Alfiatuzzakiyah, Rizki (2023) Implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran prakarya di SMP Nurul Huda Porong Sidoarjo / Rizki Alfiatuzzakiyah</p>. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Wabah Covid-19 dan situasi darurat krisis pembelajaran yang menyertainya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) berusaha untuk memulihkan pembelajaran dari permasalahan yang ada dengan cara meluncurkan kurikulum merdeka. Komponen penting dalam pendidikan adalah kurikulum. Mata pelajaran prakarya pada Sekolah Menengah Pertama mengajarkan peserta didik untuk mengembangkan ketrampilan melalui kesadaran pada lingkungan ide dan kreativitas untuk hidup mandiri dan ekonomis. Mata Pelajaran Prakarya sejajar dengan pembelajaran ketrampilan hidup atau lifes skills. Prakarya memiliki empat aspek keterampilan diantaranya adalah kerajinan rekayasa budi daya dan pengolahan. Pada mata pelajaran prakarya ini merupakan pembelajaran yang dominan melakukan praktik dan menghasilkan produk. SMP Nurul Huda Porong pada mata pelajaran prakarya memilih 2 aspek yaitu aspek kerajinan dan aspek pengolahan. Dua aspek tersebut dipilih dengan melihat minat dan bakat peserta didik sumber daya alam di sekitar sekolah serta melihat aspek yang dapat dikuasai oleh guru. SMP Nurul Huda telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada kelas VII. Kelas VIII dan IX masih memberlakukan kurikulum yang sebelumnya yaitu kurikulum 2013. Penerapan kurikulum merdeka di SMP Nurul Huda Porong Sidoarjo mengalami adanya perubahan pada sistem pembelajarannya dimana kurikulum merdeka memberikan keleluasan pada guru yang dapat menggunakan perangkat ajar yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan juga minat peserta didik tetapi kebijaksanaan kurikulum merdeka masih terdapat kelemahan yaitu guru masih belum memahami mengenai implementasi kurikulum merdeka. Hal ini sangat berpengaruh pada berjalannya proses pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran prakarya aspek kerajinan dan pengolahan di SMP Nurul Huda Porong Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan penelitian ini berjumlah dua orang yaitu kepala sekolah dan waka kurikulum atau guru mata pelajaran prakarya. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil analisis data maka disimpulkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Prakarya pada aspek kerajinan dan aspek pengolahan yang sudah dilakukan guru sudah berjalan cukup baik dari perencanaan pembelajaran yang terlebih dahulu menyiapkan perangkat ajar terkait dengan materi pembahasan yang akan diberikan ke peserta didik kemudian dari pelakasanaan pembelajaran yang berjalan efektif. Mata pelajaran prakarya aspek pengolahan pada proses pembelajarannya guru menggunakan media belajar berupa video tutorial yang ditunjukkan kepada siswa untuk memberikan pemahaman mengenai prakarya aspek pengolahan tidak jarang juga guru memberikan buku resep masakan yang digunakan sebagai media belajar. Bentuk asesmen pembelajaran terdapat asesmen formatif dan asesmen sumatif. Pada asesmen sumatif dilaksanakan pertengahan semester atau akhir semester dan asesmen formatif dilaksanakan dalam proses pembelajaran dengan cara guru mengulas materi kembali yang sudah dipelajari kemudian guru memberikan pertanyaan-pertnyaan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa apakah sudah mengerti atau belum. Prakarya aspek kerajinan memiliki kendala yang dimana guru masih terbiasa dengan konsep penerapan pembelajaran kurikulum merdeka membutuhkan waktu dan pembiasaan dengan pembelajaran kurikulum yang baru. Solusi yang dilakukan dari permasalahan atau hambatan yang ada adalah dengan mengikuti pelatihan-pelatihan kurikulum merdeka memotivasi guru untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan lebih kreatif. Sedangkan hambatan pada mata pelajaran prakarya aspek pengolahan yaitu sumber belajarnya yaitu buku paket prakarya itu masih sangat sulit untuk dicari jadinya kurang referensi untuk mengajar. Solusi dari permasalahan tersebut sekolah akan terus berbenah mengenai sarana dan prasaran sekolah guna menunjang kegiatan pembelajaran.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Teknik (FT) > S2 Pendidikan Kejuruan |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 08 Aug 2023 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2023 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/368346 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
