Pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap harga saham pada perusahaan consumer goods industry yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008 / Kusuma Ningsri Rohani - Repositori Universitas Negeri Malang

Pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap harga saham pada perusahaan consumer goods industry yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008 / Kusuma Ningsri Rohani

Rohani, Kusuma Ningsri (2009) Pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap harga saham pada perusahaan consumer goods industry yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008 / Kusuma Ningsri Rohani. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Investasi melalui pasar modal khususnya dalam bentuk saham selain memberikan hasil juga mengandung risiko. Pergerakan harga saham sangatlah fluktuatif yang dapat dipengaruhi oleh faktor mikroekonomi maupun makroekonomi. Selain kedua faktor tersebut harga saham juga sangat dipengaruhi oleh keadaan negara khususnya di bidang ekonomi politik dan sosial. Salah satu faktor makroekonomi yang hingga saat ini sangat diberikan perhatian khusus adalah inflasi dan suku bunga karena kedua variabel tersebut memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perekonomian. Untuk itu investor membutuhkan banyak informasi mengenai kondisi perekonomian negara dan prospek perusahaan yang akan dipilih untuk berinvestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap harga saham baik secara individual maupun simultan. Inflasi diukur menggunakan Indeks Harga Konsumen yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Sedangkan suku bunga diukur dengan menggunakan Sertifikat Bank Indonesia yang juga dipublikasikan oleh Bank Indonesia. Dan untuk harga saham diukur menggunakan harga saham penutupan bulanan pada perusahaan Manufaktur kategori perusahaan Consumer Goods Industry. Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan Manufaktur kategori perusahaan Consumer Goods Industry periode Juli 2005-Juni2008. Dari populasi tersebut kemudian digunakan metode purposive sampling agar kualifikasi sampel sesuai dengan kriteria-kriteria yang dibutuhkan dalam penelitian. Hasilnya terdapat 32 perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis yang diuji dengan analisis regresi berganda. Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa signifikansi variabel inflasi lebih besar dari 0.05 sehingga H0 diterima dan menolak hipotesis yang diajukan. Sedangkan signifikansi untuk variabel suku bunga lebih kecil dari 0 05 sehingga H0 ditolak dan menerima hipotesis yang diajukan. Hasil uji F menunjukkan bahwa tingkat signifikansinya lebih kecil dari 0.05 sehingga H0 ditolak dan menerima hipotesis yang diajukan. Dari hasil pengujian hipotesis tersebut menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh terhadap harga saham dan suku bunga berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham. Hal ini berarti bahwa investor lebih memperhatikan besar-kecilnya suku bunga dibandingkan inflasi sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi khususnya pada perusahaan Manufaktur kategori perusahaan Consumer Goods Industry. Sebaiknya investor tidak secara langsung mengamati perubahan inflasi terhadap harga saham karena ternyata di dalam penelitian ini menemukan bahwa inflasi tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hal ini kemungkinan terjadi karena ada variabel moderating atau penengah antara inflasi dan harga saham yaitu beban operasional. Dengan mengamati beban operasional perusahaan selama adanya inflasi dimungkinkan investor dapat memiliki informasi yang lebih akurat mengenai pergerakan harga saham khususnya pada perusahaan Consumer Goods Industry.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Akuntansi (AKU) > S1 Akuntansi
Depositing User: library UM
Date Deposited: 18 Jun 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/36055

Actions (login required)

View Item View Item