan tetapi subjek di tingkat KMT melakukan kesalahan fatal dalam mengubah pecahan menjadi bilangan desimal akibat miskonsepsi membagi penyebut dengan pembilang. Dalam keterampilan proses subjek KMR tidak mengalami kesalahan sedangkan subjek KMS dan KMT mengalami kesalahan dalam membandingkan pecahan desimal dan menghitung berat keseluruhan buah disebabkan oleh miskonsepsi dan ketidak telitian. Pada tahap penulisan jawaban akhir semua subjek mengalami kesalahan subjek KMR salah menyimpulkan jawaban dan lupa mencantumkan satuan subjek KMS tidak teliti dan tidak memahami perbandingan dan subjek KMT mengalami kesalahan dalam menentukan berat buah akibat miskonsepsi dalam transformasi pecahan dan tidak mencantumkan satuan. Untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa dan mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh kecemasan matematis pendidik perlu mengembangkan metode pengajaran yang interaktif dan terstruktur serta mengikuti pelatihan tentang kecemasan matematis untuk memberikan dukungan yang sesuai. Siswa disarankan untuk melakukan latihan terarah dalam membaca dan menulis bilangan desimal serta mengembangkan strategi manajemen stres untuk mengatasi kecemasan saat belajar. Selain itu peneliti lain diharapkan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan matematis dan mengembangkan media pembelajaran yang fokus pada peningkatan kemampuan numerasi dan pengurangan kecemasan matematis.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana(PS) > S2 Pendidikan Dasar |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 17 Mar 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/368754 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
