Perbandingan desain struktur eksisting dan penambahan pengaku bracing ebf-k menggunakan analisis pushover (studi kasus: Gedung Enterpreneurship Terpadu Universitas Brawijaya) / Anggi Puspita</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Perbandingan desain struktur eksisting dan penambahan pengaku bracing ebf-k menggunakan analisis pushover (studi kasus: Gedung Enterpreneurship Terpadu Universitas Brawijaya) / Anggi Puspita</p>

Puspita, Anggi (2024) Perbandingan desain struktur eksisting dan penambahan pengaku bracing ebf-k menggunakan analisis pushover (studi kasus: Gedung Enterpreneurship Terpadu Universitas Brawijaya) / Anggi Puspita</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

p Gedung Enterpreneurship Terpadu Universitas Brawijaya terletak di Kampus I Universitas Brawijaya Malang yang dibangun pada tahun 2015 hingga 2023. Pada proses pembangunannya acuan gempa yang digunakan adalah SNI-03-1726-2012 kemudian berubah menjadi SNI-03-1726-2019 akibat pemutakhiran peta nasional tahun 2017 oleh PusGen. Akibat perubahan tersebut perlu adanya evaluasi kinerja struktur dengan menggunakan analisis pushover berdasarkan Applied Technology Council (ATC) 40 dan SNI 03-1726-2019 untuk mengukur ketahanan gempa gedung tersebut. Penelitian ini menganalisis masing-masing pemodelan bangunan Gedung Enterprenurship Terpadu UB. Model 1 merupakan model eksisting Bangunan Gedung Enterpreneurship Terpadu UB dengan sistem Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Model 2 merupakan sistem struktur ganda yaitu SRPMK dan penambahan pengaku bracing EBF-K. Bracing EBF-K direncanakan mampu menahan gaya lateral lebih baik dibandingkan sistem struktur model 2. Kesimpulan hasil analisa ini menunjukkan (1) Berdasarkan hasil analisis selisih drift ratio model 2 dibanding model 1 lebih kecil 0 00234 arah X dan 0 0027 arah Y. Model 1 dan model 2 berada pada level Damage Control. Perbedaan tersebut berpengaruh pada kinerja struktur setiap permodelan (2) Model 2 mengalami penurunan displacement mencapai 19% arah X dan 18% arah Y terhadap model 1 (3) Keunggulan level kinerja pada model 2 dijadikan acuan untuk menerapkan bracing EBF K pada sistem SRPMK (4) Pola keruntuhan model 1 dan model 2 merupakan pola beam sway mechanism. Artinya balok akan mengalami keruntuhan terlebih dahulu jika struktur mengalami kegagalan. /p

Item Type: Thesis (Diploma)
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Departemen Teknik Sipil (TS) > S1 Teknik Sipil
Depositing User: library UM
Date Deposited: 08 Aug 2024 04:29
Last Modified: 09 Sep 2024 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/357857

Actions (login required)

View Item View Item