Arifah, Nur (2024) Perubahan budaya sekolah unggul (studi multi situs di SMA Kolese Loyola Kota Semarang dan SMA Katolik St. Louis 1 Kota Surabaya) / Nur Arifah</p>. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Arifah Nur. 2024. Perubahan Budaya pada Sekolah Unggul (Studi Multi Situs di SMA Kolese Loyola Kota Semarang dan SMA Katolik St. Louis 1 Kota Surabaya). Tesis Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Ibrahim Bafadal M.Pd. Pembimbing (II) Dr. Raden Bambang Sumarsono M.Pd. Kata Kunci Perubahan budaya sekolah sekolah unggul Budaya Sekolah terbentuk oleh praktik dan nilai-nilai yang mencerminkan norma-norma dari tempat dimana budaya tersebut dikembangkan merupakan sebuah entitas dinamis yang secara kontinyu dibangun melalui interaksi dan refleksi bersama orang lain. Budaya sekolah merupakan salah satu konsep yang kompleks dan penting dalam institusi pendidikan. Esensi dasar dari budaya ini ialah bagaimana asumsi dan keyakinan dasar yang dimiliki oleh warga sekolah beroperasi secara tidak sadar dan dapat diterima begitu saja. Budaya sekolah dibentuk oleh orang-orang terdahulu yang merupakan rangkaian sejarah sekolah dimana usia sekolah memiliki dampak yang signifikan pada perubahan budaya bahwa budaya sekolah juga dipengaruhi oleh konteks eksternal dan dipengaruhi pula oleh siswa serta latar belakang kelas sosial ekonomi mereka. Budaya sekolah ditanamkan mendalam diperkuat selama bertahun-tahun serta membentuk pola makna yang pada umumnya menolak perubahan. Penelitian ini mengkaji proses perubahan budaya sekolah di dua sekolah unggul yaitu SMA Kolese Loyola Kota Semarang dan SMA Katolik St. Louis 1 Kota Surabaya. Kecepatan adaptasi sekolah terhadap perubahan sangat dipengaruhi oleh modal sosial budaya ekonomi dan unsur simbolik yang dimiliki. Penelitian ini berfokus pada bagaimana perubahan sistem sekolah didukung oleh nilai-nilai yang dikembangkan serta bagaimana perubahan cara pandang dari berbagai subjek sekolah (kepala sekolah guru administrator murid dan masyarakat) dapat mendorong terciptanya perubahan sistem pola tindakan dan proses untuk mencapai tujuan pendidikan masing-masing. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi multi-situs. Peneliti berupaya untuk mengungkap dan menelaah bagaimana perubahan budaya sekolah di SMA Kolese Loyola Kota Semarang dan SMA Katolik St. Louis 1 Kota Surabaya. Penelitian ini dilakukaan secara intensif peneliti ikut berpartisipasi di lapangan mencatat apa yang terjadi melakukan analisis reflektif yang mendalam (in-depth) terhadap berbagai data dan dokumen yang ditemukan di lapangan kemudian membuat laporan penelitian secara detail dan konstruktif. Dalam rangkaian proses penelitian ini peneliti melakukan pengumpulan data dengan langsung datang ke lapangan sehingga dapat memahami fakta yang ada sesuai dengan konteks penelitian. Penelitian ini menghimpun data mengenai perubahan budaya sekolah di SMA Kolese Loyola Kota Semarang dan SMA Katolik St. Louis 1 Kota Surabaya dengan menggunakan dua teknik yaitu purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi (pengamatan) wawancara semi terstruktur studi dokumentasi dan gabungan atau triangulasi. Teknik analisis data meliputi analisis situs tunggal yaitu dengan melalui tahapan pengumpulan data kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi serta analisis lintas situs dilakukan menggunakan komparatif konstan yaitu dengan mengembangkan kategori informasi secara perlahan-lahan. