Peran pimpinan dan kepatuhan karyawan terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk mendukung tercapainya zero accident (studi pada Divisi Incinerator dan Divisi Laundry RSUD Dr. Soegiri Lamongan) / Mukhammad Mizan Zulmi) - Repositori Universitas Negeri Malang

Peran pimpinan dan kepatuhan karyawan terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk mendukung tercapainya zero accident (studi pada Divisi Incinerator dan Divisi Laundry RSUD Dr. Soegiri Lamongan) / Mukhammad Mizan Zulmi)

Zulmi, Mukhammad Mizan (2016) Peran pimpinan dan kepatuhan karyawan terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk mendukung tercapainya zero accident (studi pada Divisi Incinerator dan Divisi Laundry RSUD Dr. Soegiri Lamongan) / Mukhammad Mizan Zulmi). Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Zulmi Muhammad Mizan. 2015. Peran Pimpinan dan Kepatuhan Karyawan terhadap Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk Mendukung Tercapainya Zero Accident (Studi pada Divisi Incinerator dan Divisi Laundry RSUD Dr. Soegiri Lamongan). Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Syihabudhin S.E M.Si (II) Dr. Wahju Wibowo S.E M.Si. Kata Kunci Peran Pimpinan Kepatuhan Karyawan Sistem Manajemen K3 Zero Accident. Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangat penting dalam pengelolaan sumber daya manusia di sebuah organisasi hal tersebut penting mengingat semakin banyak faktor-faktor bahaya yang terdapat di tempat kerja seiring kemajuan teknologi untuk itulah maka diperlukan pengelolaan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di setiap perusahaan. Penerapan Sistem Manajemen K3 haruslah didukung penuh oleh para pimpinan dalam perusahaan agar program K3 dapat berjalan efektif. Selain peran pimpinan kepatuhan karyawan juga sangat dibutuhkan dalam penerapan Sistem Manajemen K3. Indikator keberhasilan pelaksanaan SMK3 dapat dilihat dari pencapaian zero accident atau kecelakaan nihil oleh sebuah perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang peran pimpinan dan tingkat kepatuhan karyawan terhadap penerapan SMK3 pada sebuah perusahaan yang telah mendapatkan pencapaian zero accident. Penelitian yang dilakukan di RSUD Dr. Soegiri Lamongan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan ketekunan pengamatan dan trianggulasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama Standar kecelakaan nihil yang diterapkan di RSUD Dr. Soegiri Lamongan adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor PER-01/ MEN/ I /2007 tentang Pedoman Pemberian Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja selain itu juga menerapkan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1087/MENKES/SK/VIII/2010. Kedua Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan telah berperan besar dalam penerapan SMK3 di lingkup RSUD Dr. Soegiri Lamongan dengan melaksanakan kewajiban secara baik sesuai dengan pedoman Sistem Manajemen K3. Kepala IPL telah melaksanakan perannya dalam penerapan program K3 pada Divisi Incinerator begitu pula Kepala Sub Bidang Penunjang pada Divisi Laundry secara baik sesuai dengan tugas yang diberikan oleh Direktur. Ketiga peraturan K3 yang digunakan sudah relevan dengan kebutuhan RSUD Dr. Soegiri Lamongan terutama pada Divisi Incinerator dan Divisi Laundry namun penerapan peraturan K3 di RSUD Dr. Soegiri Lamongan masih belum bisa memenuhi standar penerapan SMK3 yang baik karena karyawan tidak memiliki buku panduan K3 serta tidak adanya peraturan umum K3 yang diberlakukan pada RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Keempat kepatuhan karyawan pada Divisi Incinerator dan Divisi Laundry terhadap peraturan K3 RSUD Dr. Soegiri Lamongan masih rendah mengingat masih adanya pelanggaran yang terjadi yang dilakukan secara sadar oleh karyawan. Saran yang diberikan peneliti adalah (1) Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan sebaiknya menyediakan sarana K3 berupa hindrant sprinkler dan alat detektor kebakaran untuk mengurangi dampak yang terjadi ketika suatu saat terjadi kebakaran hal tersebut mengingat bangunan RSUD Dr. Soegiri memiliki struktur bangunan yang melebihi 1 lantai. (2) Program kerja K3 yang dilaksanakan oleh P2K3 dan MFK sebaiknya memiliki rancangan yang terpisah. (3) Penilaian kinerja K3 sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa poin yang dapat dijadikan tolok ukur. (4) Peraturan K3 yang diterapkan di RSUD Dr. Soegiri Lamongan sebaiknya didukung dengan adanya Peraturan K3 Umum untuk seluruh karyawan RSUD Dr. Soegiri Lamongan serta buku panduan K3 yang dimiliki oleh semua karyawan. (5) Sebaiknya dilakukan pengawasan lebih intensif dan relugasi yang ketat untuk mengurangi pelanggaran peraturan K3 yang dilakukan oleh karyawan RSUD Dr. Soegiri Lamongan. 8195

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Manajemen (MNJ) > S1 Manajemen
Depositing User: library UM
Date Deposited: 02 Mar 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/31770

Actions (login required)

View Item View Item