Daya antibakteri ekstrak rimpang temu giring (curcuma heyneana) dan temu mangga (curcuma mangga) dengan variasi konsentrasi terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes / Nur Laili Wahyu Cahyaningtyas</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Daya antibakteri ekstrak rimpang temu giring (curcuma heyneana) dan temu mangga (curcuma mangga) dengan variasi konsentrasi terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes / Nur Laili Wahyu Cahyaningtyas</p>

Cahyaningtyas, Nur Laili Wahyu (2024) Daya antibakteri ekstrak rimpang temu giring (curcuma heyneana) dan temu mangga (curcuma mangga) dengan variasi konsentrasi terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes / Nur Laili Wahyu Cahyaningtyas</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

p Jerawat adalah salah satu penyakit kulit yang sering terjadi dan banyak ditemukan pada usia remaja atau dewasa. Bakteri P. acnes merupakan salah satu spesies bakteri yang menyebabkan jerawat. Penggunaan antibiotik dapat membantu mengurangi jumlah bakteri P. acnes dalam kulit. Penggunaan antibiotik sintetik dapat menimbulkan efek samping berupa dermatitis kontak iritan kemerahan dan kering pada kulit. Oleh karena itu diperlukan penelitian dari bahan alami diantaranya ialah rimpang temu giring (Curcuma heyneana) dan temu mangga (Curcuma mangga). Rimpang temu giring dan temu mangga mengandung senyawa antibakteri seperti flavonoid tanin saponin terpenoid dan kurkumin. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menguji perbedaan pengaruh perlakuan ekstrak rimpang temu giring dengan variasi konsentrasi terhadap daya hambat pertumbuhan P. acnes 2) menguji perbedaan pengaruh perlakuan ekstrak rimpang temu mangga dengan variasi konsentrasi terhadap daya hambat pertumbuhan P. acnes 3) menentukan konsentrasi yang paling efektif dari ekstrak rimpang temu giring terhadap penghambatan pertumbuhan P. acnes 4) menentukan konsentrasi yang paling efektif dari ekstrak rimpang temu mangga terhadap penghambatan pertumbuhan P. acnes dan 5) menguji kandungan senyawa metabolit sekunder ekstrak rimpang temu giring dan temu mangga secara kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari ndash April 2024 di Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak rimpang temu giring dan temu mangga. Isolat bakteri P. acnes didapatkan dari Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% kemudian diuapkan dengan rotary evaporator. Pengujian metabolit sekunder pada senyawa flavonoid tanin saponin dan terpenoid menggunakan metode spektrofotometri sedangkan analisis kandungan senyawa kurkumin menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10% 30% 50% 70% dan 90%. Kontrol positif menggunakan larutan ciprofloxacin kontrol negatif menggunakan aquades steril dan etanol 96%. Daya antibakteri ekstrak kedua rimpang ditentukan dengan menggunakan metode difusi agar-sumuran. Kultur cair bakteri P. acnes diinokulasikan pada medium lempeng Nutrient Agar (NA) yang telah dibuat lubang sumuran selanjutnya ekstrak kedua rimpang dengan masing-masing konsentrasi dimasukkan ke dalam lubang sumuran. Pengukuran daya antibakteri dilakukan setelah bahan diinkubasi pada suhu 37 deg C selama 1 times 24 jam. Hasil pengukuran dianalisis menggukan uji anova satu jalur dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan perlakuan ekstrak rimpang temu giring dan temu mangga dengan variasi konsentrasi terhadap daya hambat pertumbuhan P. acnes serta konsentrasi yang paling efektif dari ekstrak rimpang temu giring dan temu mangga dalam menghambat pertumbuhan P. acnes ialah konsentrasi 90%. Semakin besar konsentrasi ekstrak kedua rimpang maka semakin meningkat daya antibakteri terhadap penghambatan pertumbuhan P. acnes. Hasil pengujian senyawa metabolit sekunder baik dari ekstrak rimpang temu giring dan temu mangga mengandung senyawa flavonoid tanin saponin terpenoid dan kurkumin dengan kandungan yang berbeda satu sama lain. /p

Item Type: Thesis (Diploma)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Biologi (BIO) > S1 Biologi
Depositing User: library UM
Date Deposited: 11 Jul 2024 04:29
Last Modified: 09 Sep 2024 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/362849

Actions (login required)

View Item View Item