Analisisi kebutuhan belajar siswa dalam pembelajaran berdiferensiasi oleh guru Sekolah Dasar di Kota Malang / Pipit Pudji Astutik</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Analisisi kebutuhan belajar siswa dalam pembelajaran berdiferensiasi oleh guru Sekolah Dasar di Kota Malang / Pipit Pudji Astutik</p>

Astutik, Pipit Pudji (2024) Analisisi kebutuhan belajar siswa dalam pembelajaran berdiferensiasi oleh guru Sekolah Dasar di Kota Malang / Pipit Pudji Astutik</p>. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Astutik Pipit Pudji. 2024. Analisis Kebutuhan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Guru Sekolah Dasar di Kota Malang Program Studi S3 Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Prof. Dr. Punaji Setyosari M.Pd. M.Ed. Pembimbing II Prof. Dr. Anang Santoso M.Pd. Pembimbing III Dr. Syamsul Hadi M.Pd. M.Ed. Kata Kunci Kebutuhan Belajar Siswa Pembelajaran Berdiferensiasi Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya memfasilitasi keberagaman kebutuhan belajar siswa dalam pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini penting dilakukan untuk mesdeskripsikan mengenai proses dan teknik analisis hasil identifikasi kebutuhan belajar siswa dan interpretasinya yang dipergunakan untuk merancang rencana pembelajaran. Penelitian sebelumnya lebih banyak mengungkap mengenai metode-metode yang paling banyak dan paling sedikit digunakan oleh guru dalam menganalisis kebutuhan belajar siswa dan karakter pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan konten proses dan produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap mengenai fenomena metode identifikasi teknik analisis hasil identifikasi interpretasi hasil analisis dan karakteristik pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil analisis kebutuhan belajar siswa. Penelitian ini mempergunakan desain fenomenologi untuk mengungkap pembelajaran berdiferensiasi oleh guru-guru terlatih jenjang sekolah dasar di Kota Malang. Pada tahap awal peneliti mempergunakan kuesioner untuk melakukan studi pendahuluan guna mengeksplorasi permasalahan dan mengungkap fenomena implementasi pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan oleh guru terlatih. Selanjutnya untuk mengungkap fenomena lebih detail peneliti melakukan pengumpulan data melalui wawancara mendalam observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah sepuluh guru terlatih Sekolah Dasar di Kota Malang. Empat kriteria untuk pengecekan kredibilitas dan keabsahan data adalah melalui konfirmasi-verifikasi terkait dengan pertimbangan derajat keterpercayaan keteralihan kebergantungan dan kepastian. Analisis dilakukan dengan model interaktif dan interpretasi dilakukan melalui pemilahan informasi berdasarkan kategori tema. Hasil penelitian mengungkap bahwa metode identifikasi dan analisis kebutuhan belajar siswa yang dilakukan oleh para guru terlatih terkait implementasi pembelajaran berdiferensiasi dipaparkan sebagai berikut. Pertama metode identifikasi kebutuhan belajar siswa yang dilakukan oleh guru terlatih terdiri atas enam metode yaitu studi dokumentasi angket wawancara observasi tes dan tanya jawab. Kedua untuk menganalisis hasil identifikasi kebutuhan belajar guru terlatih menggunakan metode profiling dengan triangulasi data pada aspek-aspek kebutuhan belajar kesiapan belajar aspek kognitif dan non kognitif minat kegemaran atau kesukaan dan moda ekspresi dan profil belajar aspek lingkungan belajar gaya belajar pengaruh budaya dan kecerdasan majemuk. Ketiga para guru terlatih mempergunakan hasil interpretasi analisis kebutuhan belajar untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi yang relevan dengan aspek kebutuhan belajar yang telah dianalisis. Keempat karakteristik desain pembelajaran berdiferensiasi yang dihasilkan dan diimplementasikan oleh para guru terlatih terdiri atas diferensiasi konten diferensiasi proses dan diferensiasi produk. Hasil penelitian juga mengungkap bahwa terdapat sebagian dari guru terlatih yang tidak melakukan identifikasi pada semua aspek kebutuhan belajar. Mayoritas dari mereka melakukan identifikasi pada aspek gaya belajar. Lebih lanjut beberapa guru terlatih melakukan identifikasi kebutuhan belajar namun tidak menggunakannya sebagai dasar untuk perancangan pembelajaran berdiferensiasi. Kebaruan (novelty) dari penelitian ini adalah terkait dengan pengungkapan fenomena implementasi dari rancangan pembelajaran berdiferensiasi yang didasarkan pada identifikasi karakteristik kebutuhan belajar siswa. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat keterbatasan dalam ragam aspek kebutuhan belajar siswa yang diidentifikasi oleh guru. Guru terutama hanya mengungkap kebutuhan belajar siswa berdasarkan aspek gaya belajar. Guru masih belum mengeksplorasi aspek-aspek kebutuhan belajar lainnya dan mendayagunakannya untuk perancangan pembelajaran berdiferensiasi. Kontribusi teoretik dari hasil penelitian ini adalah terkait dengan analisis profiling kebutuhan belajar siswa. Tahapan profiling perlu ditambahkan pada bagian sebelum perancangan desain pembelajaran berdiferensiasi. Penambahan langkah profiling menjadi bagian penting yang perlu dilakukan oleh guru setelah melaksanakan aktivitas pengidentifikasian karakteristik kebutuhan belajar siswa. Melalui langkah profiling guru akan menjadi lebih mudah memperoleh gambaran mengenai profil dari kebutuhan belajar siswa. Dengan merujuk pada profil karakteristik kebutuhan belajar siswa yang tergambar secara eksplisit selanjutnya guru menjadi lebih mudah dalam mendesain pembelajaran berdiferensiasi baik konten proses atau produk yang relevan dengan kebutuhan belajar siswa. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama sebagai referensi untuk lembaga-lembaga pelatihan dalam upaya peningkatan kemampuan guru jenjang sekolah dasar merancang pembelajaran berdiferensiasi yang didasarkan pada hasil analisis kebutuhan belajar siswa. Kedua memperkaya referensi metode dan teknik analisis kebutuhan belajar siswa untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi. Ketiga sebagai motivasi peneliti lain untuk melakukan penelitian tindak lanjut dalam mengembangkan pembelajaran berdiferensiasi. Keempat digunakan sebagai bahan acuan untuk mempersiapkan guru sekolah dasar dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil analisis kebutuhan belajar siswa. Kelima meningkatkan pengetahuan untuk menginterpretasikan hasil analisis kebutuhan belajar siswa ke dalam pembelajaran berdiferensiasi. Keenam secara umum adalah menjadi referensi tentang karakteristik pembelajaran diferensiasi berdasarkan hasil analisis kebutuhan belajar siswa.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Divisions: Sekolah Pascasarjana(PS) > S3 Pendidikan Dasar
Depositing User: library UM
Date Deposited: 30 Sep 2024 04:29
Last Modified: 09 Sep 2024 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/349749

Actions (login required)

View Item View Item