Peran orang tua dan guru dalam perkembangan kemampuan komunikasi siswa tunagrahita dengan speech delay (studi kasus di SD Negeri Junrejo 02 Batu) / Gita Ayu Swastika</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Peran orang tua dan guru dalam perkembangan kemampuan komunikasi siswa tunagrahita dengan speech delay (studi kasus di SD Negeri Junrejo 02 Batu) / Gita Ayu Swastika</p>

Swastika, Gita Ayu (2023) Peran orang tua dan guru dalam perkembangan kemampuan komunikasi siswa tunagrahita dengan speech delay (studi kasus di SD Negeri Junrejo 02 Batu) / Gita Ayu Swastika</p>. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Swastika Gita Ayu. 2023. Peran Orang Tua Dan Guru Dalam Perkembangan Kemampuan Komunikasi Siswa Tunagrahita Dengan Speech Delay (studi kasus di SD Negeri Junrejo 02 Batu). Tesis. Program Studi S2 Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Asep Sunandar M.Pd M. AP (2) Dr. Henny Indreswari M.Pd. Kata Kunci Peran Orangtua Tugas Guru Komunikasi Tunagrahita dengan Speech Delay Bagi semua anak tanpa memandang tingkat perkembangannya serta jenis dan derajat hambatan yang dimiliki interaksi dan komunikasi merupakan hal mendasar yang harus dimiliki untuk belajar dan berkembang. Tunagrahita dengan speech delay memerlukan perhatian dan usaha baik dari orangtua dan guru yang lebih dibandingkan dengan anak reguler pada umumnya. Fokus penelitian ini meliputi (1) mendeskripsikan usaha yang dilakukan oleh orangtua (2) tugas guru (3) hambatan perkembangan komunikasi dan (4) upaya mengatasi hambatan perkembangan komunikasi tunagrahita dengan speech delay kelas 2 SD di SDN Junrejo 02 Batu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara observasi dan dokumentasi dengan peneliti sebagai instrumen utama. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data menyajikan data dan menarik kesimpulan. Sementara itu pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan triangulasi yaitu triangulasi teknik dan triangulasi sumber serta member check untuk mengkonfirmasi data yang didapat dari informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan oleh orangtua hanya memberikan stimulasi komunikasi dua arah dan mengajarkan mengucapkan kata-kata. Guru sebagai pendidik dan fasilitator membantu mengoptimalkan kemampan komuniaksi SMH dengan memberikan stimulus dan memanfaatkan media pembelajaran yang ada disekolah misalnya seperti kartu kata dan kartu bergambar. Hambatan dalam perkembangan komunikasi SMH yaitu tidak mendapatkan terapi wicara kurangnya sarana prasarana disekolah dan kurangnya komunikasi antara orangtua dan guru. Kurangnya komunikasi antara orangtua dan guru terjadi karena kondisi rumah yang jauh dari sekolah ibu yang baru melahirkan sehingga SMH seringkali tidak masuk sekolah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan sering memberikan stimulus berkomunikasi verbal dengan memberikan pertanyaan sederhana kurangnyan komunikasi orangtua dan guru diatasi dengan mengaktifkan kembali buku penghubung. SMH lebih sering menjadi responden dibandingkan menjadi inisiator terjadinya komunikasi baik dengan orangtua maupun dengan guru. Saran ditujukan kepada orangtua agar lebih sering memberikan stimulus komunikasi dua arah dan lebih sering melibatkan anak dalam berkomunikasi. Untuk guru memberikan program khusus pengembangan komunikasi. Untuk kepala sekolah agar mengupayakan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah seperti ruang sumber dan media pembelajaran.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Pendidikan Luar Biasa(PLB) > S2 Pendidikan Khusus
Depositing User: library UM
Date Deposited: 27 Jun 2023 04:29
Last Modified: 09 Sep 2023 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/322274

Actions (login required)

View Item View Item