Natalia, Diana (2009) Pengaruh stock split terhadap likuiditas saham pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008 / Diana Natalia. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
58 ABSTRAK Natalia Diana. 2009. Pengaruh Stock split Terhadap Likuiditas Saham Studi Perusahaan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2008. Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sawitri Dwi P SE M.Si Ak (II) Helianti Utami SE M.Si Ak. Kata kunci stock split likuiditas saham Peristiwa stock split masih menjadi fenomena yang menarik bagi para analis keuangan. Berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan ada yang mendukung teori empiris stock split tetapi ada juga yang menunjukkan bahwa stock split tidak memiliki pengaruh terhadap variabel yang diteliti. Alasan pemecahan saham berkaitan dengan likuiditas perdagangan saham adalah optimal range harga saham. Harga saham yang lebih rendah dan jumlah saham yang lebih banyak akan meningkatkan likuiditas saham tersebut (e.Samuel.com). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh stock split terhadap likuiditas saham. Likuiditas saham diukur menggunakan trading volume activity dan bid ask spread. Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan yang lisiting di Bursa Efek Indonesia 2005-2008. Dari populasi tersebut kemudian digunakan metode purposive sampling untuk menentukan sampel penelitian. Hasilnya terdapat 21 perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan sampel yang didapat penelitian ini menggunakan alternatif statistik non parametrik yaitu uji wilcoxon. Hasil dari uji beda untuk TVA probabilitas(0.01) 0.05 yang berarti bahwa Ha untuk hipotesis pertama diterima terdapat perbedaan yang signifikan TVA sebelum dan sesudah stock split. Meningkatnya likuiditas setelah split dapat muncul akibat semakin besarnya kepemilikan saham dan jumlah transaksi. Jumlah pemegang saham menjadi semakin bertambah banyak setelah split. Hasil uji beda untuk bid ask spread probabilitas (0.000) 0.05 yang berarti bahwa Ha untuk hipotesis pertama diterima terdapat perbedaan yang signifikan bid ask spread sebelum dan sesudah stock split. Harga saham yang lebih rendah setelah dilakukan stock split menyebabkan pertemuan antara harga penawaran dan harga permintaan relative lebih besar. Hal ini mengakibatkan perbedaan anatara besarnya harga penawaran dan harga permintaan saham (bid ask spread) semakin kecil. Penelitian ini menyimpulkan (1) Terdapat perbedaan yang signifikan TVA sebelum dan sesudah stock split. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan bid ask spread sebelum dan sesudah stock split. Keterbatasan dari penelitian ini adalah (1) likuiditas saham yang hanya diukur menggunakan TVA dan bid ask spread. (2) Penelitian ini terbatas pada trading range theory. (3) Penelitian ini hanya menggunakan 4 tahun pengamatan sehingga jumlah sampel yang didapat sedikit. Saran bagi penelitian berikutnya adalah (1) indikator lain yang dapat digunakan untuk mengukur likuiditas saham seperti harga saham jumlah pemegang saham dan lainlain. (2) Teori lain yang dapat digunakan untuk mengukur stock split adalah signaling 59 theory misal dengan mengukur profitabilitas. (3) Tahun pengamatan dapat diperpanjang agar mendapatkan jumlah sampel yang lebih banyak.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Akuntansi (AKU) > S1 Akuntansi |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 08 Oct 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/36125 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