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian didasarkan pada empat kriteria yaitu derajat kepercayaan (credebility) keteralihan (transferability) kebergantungan (dependability) dan kepastian. Peneliti melakukan pengumpulan data secara berulang-ulang hingga data jenuh setelah itu analisis menggunakan komparatif konstan serta pengembangan teori dilakukan setelah pengumpulan data hampir selesai. Budaya sekolah pada level 1 yang meliputi artefak dan praktik yaitu adanya ke khas an lingkungan belajar yang ditandai dengan patron sebagai sosok yang menjadi pembakar semangat dan gerak hidup komunitas sekolah adanya slogan motto dan atribut sekolah pada level 2 yang meliputi nilai-nilai yaitu internalisasi pendidikan nilai secara kontinyu dan berjenjang kepada seluruh anggota komunitas sekolah yang dilakukan dengan pengembangan intelektual serta olah spiritual dan sosial sebagai ciri khas pendidikan humanisme religius pada level 3 yang meliputi asumsi-asumsi dasar dilakukan dengan (a) monitoring karakter siswa melalui tanggungjawab struktural organisasi OSIS dengan jumlah pengurus yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah (b) proses pemilihan ketua OSIS dapat dilakukan dengan teknik formateur ataupun demokrasi terbuka (c) adanya organisasi siswa khusus dalam bidang pelayanan peribadatan dan sosial (d) adanya kegiatan rutin dalam penanaman karakter dan nilai-nilai melalui kegiatan kolektif berjenjang (e) adanya ketersediaan fasilitas studi lanjut dan pelatihan bagi guru sebagai upaya peningkatan kompetensi sumberdaya manusia (f) pengembangan pedagogi ketokohan sesuai semangat patron (g) komitmen memberikan layanan terbaik pada siswa melalui peninjauan soal ujian (h) konsisten melakukan asesmen dan evaluasi layanan sekolah (i) pengelolaan kehumasan melalui berbagai kegiatan serta (j) terdapat peran aktif alumni dalam kegiatan sosial maupun aktivitas amal kolektif berupa pemberian beasiswa pendidikan. Upaya-upaya Perubahan budaya sekolah meliputi perubahan perilaku dan pola pikir. Perubahan perilaku dilakukan dengan (a) internalisasi karakter leadership melalui kepanitiaan acara besar sekolah kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi siswa (b) dilakukan polling siswa untuk mengusulkan ekstrakurikuler dan organisasi keterampilan yang dibutuhkan namun belum tersedia di sekolah (c) diterapkan regulasi baru untuk mempermudah alur administratif studi lanjut dengan kolaborasi oleh tim BK tata usaha dan admin kurikulum (d) kerjasama mitra dengan lembaga baik dalam maupun luar negeri terjalin melalui berbagai cara diantaranya pengajuan oleh sekolah dan tawaran dari lembaga kepada sekolah sedangkan perubahan pola pikir dilakukan dengan upaya (a) perubahan pengelolaan mutu mencakup restrukturisasi organisasi untuk mengubah budaya feodalistik menjadi meritokrat dalam upaya meningkatkan performa organisasi serta mutu layanan dengan meningkatkan kualitas sumber daya baik SDM maupun teknologi terkni (b) perubahan budaya kerja dilakukan dengan rasionalisasi kerja bagi para guru dan karyawan untuk meningkatkan produktivitas dengan cara pembentukan tim kerja penyesuaian kebijakan nasional penyusunan buku pedoman pembentukan pusat riset dan pendampingan penulisan karya ilmiah siswa serta (c) perubahan pengelolaan sarana dan prasarana melalui penyediaan e-lib koleksi e-book pengadaan layanan sirkulasi buku penerbitan buku karya siswa serta penyediaan pusat teknologi dan informasi sekolah. Dampak dari perubahan ini terlihat pada peningkatan partisipasi kreativitas dan daya kompetitif siswa manajemen kehumasan yang lebih efektif percepatan penerapan Kurikulum Merdeka dengan memaksimalkan modal sosial dan budaya sekolah sehingga layanan semakin efektif melalui rasionalisasi baru serta pengelolaan perpustakaan yang meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa melalui beragam kegiatan literasi. Secara keseluruhan pengelolaan perubahan budaya sekolah yang efektif meningkatkan kualitas layanan kinerja kepuasan siswa dan guru serta menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi perkembangan potensi terbaik siswa.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Administrasi Pendidikan (AP) > S2 Manajemen Pendidikan |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 15 Aug 2024 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2024 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/345692 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
